Jumat, 02 Maret 2012

Misteri Jagad Raya



          Dalam sesuatu yang besar seperti alam semesta, ada fenomena yang sulit dijelaskan, dan hal-hal yang ini benar-benar tidak bisa dipahami. Alam semesta menunjukkan kepada kita betapa kecilnya kita sebenarnya, dan di tempat yang begitu besar, apakah benar-benar masuk akal untuk percaya bahwa kita sendirian? Dan apakah ada alasan seseorang mungkin tidak ingin kita ketahui? Ini adalah daftar apa yang saya yakini sebagai sebagian dari misteri terbaik dan teori konspirasi dari luar angkasa.

1. Bayangan Manusia dalam Eagle Nebula
Salah satu fakta unik yang pernah diambil dari ruang adalah dari Nebula Eagle. Foto itu sendiri yang seharusnya untuk menunjukkan kelahiran bintang dari awan gas. Namun, ketika foto itu ditampilkan di CNN, ratusan panggilan masuk dari orang-orang melaporkan mereka bisa melihat wajah di awan. Ketika warna foto itu disesuaikan, suatu bentuk manusia yang besar tampak muncul dalam awan. Ilmuwan belum mampu menjelaskan fenomena ini.
2. Darimanakah Datangnya Galaxy Jagad Raya?
Misteri jagad raya masih tersimpan rapi. Ilmu Pengetahuan baru-baru ini mampu menjelaskan dari mana bintang dan planet berasal. Sekarang, para ilmuwan telah mengalihkan perhatian mereka ke sebuah misteri yang jauh lebih besar, dari mana galaksi datang? Apa yang diketahui adalah bahwa galaksi tidak tersebar secara acak di seluruh ruang angkasa, mereka ditemukan dalam kelompok-kelompok, yang dikenal sebagai “gugus super”. Para ilmuwan memiliki dua teori utama untuk mencoba untuk menjelaskan pembentukan galaksi. Pertama, gas yang tersisa dari Ledakan besar berkumpul bersama untuk membentuk galaksi, di mana bintang-bintang dan planet lahir. Kedua adalah bahwa gas dari big bang menciptakan bintang-bintang dan planet-planet di seluruh alam semesta, dan mereka bermigrasi melalui gravitasi ke galaksi. Namun belum teori yang diterima secara universal untuk menjawab misteri fakta unik ini.
3. Mungkinkah Ada Bumi Yang Lain?
Bintang besar kita yaitu matahari, adalah hanya satu dari triliunan di alam semesta. Ketika Anda melihat kenyataan bahwa bintang kita memiliki delapan planet, maka secara matematika itu memberitahu Anda bahwa adalah mungkin untuk menjadi delapan kali lebih banyak planet di alam semesta daripada bintang-bintang. Apakah tidak mungkin bahwa hanya salah satu planet mungkin memiliki mahluk hidup di dalamnya? Ini adalah sebuah fakta bahwa, sejak tahun 2000, ratusan planet diluar tata surya telah ditemukan mengorbit bintang-bintang jauh. Beberapa ini telah ditemukan dari bumi seperti, seperti planet Gliese 581d, planet yang diyakini memiliki air cair di permukaannya. Mungkinkah mengandung kehidupan? Semoga dengan kemajuan teknologi pada dekade berikutnya, kita akan segera tahu jawabannya. Sampai saat itu, ia tetap menjadi salah satu misteri terbesar ruang angkasa.
4. Misteri Alam Semesta Yang Lain
Ini adalah salah satu argumen yang lebih kontroversial tentang luar angkasa raya. Fakta unik-nya adalah bahwa misteri alam semesta yang lain masih bergulir. Teorinya adalah bahwa ada suatu jumlah tak terbatas alam semesta, masing-masing diatur oleh seperangkat hukum sendiri dan itulah hukum fisika. Banyak ilmuwan menolak argumen ini tak lebih dari spekulasi, karena tidak ada bukti atau hukum matematika yang memungkinkan untuk keberadaan alam semesta lain.Namun demikian, penganut teori ini berpendapat bahwa tidak ada yang menyangkal bahwa hal itu baik. Ini adalah salah satu misteri alam yang hanya dapat diatasi jika kita dapat melakukan perjalanan di sana, namun, dengan perluasan alam semesta, maka manusia tidak akan pernah menemukan jawabannya.
5. Misteri Masalah Kegelapan
Persamaan Albert Einstein E = MC ^ 2 mungkin persamaan paling terkenal abad ini. Namun bila diterapkan pada ruang, anomali terjadi. Ketika kita menggunakannya untuk menentukan berapa banyak materi yang alam semesta harus miliki, kita menyadari bahwa kita hanya menemukan empat persen dari materi di alam semesta! Dimana sisanya? Banyak yang percaya adalah dalam bentuk materi gelap. Dimana hal gelap ini? Ini di mana-mana, di mana pun tidak ada masalah yang terlihat. Para ilmuwan belum menunjukkan bukti yang meyakinkan bahwa materi gelap sebenarnya tidak ada. Kenyataan bahwa Anda tidak bisa melihatnya, menyentuhnya, dan cahaya dan gelombang radio melewati menembus itu tidak terpengaruh membuat sangat sulit untuk dideteksi, dan fakta unik ini masih akan terus menjadi misteri alam semesta.


