Minggu, 21 Oktober 2012

Akidah Ahlussunnah Wal Jamaah

AKIDAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH


أصول عقيدة أهل السنة والجماعة
PRINSIP PRINSIP AQIDAH AHLU AS-SUNNAH WAL JAMA’AH




PENDAHULUAN


Segala puji bagi Robb semesta alam yang telah menunjuki kita semua kepada cahaya Islam dan sekali-kali kita tak akan mendapat petunjuk jika Allah tidak memberi kita petunjuk, kita mohon kepada-Nya agar kita senantiasa di tetapkan di atas hidayah-Nya sampai akhir hayat sebagaimana difirmankan Allah SWT :

]يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ [ (102) سورة آل عمران

“hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati kecuali dalam keadaan Islam." ( surat Ali Imran : 102)

begitu pula kita memohon agar hati kita tidak di condongkan kepada kesesatan setelah kita mendapat petunjuk, Allah berfirman :


]رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ[ سورة آل عمران

“ Ya Allah, janganlah Engkau palingkan hati-hati kami setelah Engkau memberi kami hidayah, dan berilah kepada kami dari sisi-Mu kerahmatan sesungguhnya Engkau Maha Pemberi” ( surat Ali Imran : 8)

Dan semoga shalawat serta salam senantiasa Allah limpahkan kepada Nabi kita, suri tauladan dan kekasih kita, Rasulullah r, yang telah diutus sebagai rahmat bagi alam semesta. Dan semoga ridha-Nya selalu dilimpahkan kepada para shahabatnya yang shaleh dan suci, baik dari kalangan Muhajirin maupun Anshar, serta kepada para pengikutnya yang setia selama ada waktu malam dan siang.

Wa ba’du : Inilah kalimat ringkas tentang penjelasan ‘Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yang pada kenyataan hidup masa kini diperselisihkan oleh umat Islam sehingga mereka berpecah belah. Hal itu terbukti dengan tumbuhnya berbagai kelompok (dakwah) kentemporer dan jamaah-jamaah yang berbeda-beda. Masing masing menyeru manusia (umat Islam) kepada golongannya; mengklaim bahwa diri dan golongan merekalah yang paling baik dan benar, sampai-sampai seorang muslim yang masih awam menjadi bingung, kepada siapakah dia belajar Islam dan kepada jemaah mana dia harus ikut bergabung. Bahkan seorang kafirpun yang ingin masuk kedalam Islam ikut ikutan bingung. Islam apakah yang benar yang harus didengar dan dibacanya; yakni ajaran Islam yang bersumber dari Al Qur’an dan As Sunnah yang telah diterapkan dan tergambar dalam kehidupan para sahabat Rasulullah yang mulia dan telah menjadi pedoman hidup sejak berabad-abad yang lalu, namun justru ia hanya bisa melihat Islam sebagai sebuah nama besar tanpa arti bagi dirinya.

Begitulah yang pernah dikatakan oleh seorang orientalis tentang Islam: “ Islam itu tertutup oleh kaumnya sendiri”, yakni orang-orang yang mengaku-ngaku muslim tetapi tidak konsisten (menetapi) dengan ajaran Islam yang sebenarnya.

Kami tidak mengatakan bahwa Islam telah hilang seluruhnya, dikarenakan telah menjamin kelanggengan Islam ini dengan keabadian kitabNya, sebagaimana Dia telah berfirman :


]إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ[(9) سورة الحجر

“ sesungguhnya Kamilah yang telah menurunkan Al Qur’an, sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”.
Maka, pastilah akan senantiasa ada segolongan kaum muslimin yang akan tetap teguh (konsisten) memegang ajarannya dan memelihara serta membelanya sebagaimana difirmankan Allah SWT:


}يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَلاَ يَخَافُونَ لَوْمَةَ لآئِمٍ { (54) سورة المائدة

“ Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya (dari Islam), maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lembut terhadap orang-orang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah dan yang tidak takut kepada celaan orang-orang yang suka mencela”.

Dan firman Allah :


]هَاأَنتُمْ هَؤُلَاء تُدْعَوْنَ لِتُنفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَمِنكُم مَّن يَبْخَلُ وَمَن يَبْخَلْ فَإِنَّمَا يَبْخَلُ عَن نَّفْسِهِ وَاللَّهُ الْغَنِيُّ وَأَنتُمُ الْفُقَرَاء وَإِن تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لا يَكُونُوا أَمْثَالَكُم[ (38) سورة محمد

“ Ingatlah kamu ini, orang- orang yang di ajak untuk menafkahkan ( hartamu ) di jalan Allah, maka di antara kamu ada yang bakhil, barang siapa bakhil berarti dia bakhil pada dirinya sendiri, Allah Maha Kaya dan kamu orang-orang yang membutuhkannya, dan jika kamu berpaling, niscaya Dia akan menggantikan ( kamu ) dengan kaum selain kamu dan mereka tidak akan seperti kamu ( ini )”. ( QS. Muhammad : 38)

golongan atau jamaah yang dimaksud adalah yang disabdakan oleh Rasulullah r dalam haditsnya :


" لا تزال طائفة من أمتي على الحق ظاهرين لا يضرهم من خذلهم ولا من خالفهم حتى يأتي أمر الله تبارك وتعالى وهم على ذلك "
“ akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang tetap membela al- haq, mereka senantiasa unggul, yang menghina dan menentang mereka tidak akan mampu membahayakan mereka hingga datang keputusan Allah Y, sedang mereka tetap dalam keadaan yang demikian”.

Bertolak dari sinilah kita dan siapa saja yang ingin mengenal Islam yang benar beserta pemeluknya yang setia harus mengenal golongan yang diberkahi ini dan mewakili Islam yang benar. Semoga Allah menjadikan kita termasuk dalam golongan ini agar kita bisa mengenal contoh dari mereka, dan agar supaya orang kafir yang ingin masuk Islam itupun dapat mengetahui untuk kemudian bisa bergabung.


AL-FIRQOTUN NAJIYAH (KELOMPOK YANG SELAMAT) ADALAH AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH

Pada masa kepemimpinan Rasulullah r kaum muslimin itu adalah umat yang satu, sebagaimana yang difirmankan Allah :


]إِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ [ (92) سورة الأنبياء

“ seungguhnya kalian ini adalah umat yang yang satu, dan Aku (Allah) adalah Robb kalian, maka beribadahlah kepada-Ku”.( QS. Al Anbiyaa: 92)

Maka kemudian sudah beberapa kali kaum yahudi dan munafiqun berusaha memecah belah kaum muslimin pada zaman Rasulullah r, namun mereka belum pernah berhasil. orang munafiqun berkata seperti yang dikisahkan oleh Allah Y:


]لا تُنفِقُوا عَلَى مَنْ عِندَ رَسُولِ اللَّهِ حَتَّى يَنفَضُّوا[ (7) سورة المنافقون
“ Janganlah kamu berinfaq kepada orang-orang yang berada di sisi Rasulullah, supaya mereka bubar”.
Yang kemudian dibantah langsung oleh Allah Y( pada lanjutan ayat yang sama ):


] وَلِلَّهِ خَزَائِنُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَلَكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لا يَفْقَهُونَ[(7)سورة المنافقون
“ pada hal milik Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, akan tetapi orang-orang munafiq itu tidak mengetahui.( QS.munafiqun : 7)

demikian pula, kaum yahudipun berusaha memecah belah dan memurtadkan mereka dari agama mereka :


]وَقَالَت طَّآئِفَةٌ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ آمِنُواْ بِالَّذِيَ أُنزِلَ عَلَى الَّذِينَ آمَنُواْ وَجْهَ النَّهَارِ وَاكْفُرُواْ آخِرَهُ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ[ (72) سورة آل عمران
“ Segolongan (lain) dari Ahli Kitab telah berkata (kepada sesamanya) : “ (pura-pura) berimanlah kamu kepada apa yang diturunkan kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang yang beriman ( para shahabat Rasul ) pada permulaan siang dan ingkarilah pada akhirnya, mudah-mudahan ( dengan cara demikian ) mereka ( kaum muslimin ) kembali kepada kekafiran”.( QS, Ali Imran : 72)

walaupun demikian, makar yang seperti itu tidak pernah berhasil kerena Allah menelanjangi dan menghinakan usaha mereka.
Kemudian mereka berusaha untuk kedua kalinya, mereka berusaha kembali memecah belah kesatuan kaum muslimin (Muhajirin dan Anshar) dengan mengipas-ipas kaum Anshar tentang permusuhan di antara mereka sebelum datangnya Islam dan perang syair di antara mereka. Allah membongkar makar mereka dalam firmanNya :


]يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوَاْ إِن تُطِيعُواْ فَرِيقًا مِّنَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ يَرُدُّوكُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ كَافِرِينَ [(100) سورة آل عمران
“ Hai orang-orang yang beriman, jika kalian mengikuti segolongan orang-orang yang diberi Al Kitab niscaya mereka akan mengembalikan kalian menjadi orang kafir sesudah kalian beriman”. (QS. Ali Imran : 100)
sampai pada firman Allah Y :


] يومَ تبيضُّ وجوهٌ وتسودُّ وجوهٌ [
“ Pada hari yang di waktu ada wajah-wajah berseri-seri, dan muram…”. (QS. Ali Imran : 106)

Maka kemudian Nabi r mendatangi kaum Anshar menasihati dan mengingatkan mereka akan nikmat Islam, dan bersatunya mereka melalui Islam , sehingga pada akhirnya mereka saling bersalaman dan berpulukan kembali setelah hampir hampir terjadi perpecahan, dengan demikian gagallah pula makar yahudi, dan tetaplah kaum muslimin berada dalam persatuan .
Allah memang memerintahkan mereka untuk bersatu di atas Al Haq dan melarang perselisihan dan perpecahan, sebagaimana firmanNya:


]وَلاَ تَكُونُواْ كَالَّذِينَ تَفَرَّقُواْ وَاخْتَلَفُواْ مِن بَعْدِ مَا جَاءهُمُ الْبَيِّنَاتُ[(105) سورة آل عمران
“ Dan jamganlah kamu menyerupai orang-orang yang berpecah belah dan berselisih sesudah datangnya keterangan yang jelas”( QS. Ali Imran : 105)

Dan firmanNya pula :


]وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُواْ [ (103) سورة آل عمران
“ Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali ( agama ) Allah , dan janganlah kamu berpecah-pecah” ( QS. Ali Imaran : 103)

Dan sesungguhnya Allah telah menyariatkan persatuan kepada mereka dalam melaksanakan berbagai macam ibadah; seperti shalat , dan shiyam, menunaikan haji dan dalam mencari ilmu, Nabi Muhammad r telah memerintahkan kaum muslimin ini agar bersatu dan melarang mereka dari perpecahan dan perselisian. Bahkan beliau telah memberikan suatu berita yang berisi anjuran untuk bersatu dan larangan untuk berselisih, yakni berita tentang akan terjadinya perpecahan pada umat ini sebagaimana hal tersebut telah terjadi pada umat-umat sebelumnya, sabda Beliau r :


" فإنه من يعش منكم فسيرى اختلافا كثيرا فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهديين من بعدي "
“ Sesungguhnya barang siapa yang masih hidup di antara kalian dia akan melihat perselisihan yang banyak , maka berpegang teguhlah kalian dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur rasyidin yang mendapat petunjuk setelah Aku” ([2]).

Dan sabdanya pula :
"افترقت اليهود على إحدى وسبعين فرقة وافترقت النصارى على اثنين وسبعين فرقة وستفترق هذه الأمة على ثلاث وسبعين فرقة كلها في النار إلا واحدة. قلنا : من هي يا رسول الله ؟ قال من كان على مثل أنا عليه اليوم أصحابي.

“Telah berpecah kaum yahudi menjadi tujuh puluh satu galongan , dan telah berpecah kaum nashrani menjadi tujuh puluh dua galongan , sedang umatku akan berpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan , semuanya akan masuk neraka kecuali satu. Maka kamipun bertanya: siapakah yang satu ini ya Rasulullah ? beliau menjawab : yaitu barang siapa yang berada pada apa-apa yang aku dan para shahabatku jalani ini”.

Sesungguhnya telah nyata apa-apa yang telah diberitakan Rasulullah r maka berpecahlah umat ini pada akhir generasi sahabat walaupun perpecahan tersebut tidak berdampak besar pada kondisi umat semasa generasi yang dipuji oleh Rasulullah dalam sabdanya :


" خيركم قرني ثم الذين يلونهم ثم الذين يلونهم "
“ Sebaik baik kalian adalah generasiku, kemudian generasi yang dating sesudahnya, kemudian yang datang sesudahnya” ( HR. Bukhari:3/3650. dan Muslim : 6/ 86)

Perawi hadits ini berkata: “ saya tidak tahu apakah Rasulullah r menyebut setelah generasinya dua atau tiga generasi”.