6. Benarkah Ada Kehidupan Planet Mars?


Ketika berbicara tentang kehidupan di planet lain, ada yang mengatakan kita tak harus pergi jauh dari tata surya kita. Mars selalu dipikirkan untuk kehidupan baru dengan banyak teori konspirasi, namun NASA menutupi itu. Banyak foto sebagai fakta unik yang juga dipertanyakan dengan peradaban di Mars, seperti wajah Mars, Piramida di Mars, dan foto yang tampaknya menjadi seperti sosok kera duduk di atas batu di Mars. Namun para ilmuwan telah menghilangkan prasangka terhadap foto-foto ini, mereka juga mengakui dan mereka percaya sekali cairan samudra menutupi permukaan Mars sebelum medan magnet itu menghilang. Apakah mungkin bahwa hidup memang pernah ada disana? Misi ke Mars saat ini berharap untuk menjawab pertanyaan ini.

7. Penampakan UFO kepada Astronot NASA
Astronot NASA adalah beberapa orang yang paling sangat terlatih khusus di dunia. Seringkali sebagai ahli ilmuwan dapat menjelaskan hampir semua hal. Jadi, ketika mereka melihat sesuatu yang mereka tidak bisa jelaskan, Anda dapat bertaruh itu akan menaikkan alis. Salah satu insiden yang paling terkenal terjadi pada siaran langsung di televisi NBC pada tahun 1963. Mayor Gordon Cooper pada akhir perjalanan solo 22 orbit mengelilingi bumi ketika ia mengatakan bahwa dari salah satu jendela, ia bisa melihat objek hijau menyala mendekat dengan cepat. Objek kemudian berbelok tajam dan terpelanting. Dia yakin dia tidak melihat hal-hal lain selain objek itu, seperti radar di pesawat ruang angkasa itu mengambil objek juga. Setelah kembali ke bumi pewawancara ingin bertanya padanya tentang objek itu, namun para pejabat NASA tidak mengizinkannya.
8 “White” Holes
Salah satu prestasi terbesar Albert Einstein meskipun itu dalam bidang matematika, telah terbukti yaitu keberadaan lubang hitam. Satu lagi fakta unik mulai terungkap. Dari kemajuan teknologi, kita sekarang telah dapat menemukan beberapa lubang hitam, dan percaya ada satu berada di pusat galaksi kita sendiri Bima Sakti. Apa yang menakjubkan, bagaimanapun juga adalah apa yang dibuktikan Einstein juga melalui persamaan-nya; lubang putih juga ada. Berlawanan dari lubang hitam, lubang putih diyakini “memuntahkan” sejumlah materi yang luar biasa dashyat. Namun yang putih ini masih merupakan misteri alam yang sangat sedikit diketahui. Obyek tersebut tidak mudah untuk ditemukan, namun tak ada satupun yang menemukan. Jika salah satu ditemukan, mungkin membantu kita menjelaskan misteri yang tidak dikenal lainnya, seperti dari mana berasal bahan yang membuat galaksi.
9. Reruntuhan Bangunan di Bulan
Dalam artikel lalu kita telah membahas kemungkinan kehidupan di planet jauh, dan di planet dekat. Teori konspirasi menyatakan bahwa memang ada reruntuhan kuno dan bangunan di bulan, tetapi pemerintah telah menyensor mereka dari pengamatan masyarakat. Teori ini tidak punya dukungan sampai dua terobosan baru-baru ini. Seorang pria yang mengaku telah bekerja untuk pemerintah mensensor foto bulan, menjelaskan bagaimana sensor dilakukan dan bahwa memang ada struktur di bulan. Baru-baru ini, ilmuwan mengumumkan mereka yakin bahwa mereka telah menemukan air, mungkin dalam es atau bentuk cair, di bawah permukaan bulan. Untuk teori konspirasi, ini adalah bukti yang mereka butuhkan, sementara kritikus menganggapnya sebagai “spekulasi konyol”. Anda dapat membaca lebih lanjut tentang ini, dan menonton video yang menarik.
10. Energi Gelap
Energi kegelapan adalah misteri alam terbesar di alam semesta ini, karena fakta unik ini yang diyakini ada di sekitar kita, dan itu menjelaskan mengapa sepertinya ada anomali dalam hukum gravitasi. Menurut hukum gravitasi, benda besar seperti cluster galaksi, harus tarik-menarik satu sama lain, dan tarik-menarik gravitasi ini harus pada objek lain. Namun ini tidak terjadi, dan faktanya adalah kelompok galaksi yang bergerak paling jauh terpisah. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa alam semesta terus bertambah pada tingkat yang luar biasa.Untuk menjawab pertanyaan tentang mengapa hal ini, para ilmuwan mengembangkan teori Dark Energy, yang memiliki efek berlawanan dengan gravitasi, mendorong hal-hal menjadi terpisah. Perhitungan Matematika menunjukkan bahwa itu memang ada dan membentuk 74% dari semesta kita, diluar berat gravitasi, dan inilah sebabnya mengapa alam semesta memanjang keluar. Namun kita masih tidak memiliki bukti konklusif, sehingga tetap menjadi misteri alam bagi kita. 

Keluarga Semesta

-- Galaksi --

adalah sistem perbintangan yang maha luas dimana terdapat milyaran bintang dan benda langit lainnya yang beredar mengelilingi pusat dengan gerakan teratur.

Ciri-ciri Galaksi:

 Semua galaksi memiliki inti dari sistem galaksi 

 Seluruh sistem yang terdapat pada galaksi melakukan rotasi 

 Galaksi memiliki cahaya sendiri, bukan cahaya pantulan 
 Galaksi memiliki bentuk tertentu 
 Galaksi-galaksi hanya terlihat di luar jalur Galaksi Bimasakti
Edwin Hubble pada tahun 1925 mengklasifikasikan galaksi berdasarkan bentuknya, menjadi
1. Galaksi Bentuk Spiral (S)

Ciri-ciri:

a) terlihat seperti pusaran api raksasa

b) mempunyai struktur yang teratur seperti Bima Sakti dan M31 di Andromeda

c) mempunyai 3 bagian, yaitu:

- pusat roda

- selubung bulat yang membungkus pusat, terdiri dari bintang dan gugus bintang
- piringan dengan lengan spiral yang mengelilingi pusat di daerah khatulistiwa.
d) Jumlahnya meliputi 80% dari semua galaksi yang diketahui. Bentuk galaksi spiral pusatnya tidak bulat, tetapi berbentuk cerutu dan kedua ujungnya terjulur
2. Galaksi Bentuk Elips (E)


Ciri-ciri:

a) terlihat seperti bola lonjong besar yang bersinar

b) terdiri dari bagian pusat roda dan selubung di sekelilingnya

c) bentuknya agak pipih, kerapatan bintang pada pusatnya tergantung gravitasi massanya

d) jumlahnya + 17 % dari semua galaksi yang diketahui





3. Galaksi Bentuk Tak Beraturan


Ciri-ciri:

a) terlihat sebagai gumpalan datar atau onggokan bintang yang semakin menebal

b) Jumlahnya kurang dari 3% semua galaksi yang diketahui










Contoh galaksi:

1. Galaksi Bima Sakti (Milky Way)

Keadaan Galaksi Bima sakti 

 Corak dan strukturnya berbentuk spiral dengan massa bintang + 100 milyar massa Matahari.

 Dilihat dari pinggir, bentuknya seperti keping (cakram) dengan porosnya sebagai intinya.

 Garis tengah sekitar 100.000 tahun cahaya dan tebalnya 3.000 – 15.000 tahun cahaya di pusatnya.

 Matahari dan bintang-bintang lain merupakan “sistem lokal”, beredar mengelilingi intinya dengan kecepatan 450 km/detik dalam waktu 225 juta tahun (1 tahun kosmis) untuk sekali berputar lengkap.

 Matahari kita terletak agak di bagian tepi, berada pada jarak 30.000-35.000 tahun cahaya dari pusat galaksi.
 Bima Sakti menunjukkan gerak rotasi pada intinya.

2. Galaksi Andromeda (M31 atau Messier 31)

Galaksi Andromeda berjarak + 2 juta tahun cahaya dari galaksi bimasakti.

Galaksi ini berbentuk spiral dengan keunikan, yaitu:

 pusat galaksi tidak terurai menjadi bintang-bintang terpisah

 gugus bulatnya lebih redup empat kali dibandingkan Bima Sakti

 inti pusat galaksi sangat terang dan berwarna putih, di sekitarnya terdapat gugus bintang yang sudah tua dan berwarna merah jambu

 memiliki tujuh buah lengan yang membelit ketat dan tergores dengan debu yang bercahaya biru

3. Galaksi Roda Biru (Blue Pin Wheel) M33
Galaksi ini berbentuk spiral kecil. Jaraknya 2 juta tahun cahaya. Pada galaksi ini terdapat bintang Nova Maha Raksasa dan Cepheid.









4. Galaksi Pusaran Air (M51)

Termasuk galaksi spiral yang di sebelahnya terdapat galaksi tidak beraturan, yaitu NGC 5195. Kedua galaksi tersebut saling bersentuhan

menjauhi galaksi Bima Sakti dengan kecepatan yang sama, sehingga terletak pada jarak yang sama, yaitu + 14 juta tahun cahaya.








5. Galaksi Magellan atau Magelhaen atau Kabut Magellan (Magellanic Clouds) 

Galaksi ini ditemukan pada tahun 1519 oleh Magelan. Letaknya di konstelasi Dorado dan Tucana. Kabut yang terang dan besar disebut Magellan Besar dan yang kecil disebut Magellan Kecil. Galaksi Magellan adalah salah satu galaksi yang terdekat dengan Bima Sakti, berjarak + 150.000 tahun cahaya.