Yang demikian tersebut bisa terjadi karena masih banyaknya ulama dari kalangan muhadditsin, mefassirin, dan fuqaha. Mereka termasuk sebagai ulama tabiin dan pengikut para tabiin serta para imam yang empat dan murid-murid mereka. Juga disebabkan masih kuatnya daulah-daulah Islamiyyah pada abad-abad tersebut sehingga firqah-firqah menyimpang yang mulai ada pada waktu itu mengalami pukulan yang melumpuhkan baik dari segi hujjah maupun kekuatannya.

Setelah berlalunya abad-abad yang dipuji ini bercampurlah kaum muslimin dengan pemeluk beberapa agama-agama yang bertentangan . diterjemahkan kitab ilmu ajaran kuffar dan para raja Islampun mengambil beberapa kaki tangan pemeluk ajaran kafir untuk dijadikan menteri dan penasihat kerajaan, maka semakin dasyatlah perselisihan dikalangan umat dan percampurlah berbagai ragam golongan dan ajaran. Begitulah madzhab-madzhab yang bathilpun ikit bergabung dalam rangka merusak persatuan umat. Hal itu terus berlangsung hingga zaman kita sekarang dan sampai masa yang dikehendaki Allah. Karena Al Firqatun Najaih Ahlus Sunnah Wal Jamaah masih tetap berpegang teguh dengan ajaran Islam yang benar dan berjalan di atasnya, dan menyeru kepadanya, bahkan akan tetap berada dalam keadaan demikian sebagaimana diberitakan dalam hadits Rasulullah tentang keabadiannya, keberlangsungannya dan ketegarannya. Yang demikian itu adalah karunia dari Allah demi langgengnya hujjah atas para penentangnnya.

Sesungguhnya kelompok kecil yang diberkahi ini berada di atas apa-apa yang pernah ada semasa para sahabat y, bersama Rasulullah r baik dalam perkataan, perbuatan, maupun keyakinannya seperti yang disabdakan oleh beliau:


" هم من كان على مثل ما أنا عليه اليوم وأصحابي "
“ Mereka yaitu barang siapa yang berada pada apa-apa yang aku dan para sahabat jalani hari ini”
sesungguhnya mereka itu adalah sisa-sisa yang baik dari orang-orang yang tentang meraka Allah telah firmankan :


]فَلَوْلاَ كَانَ مِنَ الْقُرُونِ مِن قَبْلِكُمْ أُوْلُواْ بَقِيَّةٍ يَنْهَوْنَ عَنِ الْفَسَادِ فِي الأَرْضِ إِلاَّ قَلِيلاً مِّمَّنْ أَنجَيْنَا مِنْهُمْ وَاتَّبَعَ الَّذِينَ ظَلَمُواْ مَا أُتْرِفُواْ فِيهِ وَكَانُواْ مُجْرِمِينَ[ (116) سورة هود
“ Maka mengapakah tidak ada umat-umat sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan (keshalehan) yang melarang dari berbuat kerusakan di muka bumi kecuali sebagian kecil di antara orang-orang yang telah kami selamatkan di antara mereka, dan orang –orang yang dzalim hanya mementingkan kemewahan yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa” ( QS. Huud : 116).

NAMA-NAMA AL-FIRQATUN NAJIYAH DAN ARTINYA

Setelah kita mengetahui bahwa kelompok ini adalah golongan yang selamat dari kesesatan, maka tibalah giliran kita untuk mengetahui pula nama-nama beserta ciri-cirinya agar kita dapat mengikutinya. Sebenarnya kelompok ini memiliki nama-nama agung yang membedakannya dari kelompok-kelompok lain. Dan di antara nama-namanya adalah : Al-firqatun Najiyah ( golongan yang selamat ) ; Ath thooifatul Manshuroh (golongan yang di tolong ) dan Ahlus Sunnah Wal Jamaah, yang artinya adalah sebagai berikut :

1. Bahwasanya kelompok ini adalah kolompak yang selamat dari api neraka, sebagaimana yang telah dikecualikan oleh Rasulullah r ketika menyebutkan kelompok-kelompok yang ada pada umatnya dengan sadbanya : “ seluruhnya di neraka kecuali satu; yakni yang tidak masuk ke dalam neraka”

2. Bahwasanya kelompok ini adalah kelompok yang tetap berpegang teguh kepada AlQur’an dan As Sunnah dan apa-apa yang dipegang oleh assabiqunal awwalun (para pendahulu yang pertama) baik dari kalangan Muhajirin maupun Anshar, sebagaiman disabdakan Rasulullah r. “ Mereka itu adalah orang-orang yang berjalan di atas apa yang aku dan sahabatku lakukan hari ini”.

3. bahwasanya pemeluk kelompok ini adalah mereka yang menganut paham Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Mereka itu bisa dibedakan dari kelompok lainnya pada dua hal penting: pertama, berpegang teguhnya mereka terhadap As-sunnah sehingga mereka disebut sebagai pemeluk sunnah (Ahlus sunnah). Berbeda dengan kelompok-kelompok lain karena mereka berpegang teguh dengan pendapat-pendapatnya, hawa nafsunya, dan perkataan para pemimpinnya. Oleh karena itu, kelompok-kelompok tersebut tidak dinisbahkan kepada Sunnah, akan tetapi dinisbahkan kepada bi’dah-bid’ah dan kesesatan-kesesatan yang ada pada kelompok itu sendiri, seperti Al Qadariyah dan Al Murji’ah, atau dinisbatkan kepada para imamnya seperti Al Jahmiah, atau dinisbatkan kepada pekerjaan-pekerjaannya yang kotor seperti Ar Rafidhah dan Al Khawarij.

Adapun perbedaan yang kedua adalah bahwasanya mereka itu Ahlul Jamaah karena kesepakatan mereka untuk berpegang teguh dengan Al Haq dan jauhnya mereka dari perpecahan. Berbeda dengan kelompok-kelompok lain, mereka tidak bersepakat untuk berpegang teguh dengan Al Haq akan tetapi mereka itu hanya mengikuti hawa nafsu mereka, maka tidak ada kebenaran pada mereka yang mampu menyatukan mereka.

4. Bahwasanya kelompok ini adalah golongan yang ditolong Allah sampai hari kiamat, karena gigihnya mereka dalam menolong agama Allah, maka Allah menolong mereka seperti difirmankan Allah :


] إنْ تَنْصُرُوا اللهَ ينصرْكُم [
“ Jika kamu menolong Allah niscaya Allah akan menolong kalian” ( QS. Muhammad : 7)

Oleh karena itu pula Nabi Muhammad r telah bersabda :
" لا يضرهم من خذلهم ولا من خالفهم حتى يأتي أمر الله تبارك وتعالى وهم على ذلك"

“ Tidaklah yang menghina dan menentang mereka itu akan mampu memadharatkan (membahayakan) mereka sampai datang keputusan Allah tabaaraka wata’ala sedang mereka itu tetap dalam keadaan demikian”


PRINSIP-PRINSIP AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH

Sesungguhnya Ahlus Sunnah Wal Jamaah berjalan di atas prinsip-prinsip yang jelas dan kokoh baik dalam I’tiqad, amal maupun perilakunya, seluruh prinsip-prinsip yang agung ini bersumber pada kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya dan apa - apa yang dipegang teguh oleh para pendahulu ummat dari kalangan sahabat, tabi’in dan pengikut mereka yang setia.
Prinsip-prinsip tersebut teringkas dalam butir-butir berikut :

Prinsip pertama : beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul- rasul-Nya, Hari Akhir dan Taqdir baik dan buruknya.

1. Iman kepada Allah:
Beriman kepada Allah artinya berikrar dengan macam macamnya tauhid yang tiga serta beri’tiqad dan beramal dengannya, yaitu tauhid Rububiyah, tauhid Uluhiyah, dan tauhid Asma’ dan sifat.

Adapun tauhid Rububiyah adalah mentauhidkan segala apa yang dikerjakan Allah baik mencipta, memberi rizki, menghidupkan dan mematikan; dan bahwasanya Dia itu adalah Raja dan Penguasa segala sesuatu.

Tauhid Uluhiyah artinya mengesakan Allah melalui segala pekerjaan hamba yang dengan itu mereka dapat mendekatkan diri kepada Allah, apabila memang hal itu disyariatkan oleh-Nya seperti berdo’a, takut, berharap, cinta, penyembelihan, nadzar, istianah( minta pertolongan, istighatsah ( minta bantuan), minta perlindungan, shalat, puasa, haji, berinfaq di jalan Allah dan segala apa saja yang disyariatkan dan diperintahkan Allah dengan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun baik seorang malaikat, nabi, wali, maupun yang lainnya.

Sedangkan makna tauhid Al Asma’ Wash- shifat adalah menetapkan apa-apa yang Allah dan RasulNya telah tetapkan atas Dirinya baik itu berkenaan dengan nama-nama maupun sifat-sifat Allah dan mensucikannya dari segala ‘aib dan kekurangan sebagaimana hal tersebut telah disucikan oleh Alloh dan Rasul-Nya. Semua ini kita yakini tanpa melakukan tamtsil (perumpamaan), tanpa tasybih (penyerupaan), dan tahrif (penyelewengan ), ta’thil ( penafian), dan tanpa takwil; seperti difirmankan Allah Y :


] كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ[(11) سورة الشورى
“ tak ada sesuatu apapun yang menyerupaiNya dan Dia Maha Mendengar lagi Maha mengetahui” ( QS. Asy- Syura : 11)


]وَلِلّهِ الأَسْمَاء الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا [ (180) سورة الأعراف
“ Dan Allah mempunyai nama-nama yang baik, maka berdo’alah kamu dengannya” ( QS. Al- A’raf : 180)

2. Iman kepada para Malaikat-Nya:
Yakni membenarkan adanya para malaikat, dan bahwasanya mereka itu adalah makhluk dari sekian banyak makhluk Allah, diciptakan dari cahaya. Allah menciptakan malaikat dalam rangka untuk beribadah kepada-Nya dan menjalankan perintah-perintah-Nya di dunia ini, sebagai mana difirmankan Alloh :


]بَلْ عِبَادٌ مُّكْرَمُونَ(26) لا يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَهُم بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ[ سورة الأنبياء
“ … Bahkan malaikat-malaikat itu adalah makhluk yang dimuliakan, mereka tidak mendahuli-Nya dalam perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya”( QS. Al-Anbiyaa: 26-27)


] جَاعِلِ الْمَلَائِكَةِ رُسُلا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَّثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاء[ (1) سورة فاطر
“ Allahlah yang menjadikan para malaikat sebagai utusan yang memiliki sayap dua, tiga dan empat, Allah menambah para makhluk-Nya apa-apa yang Dia kehendaki” ( QS. Fatiir : 1)

3. Iman kepada Kitab- kitab-Nya:
Yakni membenarkan adanya Kitab-kitab Allah beserta segala kandungannya baik yang berupa hidayah (petunjuk) dan cahaya serta mengimani bahwasanya yang menurunkan Kitab-kitab itu adalah Allah sebagai petunjuk bagi seluruh manusia. Dan bahwasanya yang paling agung di antara sekian banyak kitab-kitab itu adalah tiga kitab yaitu; Taurat, Injil, dan Al-Qur’an, dan di antara kitab agung di atas yang teragung lagi adalah Al-Qur’an yang merupakan mukjizat yang agung. Allah berfirman :


]قُل لَّئِنِ اجْتَمَعَتِ الإِنسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَن يَأْتُواْ بِمِثْلِ هَذَا الْقُرْآنِ لاَ يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا [ (88) سورة الإسراء

“ Katakanlah ( hai Muhammad ) :” Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa dengan Al- Qur’an niscaya mereka tidak akan mampu melakukannya walaupun sesama mereka saling bahu-membahu” ( QS. AL –Isra: 88)

Dan Ahlus Sunnah Wal Jamaah mengimani bahwa Al Qur’an itu adalah kalam (firman) Allah, dan dia bukanlah makhluk baik huruf maupun artinya. Berbeda dengan pendapat golongan Jahmiah dan Mu’tazilah, mereka mengatakan bahwa Al-Qur,an adalah makhluk baik huruf maupun maknanya. Berbeda pula dengan pendapat Asy’ariyah dan yang menyerupai mereka, yang mengatakan bahwa kalam ( firman Allah ) hanyalah artinya saja, sedangkan huruf-hurufnya adalah makhluk. Menurut Ahlus Sunnah Wal Jamaah kedua pendapat tersrbut adalah bathil, berdasarkan firman Allah :


]وَإِنْ أَحَدٌ مِّنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّى يَسْمَعَ كَلاَمَ اللّه[ِ (6) سورة التوبة

“ Dan jika ada seorang dari kaum musyrikin meminta perlindungan kepadamu maka lindungilah ia, sehingga ia sempat mendengar kalam Allah ( Al- Qur’an ) ( At Taubah : 6)


] يريدون أن يبدلوا كلام الله [

“ Mereka itu ingin merubah kalam Allah” (QS. Al Fath : 15)
Disitu tegas dinyatakan bahwa Al Qur’an sebagai Kalam Allah, bukan kalam yang selainnya.