-- Bintang --

merupakan benda langit yang mempunyai cahaya sendiri akibat reaksi inti di dalamnya. Cahaya bintang terdiri atas gas pijar yang mengeluarkan cahaya dengan warna berbeda, yaitu putih kebiru-biruan, merah, atau kekuning-kuningan. Menurut hukum fisika, bintang yang bercahaya putih kebiruan memiliki temperatur paling tinggi, semakin merah atau kuning maka temperatur semakin rendah.

Singularitas : Titik Alam Semesta



      MENAKJUBKAN! Alam semesta yang maha luas dan selalu bertambah luas (khususnya pada saat ini) bermula dari suatu "gumpalan", dimana semua materi lumat dalam kerapatan tak hingga. Dapatkah dibayangkan, berapa besar kerapatan materi dalam sebuah "titik" yang volumenya nol, jika seluruh massa alam semesta yang terdiri dari sekitar 100 milyar kali 100 milyar bintang yang massa tiap-tiap bintang sebesar kira-kira massa matahari dalam tata surya kita dipaksakan masuk ke dalamnya? Titik ini dalam kajian kosmologi, yakni bahasan alam semesta skala besar, disebut singularitas.
Materi yang sekian banyak tersebut berkumpul menjadi neutron (partikel netral, tak bermuatan listrik). Sebab, elektron-elektron (partikel bermuatan listrik negatip) yang berasal dari masing-masing atom telah "menyatu" dengan proton (partikel bermuatan listrik positip) "pasangan"-nya dalam atom. Keberadaan alam semesta dari "gumpalan maha padat" yang mempunyai interaksi gravitasi (interaksi gravitasi disebabkan oleh adanya massa) yang luar biasa besar, memiliki efek remasan yang juga luar biasa besar sehingga gumpalan alam semesta mengkerut, berukuran lebih kecil dari bintang pulsar yang berjejari sekitar dua hingga tiga kali jari-jari matahari. Bahkan gumpalan ini mengkerut sehingga ia berukuran lebih kecil dari black holes, memiliki massa jauh lebih besar dibandingkan dengan massa pulsar dan terus mengkerut hingga berjejari mendekati ukuran titik.
    Menurut Prof. Baiquni, alam semesta yang berawal dari "ketiadaan" sebagai guncangan vakum yang membuatnya memiliki energi yang sangat tinggi dalam singularitas bertekanan negatip. Vakum yang mempunyai kandungan energi luar biasa besar dan tekanan gravitasi negatip ini menimbulkan suatu dorongan eksplosif yang luar biasa besar keluar dari singularitas.
      Seiring dengan mengembangnya alam semesta, materi dan radiasi di alam semesta menjadi semakin dingin. Karena suhu merupakan ukuran energi rerata (atau kelajuan rerata) partikel, pendinginan semesta memiliki pengaruh terhadap materi yang dikandungnya. Ketika alam semesta mendingin, karena ekspansi yang super cepat, suhunya merendah melewati 1.000 trilyun-trilyun derajat (coba bandingkan, misal, dengan suhu reaksi fusi di matahari yang "hanya" sekitar 5.500 derajat celcius), pada umur 10 pangkat minus 35 detik, terjadilah gejala 'lewat dingin'. Pada saat pengembunan tersentak, keluarlah materi dari bentuk energi yang memanaskan kosmos kembali menjadi 1.000 trilyun-trilyun (1 dengan 27 nol dibelakangnya) derajat. Namun, seluruh kosmos terdorong membesar dengan kecepatan luar biasa selama waktu 10 pangkat minus 32 detik. Ekspansi alam semesta yang luar biasa, menggelembung dengan tiupan dahsyat yang dikenal sebagai gejala inflasi.
       Selama proses inflasi ini, terdapat kemungkinan tak hanya satu alam saja yang muncul, tetapi beberapa alam, berapa jumlahnya? Dan masing-masing alam dapat memiliki hukum-hukumnya sendiri yang tidak perlu sama dengan hukum alam semesta yang kita tempati. Karena materialisasi dari energi yang tersedia yang pada akhirnya berakibat terhentinya inflasi tak terjadi secara serentak, maka di lokasi-lokasi tertentu terdapat konsentrasi materi yang merupakan benih galaksi-galaksi yang tersebar di seluruh kosmos. Jenis materi apa yang muncul pertama-tama di alam ini? Saat umum alam semesta mendekati seperseratus detik, isinya adalah radiasi dan partikel-partikel subnuklir. Pada saat itu, suhu kosmos sekitar 100 milyar derajat celcius. Campuran partikel dan radiasi yang sangat rapat serta bersuhu sangat tinggi itu lebih menyerupai "fluida" daripada zat padat, sehingga kosmolog menamainya "sop kosmos".
   Antara umur satu detik hingga tiga menit terjadi proses yang dinamai proses nukleosintesis (proses penggabungan inti-inti atom). Dalam periode ini, inti atom-atom ringan terbentuk sebagai hasil rekasi fusi nuklir. Saat, setelah umur alam semesta mencapai 700.000 tahun, elektron-elektron masuk dalam orbit mereka di sekitar inti dan bersama-sama inti membentuk atom sembil melepaskan energi radiasi; pada saat itu seluruh langit bercahaya terang-benderang dan hingga kini "cahaya" ini masih dapat diamati sebagai radiasi gelombang mikro.
      Menurut perhitungan para ilmuwan kosmologi, alam semesta mempunyai sekitar sepuluh dimensi; yaitu, empat dimensi ruang-waktu yang kita hayati, dan enam dimensi lainnya yang tak kita sadari, karena "tergulung" dengan jari-jari 10 pangkat minus 32 sentimeter yang berujud sebagai muatan listrik dan muatan nuklir. Dimensi yang kita hayati adalah dimensi yang, katakanlah, "terentang" sebagai ruang-waktu. Jika semua yang telah dirintis secara matematika ini memperoleh dukungan dari hasil ekperimen atau observasi, maka ada kemungkinan bahwa alam semesta yang kita huni ini mempunyai "dunia kembaran"(shadow world) yang sebenarnya keberadaannya di sekeliling kita, ia hanya dapat kita hubungi melalui medan gravitasi.