4. Iman kepada para Rasul:


yakni membenarkan semua rasul-rasul baik yang Allah sebutkan nama mereka maupun yang tidak, dari yang pertama sampai yang terakhir, dan penutup para nabi tersebut adalah nabi kita Muhammad r. Artinya pula, beriman kepada para rasul seluruhnya dan beriman kepada nabi kita secara terperinci, serta mengimani bahwasanya bahwa beliau adalah penutup para nabi dan para rasul dan tidak ada nabi sesudahnya. Maka barang siapa yang keimanannya kepada para rasul tidak demikian berarti dia telah kafir. Termasuk pula beriman kepada para rasul adalah tidak melalaikan dan tidak berlebih-lebihan terhadap hak mereka dan harus berbeda dengan kaum Yahudi dan Nasrani yang berlebih-lebihan terhadap para rasul mereka, sehingga mereka menjadikan dan memperlakukan para rasul itu seperti memperlakukannya terhadap tuhan (Allah), sebagaimana yang difirmankan Allah :


] وقالت اليهود عزير ابن الله وقالت النصارى المسيح ابن الله [
“ Dan orang-orang Yahudi berkata: ‘Uzair itu anak Allah, dan orang-orang Nashrani berkata: Isa Al Masih itu anak Allah” (QS. At Taubah : 30)

Sedang orang-orang sufi dan para Ahli filsafat telah bertindak sebaliknya. Mereka telah merendahkan dan menghinakan hak para rasul, dan lebih mengutamakan para pemimpin mereka, sedang kaum penyembah berhala dan atheis telah kafir kapada seluruh para Rasul tersebut. Orang yahudi telah kafir kepada Nabi Isa dan Muhammad r, sedang orang Nashrani telah kafir kepada nabi Muhammad r , dan orang- orang yang mengimani sebagian dan mengingkari sebagian (para rasul) maka dia telah mengingkari seluruh Rasul, Allah telah berfirman:


]إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِاللّهِ وَرُسُلِهِ وَيُرِيدُونَ أَن يُفَرِّقُواْ بَيْنَ اللّهِ وَرُسُلِهِ وَيقُولُونَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَنَكْفُرُ بِبَعْضٍ وَيُرِيدُونَ أَن يَتَّخِذُواْ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلاً(150) أُوْلَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ حَقًّا وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُّهِينًا[ سورة النساء


Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan Rasul-rasulNya dan bermaksud memperbedakan antara ( keimanan kepada) Allah dan RasuNya, dengan mengatakan : kami beriman kepada yang sebagian dan kami kafir kepada sebagian ( yang lain ) , serta bermaksud ( dengan perkataan itu ) mengambil jalan di antara yang demikian ( iman dan kafir ) merekalah orang-orang yang kafir sebenar benarnya, kami telah menyediakan untuk mereka siksa yang menghinakn” ( QSAn-NISA’ :150-151)

Dan juga Allah telah berfirman :
] لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ [
“ Kami tidak membeda bedakan satu diantara Rasul rasul Nya” ( QS. Al Baqarah : 285)


5. Iman kepada hari kiamat:
Yakni membenarkan apa-apa yang akan terjadi setelah kematian dari hal-hal yang telah diberitakan Allah dan Rasul-Nya, baik tentang adzab dan nikmat qubur, hari kebangkitan dari qubur,, hari berkumpulnya manusia di padang mahsyar, hari perhitungan dan ditimbangkannya segala amal perbuatan, dan pemberian buku laporan amal dengan tangan kanan atau tangan kiri, tentang jembatan ( shirath ), serta surga atau neraka, di samping itu keimanan untuk bersiap sedia dengan amalan shaleh, dan meninggalkan amalan sayyiaat ( jahat ) serta bertaubat dari padanya.


Dan sungguh telah mengingkari adanya hari akhir orang-orang musyrik dan kaum dahriyyun, sedang orang-orang Yahudi dan orang-orang Nashrani tidak mengimani hal ini dengan keimanan yang benar sesuai dengan tuntunan, walau mereka beriman akan adanya hari akhir. Firman Allah :
}وَقَالُواْ لَن يَدْخُلَ الْجَنَّةَ إِلاَّ مَن كَانَ هُوداً أَوْ نَصَارَى تِلْكَ أَمَانِيُّهُمْ قُلْ هَاتُواْ بُرْهَانَكُمْ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ{ (111) سورة البقرة
“ Dan mereka( Yahudi dan Nashrani ) berkata : sekali-kali tidaklah masuk surga kecuali orang-orang ( yang beragama ) Yahudi dan Nashrani, demikianlah angan-angan mereka….(QS. Al Baqarah : 111)


] وقالوا لن تمسنا النار إلا أياما معدودات [
“ Dan mereka berkata: kami sekali-kali tidak akan disentuh api neraka kecuali hanya dalam beberapa hari saja” ( QS.Al Baqarah : 80)

6. Imam kepada takdir:Yakni beriman bahwasanya Allah itu mengetahui apa-apa yang telah terjadi dan yang akan terjadi; menentukan dan menulisnya dalam mahfudz; dan bahwasanya segala sesuatu yang terjadi, baik maupun buruk, kafir, iman, taat, maksiat, itu telah dikehendaki, ditentukan, dan diciptakan-Nya, dan bahwasanya Allah itu mencintai ketaatan dan membenci kamaksiatan.


Sedang hamba Allah itu mempunyai kekuasaan, kehendak, dan kemampuan memilih terhadap pekerjaan-pekerjaan yang menghantar mereka pada ketaatan atau kemaksiatan, akan tetapi semua itu mengikuti kemauan dan kehendak Allah. Berbeda dengan pendapat golongan jabariah yang mengatakan bahwa manusia terpaksa dengan pekerjan-pekerjaannya, tidak memiliki pilihan atau kemampuan, sebaliknya golongan qadariyah mengatakan bahwasanya hamba itu memiliki kemauan yang berdiri sendiri dan bahwasanya dialah yang menciptakan pekerjaan dirinya, kemauan dan kehendak itu terlepas dari kemauan dan kehendak Allah.
Allah benar-benar telah membantah kedua pendapat di atas dengan firmanNya :


] وما تشاءون إلا أن يشاء الله رب العالمين [
“ Dan Kamu tidak bisa berkemauan seperti itu kecuali apabiala Allah menghendakinya” ( QS. At Takwir : 29)

Dengan ayat ini Allah menetapkan adanya kehendak bagi setiap hamba sebagai bantahan bagi jabariyah yang ekstrim, bahkan menjadikannya sesuai dengan kehendak Allah, hal ini merupakan bantahan atas golongan qadariyah. Dan beriman kepada takdir dapat menimbulkan sikap sabar sewaktu seorang hamba menghadapi berbagai cobaan dan menjauhkannya dari segala perbuatan dosa dan hal-hal yang tidak terpuji, bahkan dapat mendorong orang tersebut untuk giat bekerja dan menjauhkan dirinya dari sikap lemah takut dan malas.

Prinsip kedua :
Dan di antara prinsip-prinsip Ahlus Sunnah Wal Jamaah adalah : bahwasanya iman itu perkataan, perbutan, dan keyakinan yang bisa bertambah dengan ketaatan dan bisa berkurang dengan kemaksiatan,maka iman itu bukan hanya perkataan dan perbuatan tanpa keyakinan sebab yang demikian itu merupakan keimanan kaum munafiq, dan bukan pula iman itu hanya sekedar ma’rifah (pengetahuan) dan meyakini tanpa ikrar dan amal sebab yang demikian itu merupakan keimanan orang-orang kafir yang menolak kebenaran. Allah berfirman :


]وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا فَانظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ[ (14) سورة النمل
“ dan mereka mengingkarinya karena kadzoliman dan kesombongan (mereka), padahal hati-hati mereka meyakini kebenarannya, maka lihatlah kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan” ( Al An’am : 14).


] فإنهم لا يكذبونك ولكن الظالمين بآيات الله يجحدون [
“ … karena sebenarnya mereka bukan mendustakanmu, akan tetapi orang-orang yang dzalim itu menentang ayat-ayat Allah” (QS. Al Al’am : 33)


]وَعَادًا وَثَمُودَ وَقَد تَّبَيَّنَ لَكُم مِّن مَّسَاكِنِهِمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَكَانُوا مُسْتَبْصِرِينَ[ (38) سورة العنكبوت

“Dan kaum ‘Aad dan Tsamud, dan sungguh telah nyata bagi kamu kehancuran tempat-tempat tinggal mereka. Dan syetan menjadikan mereka memandang baik perbuatan mereka sehingga menghalangi mereka dari jalan Allah pada hal mereka adalah orang-orang yang berpandangan tajam” ( QS. Al Ankabut : 38)

bukan pula iman itu hanya satu keyakinan dalam hati atau perkataan dan keyakinan tanpa amal perbuatan, karena yang demikian adalah keimanan golongan murjiah, Allah sering kali menyebut amal perbuatan termasuk iman sebagaimana tersebut dalam firmanNya :

]إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ(2) أُوْلَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا [ (4) سورة الأنفال
“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah meraka yang apabila ia disebut nama Allah bergeter hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat Allah bertambahlah imannya dan kepada Allah-lah mereka bertawakkal, ( yaitu ) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan apa-apa yang telah dikaruniakan kepada mereka, merekalah orang-orang mukmin yang sebenarnya( QS. Al Anfaal : 2-4)

وما كان الله ليضيع إيمانهم [
“ Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan iman kalian” ( QS. Al Baqarah : 143)
yaitu shalatmu dengan menghadap ke baitul Maqdis, maka shalat di sini dinamakan iman.

Prinsip ketiga :

Dan di antara prinsip-prinsip aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah adalah bahwasanya mereka tidak mengkafirkan seseorang dari kaum muslimin kecuali apabila dia melakukan perbuatan yang membatalkan keislamannya. Adapun perbuatan dosa besar selain kemusyrikan dan tidak ada dalil yang menghukumi pelakunya sebagai kafir, misalnya meninggalkan shalat karena malas, maka pelaku (dosa tersebut) tidak dihukumi kafir akan tetapi di hukumi fasiq dan imannya tidak sempurna. Apabila ia mati sedang dia belum bertaubat maka dia berada dalam kehendak Allah. Jika Ia berkehendak Ia akan mengampuninya dan jika Ia berkehendak Ia akan mengazdabnya, namun sipelaku tidak kekal di neraka, Allah telah berfirman :

إن الله لا يغفر أن يشرك به ويغفر مادون ذلك لمن يشاء[
“ Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni dosa-dosa selainnya bagi siapa yang di kehendakiNya ..(QS. An Nissa’ : 48)

Dan madzhab Ahlus Sunnah Wal Jamaah dalam masalah ini di antara tengah-tengah khawarij yang mengkafirkan orang-orang yang melakukan dosa besar walau bukan termasuk syirik, dan murjiah yang mengatakan si pelaku dosa besar sebagai mukmin sempurna imannya, dan mereka mengatakan pula tidak berarti suatu dosa maksiat dengan adanya iman, sebagaimana tak berarti suatu perbuatan taat dengan adanya kekafiran.

Prinsip keempat :
Dan di antara prinsip-prinsip Ahlus Sunnah Wal Jamaah adalah wajibnya taat kepada pemimpin kaum muslimin selama mereka tidak memerintahkan untuk berbuat maksiat, apa bila mereka memerintahkan berbuat maksiat di kala itulah kita dilarang untuk mentaatinya namun tetap wajib taat dalam kebenaran lainnya, sebagaimana firman Allah Y :

يا أيها الذين آمنوا أطيعوا الله وأطيعوا الرسول وأولي الأمر منكم [
“ Hai orang-orang yang beriman, taatlah kamu kepada Allah dan taatkan kepada Rasul serta para pemimpin di antara kalian ..” ( QS. An Nisaa :59)
Dan sabda Nabi r :

أوصيكم بتقوى الله والسمع والطاعة وإن تأمّر عليكم عبد "
“ Dan aku berwasiat kepada kalian agar kalian bertaqwa kepada Allah dan mendengar dan taat walaupun yang memimpin kalian seorang hamba”

Dan Ahlus Sunnah Wal Jamaah memandang bahwa maksiat kepada seorang amir yang muslim itu merupakan maksiat kepada Rasulullah r , sebagaimana sabdanya :

من يطع الأمير فقد أطاعني ومن عصى الأمير فقد عصاني "
“ Barang siapa yang taat kepada amir ( yang muslim ) maka dia taat kepadaku dan barang siapa yang maksiat kepada amir maka dia maksiat kepadaku “( HR. Bukhari Muslim)

Demikian pula Ahlus Sunnah Wal Jamaah memandang bolehnya shalat dan berjihad di belakang para amir dan menasehati serta mendoakan mereka untuk kebaikan dan keistiqomahan.