sumber : Pusat penelitian Fisika LIPI

Siklus Matahari



Setiap sebelas tahun matahari kita mengalami 
siklus matahari. Gambar di samping merupakan siklus matahari secara lengkap yang telah digambarkan oleh pesawat ruang angkasa SOHO yang mengorbit matahari. Siklus matahari disebabkan oleh perubahan medan magnet matahari, dan bervariasi dari maksimum matahari ketika terjadi sunspot (bintik matahari), pelemparan massa korona dan fenomena flare (lidah api) 
yang lebih sering,


daripada minimum matahari ketika aktivitas tersebut relatif tidak sering terjadi. Minimum matahari terjadi pada 1996 dan 2007, sedangkan maksimum matahari
 terjadi pada 2001. Gambar di atas dibuat dari citra SOHO pada matahari dalam cahaya iltraviolet ekstrim tiap tahun. Menurut tante wiki, siklus matahari atau siklus aktivitas magnet matahari adalah sumber utama dari variasi periodik matahari yang menggerakkan berbagai variasi dalam cuaca angkasa. Siklus ini diamati dengan menghitung frekuensi dan tempat terlihat sunspot pada matahari. Proses dinamo hidromagnetik yang digerakkan oleh aksi induksi dari aliran internal matahari.
Kita semua tentunya mengenal dengan apa yang disebut medan magnet, dari
 magnet yang ada pada pintu kulkas sampai pada bumi. Sebagai contoh jika
 kita menggunakan kompas ternyata kita menggunakan medan magnet bumi
 untuk mencari arah.  Kenyataannya bumi dapat dianggap sebagai magnet 
yang sangat besar.

Seperti bumi, matahari juga mempunyai medan magnet. Akan tetapi meda
magnet pada matahari jauh lebih rumit...(tobe continue...)

Kamis, 01 Maret 2012

Dinamika Teori Jagad Raya



Jagat raya adalah istilah lain dari alam semesta. Jagat raya adalah sebuah ruang tempat segenap benda langit berada, termasuk bumi tempat manusia hidup. Di jagat raya terdapat bermilyar-milyar bintang, planet-planet, komet,meteor. Selain itu di jagat raya juga terdapat debu, kabut dan gas. Beberapa teori yang menjelaskan tentang terbentuknya Jagat Raya : 

1. TEORI KEADAAN TETAP
        Teori Keadaan Tetap menyebutkan bahwa alam semesta selalu memuai dengan laju tetap dan materi baru terus menerus tercipta. Akibatnya, dalam ruang tertentu selalu dipadati oleh materi yang berjumlah tetap. Teori ini diajukan oleh ahli kosmologi bangsa Inggris (Fred Hoyle, Herman Bondi dan Thomas Gold). Dikatakan bahwa alam semesta ini tak berawal dan tak berakhir. Di mana-mana sama setiap saat. Agar alam semesta selalu dalam keadaan begitu maka perlu diciptakan bahan baru secara sinambung. Bahan baru ini menimbulkan tekanan yang memaksa alam semesta memuai secara terus-menerus. Bahan baru tersebut selanjutnya memadat menjadi galaksi untuk mengisi kekosongan yang ditimbulkan karena pemuaian.