Prinsip kelima:Dan di antara prinsip-prinsip Ahlus Sunnah Wal Jamaah adalah haramnya keluar untuk memberontak terhadap pimpinan kaum muslimin apabila melakukan hal-hal yang menyimpang, selama hal tersebut tidak termasuk amalan kufur. Hal ini sesuai dengan perintah Rasulullah r tentang wajibnya taat kepada mereka dalam hal-hal yang bukan maksiat dan selama belum tampak pada mereka kekafiran yang jelas. Berlainan dengan Mu’tazilah yang mewajibkan keluar dari kepemimpinam para imam pemimpin yang melakukan dosa besar walaupun belum termasuk amalan kufur, dan mereka memandang amalan tersebut sebagai amar ma’ruf nahi mungkar. Sedang pada kenyataannya Mu’tazilah seperti ini merupakan kemungkaran yang besar karena menuntut adanya bahaya bahaya yang besar baik berupa kericuan, keributan, dan kerawanan dari pihak musuh.

Prinsip keenam :Dan diantara prinsip Ahlus Sunnah Wal Jamaah bersihnya hati dan mulut mereka terhadap para sahabat Rasuly, sebagaimana hal ini telah digambarkan oleh Allah Y ketika mengkisahkan sahabat Muhajirin dan Anshar dan pujian-pujian terhadap mereka :

]وَالَّذِينَ جَاؤُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ[(10) سورة الحشر
“ Dan orang-orang yang datang sesudah mereka mengatakan : ya Allah, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dalam iman dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami kebencian kepada orang-orang yang beriman; ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang” ( QS. Al Hasyr : 10)

Dan sesuai sabda Rasulullah r :
لا تسبوا أصحابي فوالذي نفسي بيده لو أنفق أحدكم مثل أحد ذهبا ما بلغ مد أحدهم ولا نصيفه"
“ Janganlah kamu sekali-kali mencela sahabat-sahabatku, maka demi dzat yang jiwaku di tanganNya, kalau seandainya salah seorang di antar kalian menginfaqkan emas sebesar gunung Uhud, niscaya tidak akan mencapai segenggam kebaikan salah seorang di antara mereka tidak juga setengahnya”( HR. Bukhari: 3/ 3673,dan Muslim:6/92-93)

Berlainan dengan sikap dengan orang-orang ahlul bid’ah baik dari kalangan Rafidhah maupun khawarij yang mencela dan meremehkan keutamaan para sahabat.
Ahlus Sunnah memandang bahwa para khalifah setelah Rasulullah r adalah Abu Bakar, kemudian, Umar bin Khatab, ‘Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib RA. Barang siapa yang mencela salah satu khalifah di antara mereka, maka dia lebih sesat dari pada keledai karena bertentangan dengan nash dan ijma’ atas kekhalifahan mereka dalan urutan seperti ini.

Prinsip ketujuh:
Dan di antara prinsip-prinsip Ahlus Sunnah Wal Jamaah adalah mencintai ahlul bait sesuai dengan wasiat Rasulullah r dalan sabdanya :

أذكركم الله في أهل بيتي "

“ Sesungguhnya aku mengingatkan kalian dengan ahli baitku “
Sedang yang termasuk ahli bait ( keluarga ) beliau adalah istri-istrinya sebagai ibu kaum mu’minin RA. Dan sungguh Allah telah berfirman tentang mereka setelah menegur mereka :

يا نسآء النبي
“ Wahai wanita-wanita Nabi …( QS. Al Ahzaab : 32)

kemudian mengarahkan nasihat-nasihat kepada mereka dan menjanjikan mereka dengan pahala yang besar, Allah berfirman :

إنما يريد الله ليذهب عنكم الرجس أهل البيت ويطهركم تطهيرا
“ Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan mensucikan kamu sesuci-sucinya ( QS. Al Ahzaab: 33)

Pada pokoknya ahlul bait itu adalah saudara-saudara dekat Nabi r dan yang dimaksudkan di sini khususnya adalah yang shaleh di antara mereka. Sedang saudara-saudara dekat yang tidak shaleh, seperti pamannya, Abu Lahab, maka mereka tidak memiliki hak. Allah berfirman :

تبت يدآ أبي لهب وتب
“ Celakalah kedua tangan Abu Lahab, dan sungguh celaka dia” ( QS. Al Lahab : 1)

Mereka sekedar hubungan darah yang dekat dan bernisbat kepada Rasul r tanpa keshalehan dalam beragama ( Islam ) tidak ada manfaat dari Allah sedikitpun baginya, Rasul r bersabda :

يا معشر قريش اشتروا أنفسكم لا أغني عنكم من الله شيئا, يا عباس عم رسول الله لا أغني عنك من الله شيئا, يا صفية عمة رسـول الله لا أغني عنك من الله شيئا, يا فاطمة بنت محمد سليني من مـالي ما شئت لا أغني عنك من الله شيئا"
“ Hai kaum quraisy, belilah diri-diri kamu, sebab aku tidak dapat memberi kamu manfaat di hadapan Allah sedikitpun, wahai Abbas paman Rasulullah , aku tidak dapat memberikan manfaat apapun di hadapan Allah. Wahai Shafiah bibi Rasulullah , aku tidak dapat memberi manfaat apapun di hadapan Allah, wahai Fathimah anak Muhammad, mintalah dari hartaku semaumu, aku tidak dapat memberikan manfaat apapun di hadapan Allah” (HR. Bukhari: 3/ 2753, dan Muslim : 3/80-81)

Dan saudara-saudara Rasulullah r yang shaleh tersebut mempunyai hak atas kita berupa penghormatan, cinta dan penghargaan, namun kita tidak boleh berlebih-lebihan dengan mendekatkan diri dengan suatu ibadah kepada mereka. Adapun keyakinan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk memberi manfaat atau madlarat selain dari Allah adalah bathil, sebab Allah telah berfirman :

قل إني لا أملك لكم ضرا ولا رشدا

“ Katakanlah( hai Muhammad) bahwasanya aku tidak kuasa mendatangkan kemadharatan dan manfaat bagi kalian: (QS, Al Jin : 21)

قل لا أملك لنفسي نفعا ولا ضرا إلا ما شاء الله , ولو كنت أعلم الغيب لاستكثرت من الخير وما مسني السوء

“ Katakanlah ( hai Muhammad ) : Aku tidak memiliki manfaat atau madlarat atas diriku kecuali apa-apa yang dikehendaki oleh Allah , kalaulah aku mengetahui yang ghaib sungguh aku akan perbanyak berbuat baik dan aku tidak akan ditimpa kemadlaratan ( QS. Al A’raf : 188)

Apabila Rasulullah r saja demikian , maka bagaimana pula yang lainnya. Jadi apa yang diyakini sebagian manusia terhadap kerabat Rasulullah r adalah suatu keyakinan yang bathil.

Prinsip kedelapan :Dan di antara prinsip Ahlus Sunnah Wal Jamaah adalah membenarkan adanya karomah para wali, yaitu apa-apa yang Allah perlihatkan melalui tangan-tangan sebagian mereka berupa hal-hal yang luar biasa sebagai penghormatan kepada mereka sebagaimana hal tersebut telah ditunjukkan dalam Al Qur’an dan As Sunnah.

Sedang golongan yang mengingkari adanya karomah-karomah tersebut di antaranya mu’tazilah dan Jahmiah, yang pada hakekatnya mereka mengingkari sesuatu yang diketahuinya. Akan tetapi kita harus mengetahui bahwa ada sebagian manusia pada zaman kita sekarang yang tersesat dalam masalah karomah, bahkan berlebih-lebihan, sehingga memasukkan apa-apa yang sebenarnya bukan termasuk karomah, baik berupa jampi-jampi, pekerjaan para ahli sihir, syetan-syetan dan para pendusta. Perbedaan karomah dan kejadian yang luar biasa lainnya itu jelas. Karomah adalah kejadian luar biasa yang diperlihatkan Allah kepada para hamba-Nya yang shaleh, sedang sihir adalah keluarbiasaan yang biasa diperlihatkan para tukang sihir dari orang-orang kafir dan atheis dengan maksud untuk menyesatkan manusia dan mengaruk harta-harta mereka. Karomah bersumber pada kataatan, sedang sihir bersumber pada kekafiran dan kemaksiatan.

Prinsip kesembilan :
Dan di antara prinsip-prinsip Ahlus Sunnah Wal Jamaah adalah bahwa dalam berdalil selalu mengikuti apa-apa yang datang dari Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah r baik secara lahir maupun batin dan mengikuti apa-apa yang di jalankan oleh para sahabat dari kaum Muhajirin maupun Anshar pada umumnya dan khususnya mengikuti Al-Khulafaurrasyidin sebagaimana wasiat Rasulullah r dalam sabdanya:

عليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهديين "
“ Berpegang teguhlah kamu kepada sunnahku, dan sunnah Khulafaurrasyidin yang mendapat petunjuk”

Dan Ahlus Sunnah Wal Jamaah tidak mendahulukan perkataan siapapun terhadap firman Allah dan sabda Rasulullah r. Oleh karena itu mereka di namakan Ahlul Kitab was Sunnah. Setelah mengambil dasar Al Qur’an dan As Sunnah mereka mengambil apa-apa yang telah disepakati ‘ulama umat ini. Inilah yang disebut dasar ketiga yang selalu dijadikan sandaran setelah dua dasar yang pertama; yakni Al Qur’an dan As Sunnah. Segala hal yang diperselisihkan manusia selalu dikembalikan kepada Al Kitab dan As Sunnah. Allah telah berfirman :

فإن تنازعتم في شيء فردوه إلى الله والرسول إن كنتم تؤمنون بالله واليوم الآخر ذلك خير وأحسن تأويلا
“ Maka jika kalian berselisih tentang sesuatu , maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu benar-benar beriman pada Allah dan hari akhir, yang demikian itu adalah lebih baik bagimu dan lebih baik akibatnya” ( An Nisa’: 59)

Ahlus Sunnah tidak meyakini adanya kema’suman seseorang selain Rasulullah r dan mereka tidak berta’assub ( fanatik) pada suatu pendapat sampai pendapat tersebut bersesuaian dengan Al Kitab dan As Sunnah. Mereka meyakini bahwa mujtahid itu bisa salah dan benar dalam ijtihadnya. Mereka tidak boleh berijtihad sembarangan kecuali mereka yang telah memenuhi persyaratan tertentu menurut ahlul ‘ilmi.

Perbedaan perbedaan di antara mereka dalam masalah ijtihad tidak boleh mengharuskan adanya permusuhan dan saling memutuskan hubungan di antara mereka, sebagaimana yang di lakukan oleh orang-orang yang taassub ( fanatik ) dan ahli bid’ah. Sungguh mereka tetap mentolerer perbedaan yang layak (wajar), bahkan mereka tetap saling mencinta, berwali (berloyalitas ) satu sama yang lain; sebagian mereka tetap shalat di belakang yang lain betapun ada perbedaan masalah far’I (cabang) di antara mereka. Sedang ahli bid’ah memusuhi, mengkafirkan dan menghukumi sesat kepada setiap orang, yang menyimpang dari golongan mereka.

PENUTUP
Kemudian dengan adanya prinsip-prinsip yang telah dikemukakan di muka, mereka senantiasa berakhlak mulia sebagai pelengkap aqidah yang diyakini.
Di antara sifat-sifat yang agung itu adalah :

1. Mereka beramar ma’ruf dan nahi mungkar seperti yang diwajibkan syari’at dalam firman Allah bereikut ini :

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللّهِ [ (110) سورة آل عمران
“ Jadilah kalian umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, beramar ma’ruf dan nahi mungkar dan kalian beriman kepada Allah”( QS, Ali Imran : 110)

من رأى منكم منكرا فليغيره بيده فإن لم يستطع فبلسانه، فإن لم يستطع فبقلبه,وذلك أضعف الإيمان "
“ Barang siapa di antara kamu menyaksikan suatu kemungkaran , maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya, apabila tidak mampu maka robahlah dengan lisannya, dan apabila tidak mampu maka dengan hatinya, dan yang demikian itulah selemah-lemahnya iman ( HR. muslim : 2/ 22, syarah Nawawi )

Sekali lagi , amar ma’ruf dan nahi mungkar hanya terhadap apa-apa yang diwajibkan oleh syari’at, sedang orang-orang Mu’tazilah dalam beramar ma’ruf dan nahi mungkar keluar dari apa-apa yang diwajibkan oleh syar’I, sehingga mereka berpandangan bahwa amar ma’ruf dan nahi mungkar adalah keluar dari ketaatan kepada para pemimpin kaum muslimin apabila mereka melakukan perbutan maksiat, walaupun belum termasuk perbuatan kufur, sedang Ahlus Sunnah Wal Jamaah memandang wajib menasihati mereka dalam hal kemaksiatannya tanpa harus keluar memberontak mereka. Hal ini dilakukan dalam rangka mempersatukan kalimat dan menhindari perpecahan dan perselisihan. telah berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiah : barang kali hampir tidak dikenal suatu kelompok keluar memberontak terhadap pemilik kekuasaan kecuali lebih banyaknya kerusakan yang terjadi katimbang terhapusnya kemungkaran (melalui cara pemberontakan tersebut ).

2. Ahlus Sunnah Wal Jamaah tetap menjaga tegaknya syi’ar Islam baik dengan menegakkan shalat jum’at dan shalat berjamaah sebagai pembeda pembeda terhadap kalangan ahli bid’ah dan orang-orang munafiq yang tidak mendirikan shalat Jum’at maupun shalat jamaah.

3. Memberikan nasehat bagi setiap muslim, bekerja sama dan tolong menolong dalam kebajikan dan taqwa sebagaimana sbda Nabi Muhammad r :

الدين النصيحة قلنا : لمن، قال : لله ولكتابه ولرسوله ولأئمة المسلمين وعامتهم "
“ Addin ( agama ) itu nasihat; kami bertanya: untuk siapa ? Beliau menjawab : Untuk Allah, Kitab-Nyaو RasulNya dan para imam kaum muslimin serta kaum muslimin pada umumnya( HR. Muslim : 2/ 36, Syarah Nawawi )

المؤمن للمؤمن كالبنيان يشد بعضه بعضا "
“ Orang mu’min bagi orang mu’min yang lain bagaikan satu bangunan yang satu sama yang lain saling mengokohkan” (HR, Bukhari : 4/ 6026), Muslim : 16/139 syarah Nawawi )

4. Mereka tegar balam menhadapi ujian-ujian dengan sabar ketika mendapat cobaan dan bersyukur ketika mendapatkan kenikmatan dan menerimanya sesuai dengan ketentuan Allah.
5. Bahwasanya mereka selalu berakhlak mulia dan beramal baik, berbuat baik kepada orang tua, menyambung tali persaudaraan, berlaku baik dengan tetangga, dan mereka senantiasa melarang dari sikap bangga, sombong, dzalim, sesuai dengan firman Allah :

]وَاعْبُدُواْ اللّهَ وَلاَ تُشْرِكُواْ بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالجَنبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالاً فَخُورًا [

“ Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karibkerabat, anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat, dan yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri” ( QS. An Nisaa: 36)

أكمل المؤمنين إيمانا أحسنهم خلقا "

“ Yang paling sempurna imannya diantara kaum mu’minin adalah yang baik akhlaknya” ( ( HR, Ahmad : no : 7396, tirmidzi : 3/ 1162, Abu daud : 5/ 4682, dan Al haitsamy , no: 1311,1926)

Kita memohon kepada Allah SWT agar berkenan menjadikan kita semua bagian dari mereka dan tidak menjadikan hati kita condong kepada kekafiran setelah diberi petunjuk ( hidayah-Nya ) dan semoga shalawat serta salam terlimpah kepada Nabi kita Muhammad r , keluarganya beserta sahabat-sahabatnya. Aamin.
([1] ) Dikeluarkan oleh Imam Al Bukhari 4/ 3641, 7460, dan Imam Muslim 5/ juz : 13, hal: 65-67, pada syarah Imam Nawawi.

([2] ) Dikeluarkan oleh Abu Dawud: 5/4607 dan tirmidzi : 5/2676 dan dia berkata hadits ini hasan shaheh, juga oleh Imam Ahmad : 4/ 126-127, dan Ibnu Majah : 1/ 43.
([3] ) Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi : 5/ 2641, dan Al Hakim dalam mustadraknya : 1/ 128-129, dan Imam Al Ajuri dalam Asy Syari’ah : 16, dan Imam Al Lalikaai dalam syarah ushul I’tiqaaq Ahlis sunnah Wal jamaah: 1/ 145-147. Wallahu a'lam...

AKIDAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH

AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH

Download Linkin Park Full Album

LINKIN PARK FULL ALBUM - MEDIAFIRE / 4SHAREDEDUKATIF BLOG. Linkin Park adalah grup musik beraliran nu metal dan rock alternatif yang berasal dari Agoura Hills, California, di Amerika Serikat. Mereka sempat beberapa kali berganti nama, antara lain Xero, Hybrid Theory, hingga nama Linkin Park sampai sekarang. Nama "Linkin Park" sendiri merupakan plesetan dari nama sebuah taman di Los Angeles, Lincoln Park. Lagu-lagu dibawah ini merupakan gabungan dari beberapa album mereka, silahkan anda download lagu-lagu mereka berikut :

TAGS:
Mp3 Gratis Linkin Park Full Album Mediafire 4shared
Download Mp3 Linkin Park Full Album Mediafire 4shared
Free Download Linkin Park Full Album Mediafire 4shared
Download Linkin Park Full Album Mediafire 4shared

Download Nasida Ria Full Album

NASIDA RIA FULL ALBUM

EDUKATIF BLOG. Nasida Ria adalah grup nasyid yang dibentuk di SemarangJawa Tengah pada tahun 1975 oleh HM Zain, seorang guru qira'at, Zain sebelumnya berpengalaman dengan kelompok campur Assabab.  Zain mengumpulkan sembilan siswinya untuk menjadi band: Mudrikah Zain, Mutoharoh, Rien Jamain, Umi Kholifah, Musyarofah, Nunung, Alfiyah, Kudriyah, dan Nur Ain. Grup ini awalnya hanya menggunakan rebana sebagai alat musik. Nantinya, walikota Semarang Iman Soeparto Tjakrajoeda, yang juga merupakan penggemar mereka, menyumbangkan suatu organ untuk membantu Nasida Ria, dan juga memperlancar pelajaran musik mereka. Mereka kemudian hari mendapatkan gitar basbiola, dan gitar. Nasida ria merupakan grup nasyid yang semua personilnya adalah wanita yang telah memberikan warna tersendiri pada aliran lagu-lagu rohani islami, terbukti dengan seringnya kita dengar pada acara-acara pernikahan, sunatan, syukuran dan lain-lain oleh karena lirik dan aransemennya yang penuh makna dan pesan yang baik.
Silahkan anda download lagu-lagu nasida ria di link dibawah ini :
  1. Download Nasida Ria - 'Ala Baladi
  2. Download Nasida Ria - Ada Api Ada Asap
  3. Download Nasida Ria - Ana Astahil
  4. Download Nasida Ria - Ana Hina
  5. Download Nasida Ria - Ana Shobir
  6. Download Nasida Ria - Anak Yang Kembali
  7. Download Nasida Ria - Antara Kota Dan Desa
  8. Download Nasida Ria - Air Zam Zam
  9. Download Nasida Ria - Al - Hakim
  10. Download Nasida Ria - Al - Quran
  11. Download Nasida Ria - Al - Qurnis
  12. Download Nasida Ria - Anakku
  13. Download Nasida Ria - Anjahullah
  14. Download Nasida Ria - Antara Kota Dan Desa
  15. Download Nasida Ria - Anugrah Dan Karunia
  16. Download Nasida Ria - Ashar
  17. Download Nasida Ria - Asyik Santai
  18. Download Nasida Ria - Bangkitlah Semangatmu
  19. Download Nasida Ria - Bekal Hari Depan
  20. Download Nasida Ria - Bekas Bukan Sembarang Bekas
  21. Download Nasida Ria - Bertaubatlah
  22. Download Nasida Ria - Berumah Tangga
  23. Download Nasida Ria - Bimbinglah Anakmu Ke Surga
  24. Download Nasida Ria - Bom Nuklir
  25. Download Nasida Ria - Buat Apa Bersusah Hati
  26. Download Nasida Ria - Bukti Kebenaran
  27. Download Nasida Ria - Bulan Purnama
  28. Download Nasida Ria - Busana Muslim
  29. Download Nasida Ria - Cahaya Kehidupan
  30. Download Nasida Ria - Cahaya
  31. Download Nasida Ria - Cinta Tertinggi
  32. Download Nasida Ria - Cita Cita Mulia
  33. Download Nasida Ria - Cobaan
  34. Download Nasida Ria - Dalam Pandangan Manusia
  35. Download Nasida Ria - Damailah Palestina
  36. Download Nasida Ria - Dara Kota Batik
  37. Download Nasida Ria - Derajat Disisi Allah
  38. Download Nasida Ria - Desa Indah
  39. Download Nasida Ria - Dihadapan Penghulu
  40. Download Nasida Ria - Dimana Mana Dosa
  41. Download Nasida Ria - Dosa Yang Tiada Terasa
  42. Download Nasida Ria - Dosa
  43. Download Nasida Ria - Dunia Dalam Berita
  44. Download Nasida Ria - Era Globalisasi Dunia
  45. Download Nasida Ria - Gaya Santri Remaja
  46. Download Nasida Ria - Gebyar Jilbamu
  47. Download Nasida Ria - Gempa Tektonik
  48. Download Nasida Ria - Identitas Islam
  49. Download Nasida Ria - Ikhlas
  50. Download Nasida Ria - Iman Dalam Keluarga
  51. Download Nasida Ria - Indung  Indung
  52. Download Nasida Ria - Ingat Hari Depan
  53. Download Nasida Ria - Ingatlah
  54. Download Nasida Ria - Ingatlah Selalu
  55. Download Nasida Ria - Insan Beriman
  56. Download Nasida Ria - Insan Dan Iman
  57. Download Nasida Ria - Istiqlal
  58. Download Nasida Ria - Istri Patut Suami
  59. Download Nasida Ria - Itulah Keanehan
  60. Download Nasida Ria - Jaga Iman
  61. Download Nasida Ria - Jangan Bercermin Diair Yang Keruh
  62. Download Nasida Ria - Jangan Berprasangka
  63. Download Nasida Ria - Jangan Jual Ginjalmu
  64. Download Nasida Ria - Jangan Lakukan Dosa
  65. Download Nasida Ria - Jangan Lalaikan Perintah Tuhan
  66. Download Nasida Ria - Jangan Mudah Putus Asa
  67. Download Nasida Ria - Jasa Ibu
  68. Download Nasida Ria - Jauhkan Diri Dari Yang Haram
  69. Download Nasida Ria - Jilbab Hati
  70. Download Nasida Ria - Jilbab Putih
  71. Download Nasida Ria - Jodoh Di Tangan Tuhan
  72. Download Nasida Ria - Jual Tampang
  73. Download Nasida Ria - Kalamullah
  74. Download Nasida Ria - Karena Uang
  75. Download Nasida Ria - Kasihku Untukmu
  76. Download Nasida Ria - Kata Orang
  77. Download Nasida Ria - Kau Hancurkan Harapanku
  78. Download Nasida Ria - Keadilan
  79. Download Nasida Ria - Kebesaran Tuhan
  80. Download Nasida Ria - Kehormatanku
  81. Download Nasida Ria - Kemana Aku Lari
  82. Download Nasida Ria - Kembali Ke JalanTuhan
  83. Download Nasida Ria - Kerja Keras
  84. Download Nasida Ria - Kesegaran Jasmani 
  85. Download Nasida Ria - Ketenteraman Hati
  86. Download Nasida Ria - Khitanan
  87. Download Nasida Ria - Kosong Kosong
  88. Download Nasida Ria - Kota Santri
  89. Download Nasida Ria - Kuatkan Iman, Hdapi Tantangan
  90. Download Nasida Ria - Kunci Menuju Kebahagiaan
  91. Download Nasida Ria - Kunci Pintu Surga
  92. Download Nasida Ria - Lama-Lama Sadar
  93. Download Nasida Ria - Langit Dan Bumi
  94. Download Nasida Ria - Lingkungan Hidup
  95. Download Nasida Ria - Lis - Lis
  96. Download Nasida Ria - Maafkan Anakku
  97. Download Nasida Ria - Maghlumah Ya Nas
  98. Download Nasida Ria - Makin Banyak Orang Lupa
  99. Download Nasida Ria - Manis-Manis
  100. Download Nasida Ria - Mari Bersatu
  101. Download Nasida Ria - Marilah Kembali
  102. Download Nasida Ria - Masa Muda
  103. Download Nasida Ria - Masih Banyak Yang Halal
  104. Download Nasida Ria - Masyitoh Indonesia
  105. Download Nasida Ria - Mataharinya Dunia
  106. Download Nasida Ria - Membangun Dunia Akhirat
  107. Download Nasida Ria - Menyongsong Masa Depan
  108. Download Nasida Ria - Merdeka Membangun
  109. Download Nasida Ria - Merenung
  110. Download Nasida Ria - Munafik
  111. Download Nasida Ria - Nabi Muhammad Mataharinya Dunia
  112. Download Nasida Ria - Nasib Desaku
  113. Download Nasida Ria - Download Nasida Ria - Nasihat Cinta
  114. Download Nasida Ria - Neraca Keadilan
  115. Download Nasida Ria - Nurin Nabi
  116. Download Nasida Ria - Pakaian Dunia Akhirat
  117. Download Nasida Ria - Pedoman Hidup
  118. Download Nasida Ria - Pengantin baru
  119. Download Nasida Ria - Pengobat Hati
  120. Download Nasida Ria - Penyesalan
  121. Download Nasida Ria - Perdamaian
  122. Download Nasida Ria - Pergi Mengaji
  123. Download Nasida Ria - Permata Sayang
  124. Download Nasida Ria - Pesona Jilbab
  125. Download Nasida Ria - PHK
  126. Download Nasida Ria - Pikir Segera
  127. Download Nasida Ria - Pulang Haji
  128. Download Nasida Ria - Pulang Ke Desa
  129. Download Nasida Ria - Qasidah
  130. Download Nasida Ria - Rahasia Cantik Menawan
  131. Download Nasida Ria - Rahasia
  132. Download Nasida Ria - Rahasia Tuhan
  133. Download Nasida Ria - Rahmat Dan Syafa'at
  134. Download Nasida Ria - Rayuan Judi
  135. Download Nasida Ria - Rayuan Syetan
  136. Download Nasida Ria - Reformasi
  137. Download Nasida Ria - Resep Hidup Bahagia
  138. Download Nasida Ria - Resep Hidup Tenteram
  139. Download Nasida Ria - Rumahku Sorgaku
  140. Download Nasida Ria - Salah Sangka
  141. Download Nasida Ria - Sebuah Nama Dan Pedoman
  142. Download Nasida Ria - Sehat Itu Mahal
  143. Download Nasida Ria - Selamat Hari Raya
  144. Download Nasida Ria - Selera Manusia
  145. Download Nasida Ria - Sesal Tiada
  146. Download Nasida Ria - Sesal Tiada Berilmu
  147. Download Nasida Ria - Shalallahu 'Ala Yasin
  148. Download Nasida Ria - Shalawat Badar
  149. Download Nasida Ria - Si Miskin Dan Yang Kaya
  150. Download Nasida Ria - Siapa Bilang
  151. Download Nasida Ria - Siapa Ingin Selamat
  152. Download Nasida Ria - Sifat Tak Terpuji
  153. Download Nasida Ria - Sombong Sifat Setan
  154. Download Nasida Ria - Suargo Nunut Neroko Katut
  155. Download Nasida Ria - Sujud Syukur 
  156. Download Nasida Ria - Surga Ditelapak Kaki Ibu
  157. Download Nasida Ria - Surga Itu Mahal
  158. Download Nasida Ria - Sukuri Nikmat Allah
  159. Download Nasida Ria - Tahun 2000
  160. Download Nasida Ria - Tantangan Hidup
  161. Download Nasida Ria - Tata Tertib Lalu Lintas
  162. Download Nasida Ria - Taubat
  163. Download Nasida Ria - Terangilah Jalan Hidupku
  164. Download Nasida Ria - Tergila-Gila 
  165. Download Nasida Ria - Terima Kasih Ayah Ibu
  166. Download Nasida Ria - Thola'a Badru
  167. Download Nasida Ria - Tiada Hari Tanpa Doa
  168. Download Nasida Ria - Tiga Perkara
  169. Download Nasida Ria - Tingkatan Iman Dan Taqwa
  170. Download Nasida Ria - Ujian Dari Tuhan
  171. Download Nasida Ria - Ukhuwah Islamiyah
  172. Download Nasida Ria - Ulah Manusia
  173. Download Nasida Ria - Usaha Dan Doa
  174. Download Nasida Ria - Wahdana
  175. Download Nasida Ria - Wajah Ayu Untuk Siapa
  176. Download Nasida Ria - Wanita Dan Kecantikan
  177. Download Nasida Ria - Wartawan Ratu Dunia
  178. Download Nasida Ria - Wahdana
  179. Download Nasida Ria - Wayyak
  180. Download Nasida Ria - Ya Chuya
  181. Download Nasida Ria - Ya Habibi
  182. Download Nasida Ria - Ya Muhaimin Ya Salam
  183. Download Nasida Ria - Ya Nabi Salam
  184. Download Nasida Ria - Ya Robbi Sholli 
  185. Download Nasida Ria - Ya Ramadhan