2.  TEORI DENTUMAN BESAR (BIG BANG)
         Teori Dentuman Besar menyatakan bahwa alam semesta ini bermula dari suatu ledakan dahsyat (Big Bang) dan galaksi akan meluas tanpa batas. Teori lahir dari pemikiran ahli fisika Amerika (George Gamow). Ia mengatakan bahwa pada mulanya, alam semsta ini seperti bola raksasa yang sangat padat. Bola raksasa ini terdiri dari neutron dan tenaga pancaran yang disebut ‘Ylem” (diucapkan ‘ailem’). Sekitar 18 milyar tahun yang lalu, ylem ini meledak dahsyat. Bola mengembang sehingga berkurang kepadatannya dan turunlah suhunya dari milyaran derajad hingga jutaan derajat. Pada suhu sekitar 60 juta derajad semua neutron berubah menjadi proton dan elektron. Bersamaan dengan suhu yang menurun, terbentuklah semua unsur yang ada di alam sekarang ini. Pada suhu sekitar 300 derajad semua unsur berubah menjadi gas. Gumpalan gas inilah yang menjadi awal dari sebuah galaksi. Pengertian lebih lanjut tentang teori BIG BANG :
        Melalui dua proyek besar pemetaan galaksi yang dilakukan hingga kini, para ilmuwan telah membuat penemuan yang memberikan dukungan sangat penting bagi teori "Big Bang". Hasil penelitian tersebut disampaikan pada pertemuan musim dingin American Astronomical Society. Luasnya penyebaran galaksi-galaksi dinilai oleh para astrofisikawan sebagai salah satu warisan terpenting dari tahap-tahap awal alam semesta yang masih ada hingga saat ini. Oleh karenanya, adalah mungkin untuk mengacu pada informasi tentang penyebaran dan letak galaksi-galaksi sebagai  "sebuah jendela yang membuka pengetahuan tentang sejarah alam semesta."Dalam penelitian mereka yang berlangsung beberapa tahun, dua kelompok peneliti yang berbeda, yang terdiri dari ilmuwan Inggris, Australia dan Amerika, berhasil membuat peta tiga dimensi dari sekitar 266.000 galaksi. Para ilmuwan tersebut membandingkan data tentang penyebaran galaksi yang mereka kumpulkan dengan data dari Cosmic Background Radiation [Radiasi Latar Alam Semesta] yang dipancarkan ke segenap 
penjuru alam semesta, dan membuat penemuan penting berkenaan dengan asal usul galaksi-galaksi. Para peneliti yang mengkaji data tersebut menyimpulkan bahwa galaksi-galaksi terbentuk pada materi yang terbentuk 350.000 tahun setelah peristiwa Big Bang, di mana materi ini saling bertemu dan mengumpul, dan kemudian mendapatkan bentuknya akibat pengaruh gaya gravitasi.Menurut teori Big Bang, segala sesuatu berawal dari ledakan satu titik tunggal berkerapatan tak terhingga dan bervolume nol. Seiring dengan berjalannya waktu, ruang angkasa mengembang dan ruang yang memisahkan antara benda-benda langit pun mengembang.Penemuan tersebut membenarkan teori Big Bang, yang menyatakan bahwa jagat raya berawal dari ledakan satu titik tunggal bervolume nol dan berkerapatan tak terhingga yang terjadi sekitar 14 miliar tahun lalu. Teori ini terus-menerus dibuktikan kebenarannya melalui sejumlah pengkajian yang terdiri dari puluhan tahun pengamatan astronomi, dan berdiri tegar tak terkalahkan di atas pijakan yang teramat kokoh. Big Bang diterima oleh sebagian besar astrofisikawan masa kini, dan menjadi bukti ilmiah yang membenarkankenyataan bahwa Allah telah menciptakan alam semesta dari ketiadaan.Dalam penelitiannya selama sepuluh tahun, Observatorium Anglo-Australia di negara bagian New South Wales, Australia, menentukan letak 221.000 galaksi di jagat raya dengan menggunakan teknik pemetaan tiga dimensi. Pemetaan ini, yang dilakukan dengan bantuan teleskop bergaris tengah 3,9 meter pada menara observatorium itu, hampir sepuluh kali lebih besar dari penelitian serupa sebelumnya.