    "Berbagi yang bermanfaat, Meringankan beban Sahabat"
    Ary Anshorie | EDUKATIF BLOG
    TAGS:
    Mp3 Gratis Nasida Ria Full Album Mediafire 4shared
    Download Mp3 Nasida Ria Full Album Mediafire 4shared
    Free Download Nasida Ria Full Album Mediafire 4shared
    Download Nasida Ria Full Album Mediafire 4shared

    Senin, 15 Oktober 2012

    Jasa Desain Interior Kalimantan Timur ( KALTIM )

    Guna kemajuan dan friendly-nya blog kita ini, mungkin tak ada salahnya jika kali ini saya mem-posting sebuah artikel yang mungkin tidak menyangkut edukasi, aplikasi komputer ataupun makalah dan lainnya melainkan Jasa Desain Interior. mengingat slogan dari blog kita ini adalah "Berbagi yang bermanfaat untuk meringankan beban para sahabat" maka dari itu saya mem-posting artikel sahabat saya yang ingin mempromosikan Jasa Interior Desain yang digelutinya.

    Adapaun Desain Interior yang ditawarkan adalah sebagai berikut :

    1. Desain Kitchen Set
    2. Desain Bed Set
    3. Desain Lemari Partisi/ Penyekat Ruangan
    4. Desain Wallpaper dinding ruangan

    1. Kitchen Set

    Kitchen set mungkin salah satu dari bagian interior yang banyak memakan biaya. Anda mungkin tertarik dengan sebuah kitchen set design di pameran, atau di rumah teman. Lalu Anda ingin mengubah desain kitchen set di rumah. Atau mungkin Anda ingin mengisi rumah baru atau apartemen baru. Sekali waktu mungkin Anda ingin mendesain sendiri Kitchen Set di rumah

    Contoh Desain Kitchen Set yang kami tawarkan :

    Kitchen Set
    Kitchen Set Red-Gold
    Harga : 1 Meter = Rp. 2.600.000

    Kitchen Set
    Kitchen Set Red-Wood
    Harga : 1 Meter = Rp. 2.600.000

    Komposisi :
    • Decocat 
    • HPL
    • Melamin
    • dll
    (Untuk pemesanan Jawa Tengah, Jakarta dan Kalimantan Timur)

    Prosedur Pemesanan :
    • Pilih Tipe Kitchen Set pilihan anda
    • Jika sudah sesuai, silahkan hubungi kami di 0813 4702 9679



    2. Bed Set

    setelah kitchen set, kami juga melayani jasa desain tempat tidur lengkap (bed set). bed set yang kami hasilkan selama ini tak terhitung jumlahnya namun kami akan memberikan beberapa contoh bed set hasil desain kami, diantaranya


    Bed Set
    Bed Set Tipe F
    Harga : 1 Meter = Rp. 2.600.000


    Bed Set
    Bed Set Tipe G
    Harga : 1 Meter = Rp. 2.300.000

    Komposisi :
    • Decocat 
    • HPL
    • Melamin
    • dll
    (Untuk pemesanan Jawa Tengah, Jakarta dan Kalimantan Timur)

    Prosedur Pemesanan :
    • Pilih Tipe Bed Set pilihan anda
    • Jika sudah sesuai, silahkan hubungi kami di 0813 4702 9679



    3. Lemari Partisi/ Penyekat Ruangan

    Ingin menyekat ruang kesayangan anda? jangan khawatir karena kami ahlinya dalam hal ini, untuk kenyamanan anda kami tawarkan beberapa desain Lemari Partisi terbaik kami diantaranya :


    Lemari Partisi
    Lemari Partisi Tipe LX
    Harga : 1 Meter = Rp. 2.300.000


    Lemari Partisi
    Lemari Partisi Tipe LZ
    Harga : 1 Meter = Rp. 2.300.000


    Komposisi :
    • Decocat 
    • HPL
    • Melamin
    • dll
    (Untuk pemesanan Jawa Tengah, Jakarta dan Kalimantan Timur)

    Prosedur Pemesanan :
    • Pilih Tipe Lemari Partisi pilihan anda
    • Jika sudah sesuai, silahkan hubungi kami di 0813 4702 9679


    4. Wallpaper Dinding Ruangan

    Wallpaper Dinding Ruangan
     Wallpaper Tipe A
    Harga 1 Roll beserta ongkos pasang = Rp. 550.000



    Wallpaper Dinding Ruangan
    Wallpaper Tipe A
    Harga 1 Roll beserta ongkos pasang = Rp. 550.000



    Wallpaper Dinding Ruangan
    Wallpaper Tipe A
    Harga 1 Roll beserta ongkos pasang = Rp. 550.000



    Wallpaper Dinding Ruangan
    Wallpaper Tipe A
    Harga 1 Roll beserta ongkos pasang = Rp. 600.000



    (Untuk pemesanan Jawa Tengah, Jakarta dan Kalimantan Timur)

    Prosedur Pemesanan :
    • Pilih Tipe Lemari Partisi pilihan anda
    • Jika sudah sesuai, silahkan hubungi kami di 0813 4702 9679

    Gambar Kitchen Set, Bed Set, Lemari Partisi/ Penyekat Ruangan, dan Wallpaper ruangan diatas adalah salah satu dari beberapa produk kami, dan masih banyak Tipe-tipe pilihan yang lainnya.

    Silahkan hubungi kami ( Lucky Nadliyin : 0813 4702 9679 )

    JASA DESAIN INTERIOR KALIMANTAN TIMUR ( kaltim )

    DESAIN INTERIOR

    Rabu, 10 Oktober 2012

    Latar Belakang Tuntutan Reformasi Dan Perubahan Undang-Undang Dasar 1945

    TUNTUTAN REFORMASI DAN PERUBAHAN UNDANG-UNDANG DASAR



    LATAR BELAKANG TUNTUTAN REFORMASI
    DAN PERUBAHAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945

    A. LATAR BELAKANG REFORMASI


    Telah kita ketahui bersama bahwa kehidupan masyarakat di era kepemimpinan Presiden Soeharto bagai memakan pil pahit kemerdekaan. Berbagai macam penderitaan telah dialami masyarakat, tak terkecuali pihak-pihak yang pro ataupun kontra terhadapnya. Selama 32 tahun sistem pemerintahan Bangsa Indonesia mengalami kepincangan hukum dan undang-undang oleh sebab ambisi dominasi dan hegemoni sang pemimpin yang terlampau meng-awan tinggi dan kesengsaraan yang dialami rakyat kala itu, maka terjadilah apa yang selama ini kita kenal dengan “Reformasi”. 

    B. SEBAB-SEBAB TERJADINYA TUNTUTAN REFORMASI DAN PERUBAHAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945

    Adapun latar belakang sebab musabab terjadinya Tuntutan Reformasi dan Perubahan UUD 45 adalah sebagai berikut : 


    1. AMANDEMEN UNDANG-UNDANG NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 

    Latar belakang tuntutan perubahan UUD 1945 antara lain karena pada masa Orde Baru, kekuasaan tertinggi ditangan MPR (dan pada kenyataannya bukan di tangan rakyat), kekuasaan yang sangat besar pada Presiden, adanya pasal-pasal yang terlalu “luwes” (sehingga dapat menimbulkan multitafsir), serta kenyataan rumusan UUD 1945 tentang semangat penyelenggara negara yang belum cukup didukung ketentuan konstitusi. Tujuan perubahan UUD 1945 waktu itu adalah menyempurnakan aturan dasar seperti tatanan negara, kedaulatan rakyat, HAM, pembagian kekuasaan, eksistensi negara demokrasi dan negara hukum, serta hal-hal lain yang sesuai dengan perkembangan aspirasi dan kebutuhan bangsa. Perubahan UUD 1945 dengan kesepakatan diantaranya tidak mengubah Pembukaan UUD 1945, tetap mempertahankan susunan kenegaraan (staat structuur) kesatuan atau selanjutnya lebih dikenal sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta mempertegas sistem pemerintahan presidensiil. 

    Dalam kurun waktu 1999-2002, UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen) yang ditetapkan dalam Sidang Umum dan Sidang Tahunan MPR: 

    - Sidang Umum MPR 1999, tanggal 14-21 Oktober 1999 ? Perubahan Pertama UUD 1945
    - Sidang Tahunan MPR 2000, tanggal 7-18 Agustus 2000 ? Perubahan Kedua UUD 1945
    - Sidang Tahunan MPR 2001, tanggal 1-9 November 2001 ? Perubahan Ketiga UUD 1945
    - Sidang Tahunan MPR 2002, tanggal 1-11 Agustus 2002 ? Perubahan Keempat UUD 1945

    Tuntutan perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang digulirkan oleh berbagai kalangan masyarakat dan kekuatan sosial politik didasarkan pada pandangan bahwa Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 belum cukup memuat landasan bagi kehidupan yang demokratis, pemberdayaan rakyat, dan penghormatan HAM. Selain itu, di dalamnya terdapat pasal-pasal yang menimbulkan multitafsir dan membuka peluang bagi penyelenggaraan negara yang otoriter, sentralistik, tertutup, dan KKN yang menimbulkan kemerosotan kehidupan nasional di berbagai kehidupan. 