(Di bawah pimpinan Dr. Matthew Colless, kepala observatorium tersebut, kelompok ilmuwan ini pertama-tama menentukan letak dan jarak antar-galaksi. Lalu mereka membuat model penyebaran galaksi-galaksi dan mempelajari variasi-variasi teramat kecil dalam model ini secara amat rinci. Para ilmuwan tersebut mengajukan hasil penelitian mereka untuk diterbitkan dalam jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society [Warta Bulanan Masyarakat Astronomi Kerajaan].Dalam pengkajian serupa yang dilakukan oleh Observatorium Apache Point di New Mexico, Amerika Serikat, letak dari sekitar 46.000 galaksi di wilayah lain dari jagat raya juga dipetakan dengan cara serupa dan penyebarannya diteliti. Penelitian ini, yang menggunakan teleskop Sloan bergaris tengah 2,5 meter, diketuai oleh Daniel Eisenstein dari Universitas Arizona, dan akan diterbitkan dalam Astrophysical Journal [Jurnal Astrofisika]. Hasil yang dicapai oleh dua kelompok peneliti ini diumumkan dalam pertemuan musim dingin American Astronomical Society [Masyarakat Astronomi Amerika] di San Diego, California, Amerika Serikat pada tanggal 11 Januari 2005.Data yang diperoleh dari satelit COBE pada tahun 1992 mengungkap adanya fluktuasi sangat kecil pada pancaran Radiasi Latar Alam Semesta.Big Bang dalam kosmologi adalah salah satu teori ilmu pengetahuan yang menjelaskan perkembangan dan bentuk awal dari alam semesta. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta ini terbentuk dari ledakan mahadahsyat yang terjadi sekitar 13.700 juta tahun lalu. Ledakan ini melontarkan materi dalam jumlah sangat besar ke segala penjuru alam semesta. Materi-materi ini kemudian yang kemudian mengisi alam semesta ini dalam bentuk bintang, planet, debu kosmis, asteroid/meteor, energi, dan partikel lainnya dialam semesta ini. Para ilmuwan juga percaya bawa Big Bang membentuk sistem tata surya. Ide sentral dari teori ini adalah bahwa teori relativitas umum dapat dikombinasikan dengan hasil pemantauan dalam skala besar pada pergerakan galaksi terhadap satu sama lain, dan meramalkan bahwa suatu saat alam semesta akan kembali atau terus. Konsekuensi alami dari Teori Big Bang yaitu pada masa lampau alam semesta punya suhu yang jauh lebih tinggi dan kerapatan yang jauh lebih tinggi. Big-Bang dan Alam Semesta yang MengembangPada tahun 1929 Astronom Amerika Serikat, Edwin Hubble melakukan observasi dan melihat Galaksi yang jauh dan bergerak selalu menjauhi kita dengan kecepatan yang tinggi. Ia juga melihat jarak antara Galaksi-galaksi bertambah setiap saat. Penemuan Hubble ini menunjukkan bahwa Alam Semesta kita tidaklah statis seperti yang dipercaya sejak lama, namun bergerak mengembang. Kemudian ini menimbulkan suatu perkiraan bahwa Alam Semesta bermula dari suatu ledakan sangat besar pada suatu saat di masa lampau yang dinamakan Dentuman Besar.Pada saat itu dimana Alam Semesta memiliki ukuran nol, dan berada pada kerapatan dan panas tak terhingga; kemudian meledak dan mengembang dengan laju pengembangan yang kritis, yang tidak terlalu lambat untuk membuatnya segera mengerut, atau terlalu cepat sehingga membuatnya menjadi kurang lebih kosong. Dan sesudah itu, kurang lebih jutaan tahun berikutnya, Alam Semesta akan terus 
mengembang tanpa kejadian-kejadian lain apapun. Alam Semesta secara keseluruhan 
akan terus mengembang dan mendingin.Alam Semesta berkembang, dengan laju 5%-10% per seribu juta tahun. Alam Semesta akan mengembang terus,namun dengan kelajuan yang semakin kecil,dan semakin kecil, meskipun tidak benar-benar mencapai nol. Walaupun andaikata Alam Semesta berkontraksi, ini tidak akan terjadi setidaknya untuk beberapa milyar tahun 
lagi. Berbagai macam energi yang ada di Alam Semesta ini jika ditelusuri adalah berasal dari energi Big Bang, yaitu energi pada saat penciptaan. Jumlah total seluruh energi di Alam Semesta ini adalah tepat nol.  

3.  TEORI ALAM SEMESTA YANG BERAYUN
          Tampaknya Teori Alam Semesta yang Berayun merupakan kelajutan dari teori Dentuman Besar. Para ahli menemukan bahwa gerak galaksi yang saling menjauh itu menunjukkan tanda-tanda makin melambat. Pelambatan ini menghasilkan suatu spekulasi bahwa alam semesta ini melengkung positif. Apabila benar demikian maka berarti alam semesta ini tak bertepi tetapi tidak tanpa batas. Sehingga, pada suatu waktu semua materi akan berhenti dan mulai mengerut lagi sebagai akibat gaya (tarik) gravitasi. Semua materi akan termampat lagi menjadi sebuah bola raksasa dan selanjutnya akan meledak lagi. Terbentuklah alam semsta seperti yang kita alami saat ini. Selama proses mengembang dan mengkerut, memampat dan meledak tiada materi yang rusak atau tercipta, melainkan hanya beubah tatanannya.
Hingga sekarang teori dentuman besar (BIG BANG) merupakan teori yang paling kuat tentang asal-usul Jagat Raya.
    

Sekilas



Astrofisika teoretis ialah bidang ilmu yang mencari penjelasan fenomena yang diamati oleh astronom dalam istilah fisika dengan pendekatan teoretis. Dengan tujuan ini, para astrofisikawan teoretis menciptakan dan mengevaluasi model-model dan teori fisika untuk membuat kembali dan memperkirakan pengamatan. Dalam kebanyakan kasus, mencoba memahami implikasi model fisika tak mudah dan memakan banyak waktu
dan usaha.
Astrofisikawan teoretis menggunakan variasi peralatan yang luas yang termasuk model analitik (sebagai contoh, politrope untuk memperkirakan perilaku bintang) dan simulasi bilangan komputasional. Masing-masing memiliki beberapa keuntungan. Umumnya model analitik sebuah proses lebih baik untuk memberikan pengetahuan ke dalam hati apa yang sedang berlangsung. Model numerik dapat mengungkap keberadaan fenomena dan efek yang sebaliknya takkan terlihat.
Para teoris dalam astrofisika berusaha menciptaklan model teoretis dan memperhitungkan konsekuensi pengamatan model-model itu. Bantuan ini memungkinkan pengamat mencari data yang dapat menyangkal model atau bantuan dalam pemilihan antara beberapa model berganti atau yang bertentangan.
Para teoris juga mencoba menghasilkan atau memodifikasi model untuk memperhitungkan data baru. Jika ada ketakkonsekuenan, kecenderungan umum ialah untuk mencoba membuat modifikasi minimal pada model itu untuk mencocokkan data. Dalam beberapa kasus, sejumlah besar data yang tak konsisten yang melebihi waktu bisa menimbulkan tertinggalnya model itu secara keseluruhan.
Dalam komunitas astronomi, secara luas para teoris dikarikaturkan seperti tak pada tempatnya secara mekanis dan tak mujur buat usaha pengamatan. Memiliki seorang teoris di sebuat observatorium mungkin dianggap membawa sial pada pengamatan yang sedang berjalanan dan menyebabkan mesin rusak atau merasa langit mendung di atas.
Topik-topik yang dipelajari astrofisikawan teoretis termasuk: dinamika bintang; pembentukan galaksi; struktur zat berskala besar di alam semesta; asal sinar kosmikrelativitas umum dan kosmologi. Relativitas astrofisika berjalan sebagai alat untuk mengukur sifat struktur skala besar yang mana gravitasi memainkan peran penting dalam fenomena fisika yang diamati dan berjalan sebagai dasar untuk (astro)fisikalubang hitam dan studi gelombang gravitasi.
Beberapa teori/model yang diterima luas dalam astrofisika termasuk Big Bangpemompaan kosmikbenda hitam, dan teori fundamentalfisika. Teori astrofisika yang memiliki beberapa pendukung namun secara luas nampaknya berbeda dengan pengamatan ialah kosmologi plasma. Contoh teori astrofisika yang tak diterima luas namun dianggap cukup bisa bertahan untuk karya lanjutan yang pantas ialah MOND.

Teori String untuk Simulasi Big Bang




Simulasi ini memungkinkan tim untuk dalam menyaksikan berbagai esensi sebagaimana alam semesta mencapai titik ekspansi selama big bang.
Tiga orang fisikawan asal Jepang telah menerapkan reformulasi teori string, yang disebut IIB, di mana matriks yang digunakan untuk menggambarkan sifat-sifat fisik alam semesta, pada superkomputer, secara efektif menunjukkan bahwa alam semesta secara spontan menggelembung dalam tiga arah, meninggalkan enam dimensi lain yang terbungkus rapat, seperti yang telah diprediksi teori string selama ini. Pekerjaan mereka, seperti yang dijelaskan dalam makalah pada server
arXiv dan yang akan segera muncul dalam Physical Review Letters, pada dasarnya menjelaskan tentang kelahiran alam semesta.
Teori string adalah teori yang menggabungkan mekanika kuantum dengan teori relativitas umum, yang seharusnya menjadi “teori segalanya”, salah satu teori tunggal yang dapat meringkas dan menjelaskan tentang segala sesuatu yang terjadi di alam semesta. Diperlukan kepastian yang tinggi, namun sejauh ini merupakan salah satu yang telah terbukti berguna dalam mendeskripsikan fenomena-fenomena yang berlainan seperti elektromagnetisme, gravitasi dan cara kerja lubang hitam.
Masalah yang dihadapi dengan teori string adalah karena sifatnya yang sangat sulit untuk dibuktikan secara nyata, yaitu bahwa sebenarnya ada sembilan dimensi, di mana waktu berperan sebagai dimensi kesepuluh, dan bahwa segala sesuatu terbuat dari jumlah tak terbatas garis yang berosilasi, yang disebut string (dawai), dibandingkan jika jumlah tak terbatas titik partikel membentuk dasar dari segala sesuatu. Masalah rumitnya adalah kenyataan bahwa kita hanya bisa melihat tiga dimensi, karena, secara teoritis, enam lainnya meringkuk ke dalam struktur kecil yang disebut manipol Calabi-Yau.
Untuk menyiasati masalah ini, para peneliti beralih ke model matriks IIB, yang mana teori string direpresentasikan menggunakan matriks besar tak terhingga, meskipun dalam kasus ini, diperkecil hanya berukuran 32×32 untuk tujuan praktis. Tim memodelkan semacam matriks pada superkomputer kemudian mereplikasikannya untuk menciptakan ratusan ribu matriks pada setiap simulasi saat-saat pertama alam semesta. Mereka kemudian menjalankan simulasi selama dua bulan. Simulasi ini memungkinkan tim untuk dalam menyaksikan berbagai esensi sebagaimana alam semesta mencapai titik ekspansi selama Big Bang. Namun yang lebih penting, mereka dapat melihat semua sembilan dimensi yang muncul, seperti aba-aba, dalam tiga arah, dengan enam di antaranya yang tersisa terbungkus erat, seperti yang telah disarankan teori string telah terjadi selama kelahiran alam semesta.
Rencana tim riset berikutnya adalah memastikan apakah mereka dapat memodelkan bagaimana kuantum ruang-waktu berkembang menjadi hal yang saat ini bisa kita rasakan di sekitar kita, dengan membangun model yang lebih besar menggunakan matriks yang lebih besar.
Jurnal: Sang-Woo Kim, Jun Nishimura, Asato Tsuchiya. Expanding (3+1)-dimensional universe from a Lorentzian matrix model for superstring theory in (9+1)-dimensions. Physical Review Letters, 2011. arXiv: 1108.1540v2 [hep-th]