    2. PENGHAPUSAN DOKTRIN DWIFUNGSI ANGKATAN BERSENJATA REPUBLIK INDONESIA (ABRI) 

    Urain tentang perkembangan fungsi ABRI sebagai kekuatan sosial politik tidak dapat dilepaskan dari sejarah lahir dan tumbuhnya ABRI dalam perjuangan bangsa Indonesia. ABRI lahir bersama-sama dengan meletusnya rovolusi rakyat, ia lahir dari anak-anak rakyat sendiri. ABRI adalah angkatan bersenjata yang lahir dan tumbuh dengan kesadaran untuk melahirkan kemerdekaan. ABRI pertama-tama adalah angkatan bersenjata perjuangan dan baru setelah itu adalah angkatan bersenjata profesional. Setiap prajurit ABRI pertama-tama adalah pejuang prajurit dan baru kemudian adalah prajurit pejuang. Kelahiran dan pertumbuhan ABRI yang demikian itu membuat ABRI juga berhak dan merasa wajib ikut menentukan haluan negara dan jalannya pemerintahan. Inilah sebab pokok mengapa ABRI memiliki dua fungsi, yakni sebagai kekuatan militer (pertahanan dan keamanan) yang merupakan alat negara, dan sebagai kekuatan sosial politik yang merupakan alat perjuangan rakyat. 

    Untuk dapat memahami fungsi sosial politik ABRI dalam konteks kehidupan politik dan ketatanegaraan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, maka akan diuraikan perkembangan fungsi sosial politik ABRI khususnya dalam kerangka perkembangan kehidupan politik dan kenegaraan bangsa Indonesia, sejak Perang kemerdekaan (1945-1949), zaman demokrasi Liberal (1949-1959), masa demokarasi Terpimpin (1959-1966), masa orde baru (1966-perkembangannya) 


    3. PENEGAKAN SUPREMASI HUKUM, PENGHORMATAN HAK ASASI MANUSIA (HAM), SERTA PEMBERANTASAN KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME (KKN) 

    (a) Penegakan Supremasi Hukum 

    Salah satu agenda yang diusung oleh gerakan reformasi yang dimotori oleh mahasiswa adalah tuntutan adanya penegakan supremasi hukum. Tuntutan ini sangat wajar mengingat selama tiga dasawasa sebelumnya supremasi hukum hanyalah menjadi jargon dan retorika yang tidak pernah terealiasi dalam kenyataan. Pada masa orde baru hukum hanya menjadi instrumen bagi penguasa untuk melanggengkan dan melegitimasi kekuasaan serta melindungi birokrasi dan eksekutif yang sangat korup. Ketika itu lembaga-lembaga penegak hukum telah dikebiri dan sepenuhnya dibawah kontrol kekuasaan eksekutif sehingga mereka tidak memiliki kemerdekaan dan independensi, serta tak lepas dari intervensi elit penguasa. 

    Lembaga peradilan bukan lagi tempat untuk mendapat keadilan tetapi sebagai pusat jual beli keadilan, setidaknya keadilan hanyalah milik mereka yang memiliki akses karena didukung oleh sumber daya ekonomi, politik, kekuasaan, atau kekerabatan. Pada saat itu simbol keadilan yang dilambangkan oleh Dewi Themis yang tertutup matanya, seolah sudah membuka selubung penutup matanya, sehingga dia dapat membedakaan manakah orang yang berpangkat atau tidak, berduit atau tidak, mana lembar ratusan ribu atau recehan dan sebagainya sehingga keadilan menjadi pilih-pilih dan diskriminatif. 

    Dalam penegakan hukum pidana tampak jelas bahwa hukum hanya ibarat “jaring laba-laba” yang hanya mampu menjaring serangga kecil yang tak berdaya, dan jaring hukum itu akan mudah robek dan terkoyak-koyak jika berhadapan dengan binatang yang besar dan kuat. Sekalipun hal itu terkesan sangat menggeneralisasi, namun kebenarannya tidak dapat dinafikan begitu saja. 

    Banyak fenomena penegakan hukum yang tidak dapat dicerna oleh rakyat. Setidaknya logika hukum masyarakat sulit menerima jika maling ayam begitu mudah dimasukkan penjara, namun hukum menjadi tidak berdaya ketika berhadapan dengan para terdakwa korupsi kelas kakap hanya karena alasan sakit atau sedang berobat ke luar negeri. Tesis downward law is greater than upward law sebagaimana dinyatakan Donald Black (1989 : 11) menjadi tak terbantahkan. Hukum yang mengarah ke bawah akan lebih besar dibandingkan hukum yang mengarah ke atas. 

    (b) Penghormatan Hak Asasi Manusia 

    HAM adalah hak-hak yang telah dipunyai seseorang sejak ia dalam kandungan. HAM berlaku secara universal. Dasar-dasar HAM tertuang dalam deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat (Declaration of Independence of USA) dan tercantum dalam UUD 1945 Republik Indonesia, seperti pada pasal 27 ayat 1, pasal 28, pasal 29 ayat 2, pasal 30 ayat 1, dan pasal 31 ayat 1 

    Dalam kaitannya dengan itu, maka HAM yang kita kenal sekarang adalah sesuatu yang sangat berbeda dengan yang hak-hak yang sebelumnya termuat, misal, dalam Deklarasi Kemerdekaan Amerika atau Deklarasi Perancis. HAM yang dirujuk sekarang adalah seperangkat hak yang dikembangkan oleh PBB sejak berakhirnya perang dunia II yang tidak mengenal berbagai batasan-batasan kenegaraan. Sebagai konsekuensinya, negara-negara tidak bisa berkelit untuk tidak melindungi HAM yang bukan warga negaranya. Dengan kata lain, selama menyangkut persoalan HAM setiap negara, tanpa kecuali, pada tataran tertentu memiliki tanggung jawab, utamanya terkait pemenuhan HAM pribadi-pribadi yang ada di dalam jurisdiksinya, termasuk orang asing sekalipun. Oleh karenanya, pada tataran tertentu, akan menjadi sangat salah untuk mengidentikan atau menyamakan antara HAM dengan hak-hak yang dimiliki warga negara. HAM dimiliki oleh siapa saja, sepanjang ia bisa disebut sebagai manusia. 

    Harus diakui pada masa Orde Baru dari segi pembangunan fisik memang ada dan keamanan terkendali, tetapi pada masa Orde Baru demokrasi tidak ada, kalangan intelektual dibelenggu, pers di daerah di bungkam, KKN dan pelanggaran HAM terjadi di mana-mana . Secara garis besar ada lima keburukan Orde Baru, yaitu: kekuasaan pemerintah yang absolut, rendahnya transparansi pengelolaan negara, lemahnya fungsi lembaga perwakilan rakyat, hukum yang diskriminatif, dan dan lemahnya perlindungan HAM. 

    i. Kekuasaan Pemerintah Yang Absolut

    Suharto, presiden Republik Indonesia ke-2, menduduki tahta kepresidenan Indonesia selama 32 tahun. Itu berarti, Suharto telah memenangkan sekitar enam kali pemilihan umum (Pemilu). Pada waktu itu, kekuasaan Suharto didukung oleh partai Golongan Karya yang dibayang-bayangi oleh Partai Demokasi Indonesia dan Partai Persatuan Pembangunan. Tampak jelas dalam pemerintahan Suharto di mana pemerintahan dijalankan secara absolut. Presiden Suharto mengkondisikan kehidupan politik yang sentralistik untuk melanggengkan kekuasaan. Salah satu hak sebagai warga negara untuk mendapatkan kedudukan dalam pemerintahan menjadi hak yang sulit didapatkan tanpa melakukan kolusi dan nepotisme. 

    ii. Rendahnya Transparansi Pengelolaan

    Rendahnya transparansi pengelolaan negara juga menjadi salah satu keburukan pemerintahan Orde Baru. Transparansi merupakan bentuk kredibilitas dan akuntabilitasnya. Suatu undang-undang tidak mengikat jika tidak diundangkan melalui lembaran negara. Suatu sidang pengadilan dianggap tidak sah apabila tidak dibuka untuk umum. Penelitian yang dilakukan oleh lembaga peneliti yang menyangkut kepentingan masyarakat harus dipublikasikan. Pada masa Orde Baru, hak penyiaran dikekang. Berita-berita televisi dan surat kabar tidak boleh membicarakan keburukan-keburukan pemerintahan, kritik terhadap pemerintah, dan berita-berita yang dapat mengganggu stabilitas dan keamanan nasional. 

    iii. Keuangan Negara Juga Menjadi Rahasia Internal Pemerintahan.

    Hutang negara menjadi terbuka jelas pun saat krisis dunia melanda. Indonesia tidak mampu membayar hutang luar negeri yang bertumpuk-tumpuk. Lebih dari itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika yang menurun tajam memaksa perusahaan-perusahaan memecat sebagian karyawannya untuk mengurangi biaya produksi. Bahkan, banyak perusahaan tumbang dan gulung tikar karena negara tidak mampu membayar hutang luar negeri. Bila dirunut lebih dalam, semua itu berakar dari rendahnya transparasi pemerintah terhadap masyarakat. 

    iv. Lemahnya Fungsi Lembaga Perwakilan Rakyat

    Lemahnya fungsi lembaga perwakilan rakyat menjadi salah satu keburukan Orde Baru. Dewan Perwakilan Rakyat dan Majelis Permusyawaratan Rakyat menjadi semacam boneka yang dikendalikan oleh pemimpin negara. Dalam hal ini, aspirasi-aspirasi dan keinginan rakyat tidak mampu diwujudkan oleh pemerintah. Program-program pemerintah seperti LKMD, Inpres desa tertinggal, dan seterusnya, menjadi semacam program penjinakan yang dilakukan oleh penguasa agar rakyat miskin tidak berteriak menuntut hak-hak mereka. 

    v. Hukum Yang Diskriminatif

    Hukum yang diskriminatif menjadi keburukan Orde Baru selanjutnya. Hukum hanya berlaku bagi masyarakat biasa atau masyarakat menengah ke bawah. Pejabat dan kelas atas menjadi golongan yang kebal hukum. Hak masyarakat untuk mendapatkan perlakukan yang sama di depan hukum menjadi hal yang sangat langka. Hak asasi sosial dilanggar oleh pemerintah. Beberapa kekurangan sistem orde baru dapat dirangkum dengan enam poin, yaitu:
    • Semaraknya korupsi, kolusi, nepotisme, 
    • Pembangunan Indonesia yang tidak merata dan timbulnya kesenjangan pembangunan antara pusat dan daerah, sebagian disebabkan karena kekayaan daerah sebagian besar disedot ke pusat, 
    • Munculnya rasa ketidakpuasan di sejumlah daerah karena kesenjangan pembangunan, terutama di Aceh dan Papua, 
    • Kecemburuan antara penduduk setempat dengan para transmigran yang memperoleh tunjangan pemerintah yang cukup besar pada tahun-tahun pertamanya, 
    • Bertambahnya kesenjangan sosial (perbedaan pendapatan yang tidak merata bagi si kaya dan si miskin), 
    • Kritik dibungkam dan oposisi diharamkan, 
    • Kebebasan pers sangat terbatas, diwarnai oleh banyak koran dan majalah yang dibreidel, 
    • Penggunaan kekerasan untuk menciptakan keamanan, antara lain dengan program “Penembakan Misterius” (petrus), dan 
    • Tidak ada rencana suksesi (penurunan kekuasaan ke pemerintah/presiden selanjutnya). 
    Perlindungan HAM dalam Orde Baru memang dirasa masih lemah. Berita mengenai penembakan misterius terhadap musuh-musuh negara —-termasuk teroris, menjadi catatan hitam Orde Baru. Diskriminasi terhadap hak-hak asasi kaum minoritas dan Chinese pun menjadi pelanggaran HAM yang tidak bisa dilupakan. Meski demikian, Orde Baru memperlihatkan peran yang besar untuk menjaga stabilitas nasional. Stabilitas nasional ini memungkinkan negara untuk menjaga terlaksananya pelaksanaan perlindungan HAM bagi masyarakat. 


    4. PEMBERANTASAN KKN

    KKN merupakan singkatan dari Korupsi, Kolusi, Nepotisme. Korupsi (bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere = busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok) menurut Transparency International adalah perilaku pejabat publik, baik politikus politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka. Kolusi merupakan sikap dan perbuatan tidak jujur dengan membuat kesepakatan secara tersembunyi dalam melakukan kesepakatan perjanjian yang diwarnai dengan pemberian uang atau fasilitas tertentu sebagai pelicin agar segala urusannya menjadi lancar. Nepotisme berarti lebih memilih saudara atau teman akrab berdasarkan hubungannya bukan berdasarkan kemampuannya. Kata ini biasanya digunakan dalam konteks derogatori. Kita ketahui bersama bahwa pada masa orde baru terjadi KKN tipe akut. KKN terjadi di setiap lini pemerintahan. Soeharto pun sebabagai presiden RI tak berdaya melihat situasi ini dan terkesan melegalkan KKN yang terjadi atas sepengetahuannya. Dalam berbagai kasuspun Soeharto di indikasiakn terlibat dalam kasus tersebut. Kejahatan kemanusian yang terselubung itu selalu menguntungkan anak-cucunya, kerabat dekat Soeharto, orang-orang terdekat Soeharto, dan para konglomerat yang dekat dengan sang presiden. Berikut ini beberapa paparan kasus KKN pada masa ini yang akan saya bahas. 

    Kasus ini diduga melibatkan orang dekat keluarga Cendana. Pada akhir 1995, CEPA Internasional berhasil memenangi tender Proyek Listrik Tanjung Jati B senilai US$ 1,77 miliar dan kemudian juga memenangi tender Proyek Listrik Tanjung Jati C dengan cara agak akrobatik. Pada saat memenangi tender anggota konsorsiumnya adalah CEPA Hongkong dan PT International Manufacturing Producer Association (Impa) Energy-milik pelobi ulung Djan Faridz yang dikenal dekat dengan Mbak Tutut (Siti Hadijanti Rukmana) (Rafick,2007:140). Kedekatan Djan Faridz dengan salah satu putri Soeharto dimungkinkan akan mempermudah dia memperoleh proyrek-proyek dari pemerintah. 

    Berikut ini kasus yang melibatkan salah satu anggota keluarga Cendana. Sebuah proyek air bersih raksasa Umbulan berkapasitas 4 ribu liter/detik yang ditenderkan sejak 1986 namun terkatung-katung hingga 10 tahun lebih karena soal tarif, akhirnya dapat diperoleh pemenangnya. Diluar dugaan konsorsium Tommy Soeharto (Hutomo Mandala Putra) - raja properti Ciputra berhasil mendapatkan proyek ini. Padahal tarif yang diajukan Rp 888/m3 dan konsensi 25 tahun, jauh diatas tawaran Grup Citra Lamtorogung Persada (CLP) yang meminta konssi 15 tahun, dengan pola BOT (Build Operete & Transfer) mengajukan harga Rp 630/m3 yang dulu ditolak. Padahal PDAM menetapkan angka Rp 618/m3, namun menurut pemerintah mengatakan secara rasional penghitungan konsorsium Tommy memang masuk akal (Rafick,2007:148). Dalam kasus ini dimungkinkan ada KKN dalam proses tendernya. Dikarenakan nilai proyek yang disepakati kedua belah pihak tidaklah rasional. 

    Pada 1996, BUMN PT Kertas Leces mengalihkan garapannya dari memproduksi kertas koran ke produksi kertas HVS. Padahal kertas koran memiliki pangsa pasar dan pertumbuhan pasar yang jauh lebuh besar dibanding kertas HVS. Setelah Leces meninggalkan lapangan, Aspex Paper milik Bob Hasan yang notabene orang dekat Soeharto mengambil alih tempatnya, sehingga 80% kebutuhan dalam negeri akan kertas koran kemudian dipenuhi Aspex. Banyak kalangan menduga Leces sengaja mengalihkan bidang garapannya ke HVS, bila tak mau disebut dipaksa, untuk memeberi jalan kepada Aspex menguasai pasar kertas koran (Rafick,2007:153). Peran pemerintah dalam alih jenis produksi Leces dimungkinkan sangat besar. Hal ini karena Bob Hasan memeiliki hubungan baik dengan Soeharto. 

    Berikut ini adalah penyalahgunaan Dana Reboisasi (DR) untuk kegiatan di luar reboisasi diperkirakan di atas 2 triliun. Separuh digunakan pengusaha di luar sektor kehutanan. Setengahnya lagi dipakai mendanai proyek Hutan Tanaman Industri (HTI) pulp dan non pulp, termasuk HTI trans. Semuanya berdasarkan Keppres. Dana sebanyak itu tidak semuanya berasal dari DR. Sebagian besar berasal dari bunga jasa giro. Salah satu pengeluaran dana DR diberikan sebesar Rp 250 miliar untuk PT Kiani Kertas (Pabrik Kertasn dan pulp) milik Bob Hasan (Rafick,2007:160). Bau KKN sangat terasa dalam kasus ini. Mungkin ini salah satu bagian terkecil penyelewengan keuangan negara yang dimanfaatkan oleh keluarga dan kroni-kroni Soeharto. 

    Ari Sigit, cucu presiden lengser Soeharto misalnya, tercatat mendapatkan dana bujagi (bunga jasa giro) dengan cara halus. Mulanya Dephutbun melalui Keppres diminta menempatkan dana Rp 80 miliar di Bapindo dan BNI untuk jangka waktu 7 tahun. Dana itu kemudian dipinjamkan kedua bank plat merah tersebut kepada Ari Sigit untuk usaha pupuk urea tablet (Rafick,2007:162). Dimungkinkan ini ialah salah satu cara bagi-bagi uang negara untuk keluarganya ala Soeharto diantara puluhan kasus lainnya.. 

    Adanya skandal Bapindo (Bank Pembangunan Indonesia) tahun 1993. Yaitu dengan kredit sebesar Rp 1,3 triliun yang dikucurkn kepada seorang pengusaha bernama Eddy Tansil, adik kandung Hendra Rahadrja (pemilik Bank Harapan Sentosa yang sudah collapse). Kasus ini sangat menghebohkan karena menyeret sejumlah pejabat tinggi, termasuk Sudomo (orang kepercayaan Soeharto) yang pernah menjadi Kopkamtib (Lesmana,2009:58). Sudomo sebagai orang terdekat Soharto tidak akan mungkin terseret dalam kasus tersebut. Hal itulah ciri khas hukum ala Soeharto, orang-orang terdekatnya pasti akan aman. 

    Dari kasus-kasus yang telah diuraikan tadi nampak jelas bahwa masa Orde Baru sangat buruk dalam sistem pemerintahannya. Presiden Soharto nampaknya telah merestui adanya KKN tersebut. Ini dibuktikan dengan makin merajalelanya KKN dari tahun ketahun di masa Orde Baru. Walaupun ada upaya pemberantasan KKN, tapi koruptor-koruptor yang dekat dengan kekuasaan tampaknya tak pernah disentuh sama sekali. 


    5. DESENTRALISASI DAN HUBUNGAN YANG ADIL ANTARA PUSAT DAN DAERAH (OTONOMI DAERAH)

    Otonomi Daerah adalah kewenangan Daerah Otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. otonomi merupakan suatu bentuk penyosial yang di selenggarakan pemerintahan dengan menggunakan dan memanfaatkan seluruh potensi yang ada di daerah untuk dapat dipergunakan seoptimal mungkin untuk pembangunan kesejahteraann daerah tersebut. 

    Hak-hak dan kewenangan daerah untuk meregulasi, mengatur dan menetapkan segala bentuk kebikajakan sendiri tanpa harus sentralistik dan mengacu kepada kebijakan yang lainnya. 

    Otonomi dengan kekuatan yang memenuhi segala aspek, baik ekonomi,social dan politik akan membawa masyarakat kepada kesejahteraan hidup, karena pemrintah akan lebih cepat menemukan berbagai permasalahan sekaligus pemecahannya. 

    Pada masa orde baru, Kehadiran UU No. 5 Tahun 1974 tentang pemerintahan daerah diyakini akan mampu menciptakan stabilitas daerah, dengan demikian eksekutif diberi kewenangan yang sangat besar sebagai penguasa tunggal di daerah. Walupun demikian UU tersebut dinyatakan bahwa pemerintah daerah terdiri atas kepala daerah dan DPRD, akan tetapi tidak ada keseimbangan sama sekali, sebab di pemerintahan pusat dan daerah saat itu hanya merupakan tukang stempel untuk kepentingan eksekutif. 

    Pemilihan kepala daerah yang dilakukan DPRD adalah retorika belaka, sebab siapa yang harus jadi telah ditetapkan sebelumnya termasuk siapa mendapatkan berapa suara. Apabila skenario tidak berhasil, dan calon yang diunggulkan ternyata tidak terpilih, maka pemerintah pusat akan dengan mudah memilih/mengangkat kembali orang yang telah diproritaskan tersebut, sebab hasil pemilihan DPRD kemudian diajukan kepada pusat, and pusat bebas menentukan siapa yang akan dilantik dari hasil usulan/hasil pemilihan tersebut (Pasal 15 UU No. 5 tahun 1974). 

    Jadi otonomi yang nyata dan bertanggung jawab sebagaimana yang diamanatkan oleh UU No. 5 Tahun 1974 dalam pasal 11 hanya merupakan retorika belaka, sebab sampai UU No. 5 tahun 1974 dicabut, tidak pernah ada peraturan pelaksanaannya. Pemerintah orde baru memang pernah mengadakan otonomi percontohan atau lebih tepatnya uji coba penerapan otonomi daerah yang dilaksanakan pada satu daerah kabupaten/kota pada masing-masing propinsi. Program tersebut gagal total, karena memang semangat orde baru bukan untuk mengadakan otonomi daerah, tetapi strategi yang matang agar ada alasan kuat untuk tetap menerapkan sentralisasi kekuasaan atau pemerintahan daerah. Kegagalan otonomi percontohan ala orde baru tersebut disinyalir karena pemerintah pusat hanya memberikan kewenangan yang sebesar-besarnya tetapi tidak memberikan uang, alat dan aparat. Istilah yang berkembang saat itu adalah ‘kepala dilepas akan tetapi ekor ditahan’. 

    Pemerintah order baru tidak akan mau memberikan otonomi daerah, sebab memberikan otonomi berarti membagi kekuasaan sedangkan pembagian kekuasaan akan menyebabkan kekuasaan akan berkurang dan berkurangnya kekuasaan akan menyebabkan berkurangnya wibawa pemerintahan pusat yang kemudian akan menyebabkan terjadinya pembangkangan pemerintah daerah yang jauh dari kekuasaan pemerintah pusat. 



    6. MEWUJUDKAN KEBEBASAN PERS

    Pada masa orde baru, yakni masa pemerintahan Presiden Soeharto, Indonesia dijanjikan akan keterbukaan serta kebebasan dalam berpendapat. Pada saat itu pemerintah seolah mengatakan bahwa system pers Indonesia adalah system pers liberal. Esensi dasar system ini memandang manusia mempunyai hak asasi dan meyakini bahwa manusia akan bias mengembangkan pemikirannya secara bijak jika diberi kebebasan. Euforia akan kebebasan pun melanda masyarakat Indonesia saat itu. Masyarakat membayangkan kebebasan berpendapat dalam hal ini pers, terbuka lebar dan diharapkan akan mengubah keterpurukan akibat pemerintahan orde lama. Berbagai aspek seperti ekonomi, politik, budaya, dan psikologis rakyat mulai dipulihkan. Presiden Soeharto menggerakkan pembangunan dengan strategi Trilogi Pembangunan yakni stabilitas, pertumbuhan dan pemerataan. 

    Namun, kebebasan Pers dianaktirikan oleh pemerintah saat itu. Janji-jani awal tentang kebebasan pun hanya janji. Pada posisi ini pers mendapatkan begitu banyak tekanan dari pemerintah. Keberadaan pers atau media dikuasai penuh oleh pemerintah. Ini dikarenakan system pemerintahan orde baru yang otoriter. Tidak heran system pers Indonesia saat itu pun berbau otoriter bias dikatakan system pers pada masa orde baru adalah system pers otoriter. 

    Teori ini dikenal sebagai system yang paling tua karena dimulai pada masa pemerintahan absolut. Pers dalam system ini berfungsi sebagai penunjang Negara untuk memajukan rakyat. Media dikuasai penuh sekaligus diawasi oleh pemerintah. Berbagai informasi yang akan diberitakan dikontrol oleh pemerintah karena kekuasaan yang mutlak. 


    7. MEWUJUDKAN KEHIDUPAN DEMOKRASI

    Budaya demokrasi sudah dilaksanakan oleh nenek moyang kita sejak lama. Semua masalah senantiasa dimuyawarahkan sehingga permasalahan yang dihadapi dapat terpecahkan dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan adanya musyawarah dan mufakat untuk mengambil keputusan. 

    Sepanjang masa kemerdekaannya, bangsa Indonesia telah mencoba menerapkan bermacam-macam demokrasi. Hingga tahun 1959, dijalankan suatu praktik demokrasi yang cenderung pada sistem Demokrasi Liberal, sebagaimana berlaku di negara-negara Barat yang bersifat individualistik. 

    Pada tahun 1959-1966 diterapkan Demokrasi Terpimpin, yang dalam praktiknya cenderung otoriter. Mulai tahun 1966 hingga berakhirnya masa Orde Baru pada tahun 1998 diterapkan Demokrasi Pancasila. Model ini pun tidak mendorong tumbuhnya partisipasi rakyat. Berbagai macam demokrasi yang diterapkan di Indonesia itu pada umumnya belum sejalan dengan prinsip-prinsip demokrasi, karena tidak tersedianya ruang yang cukup untuk mengekspresikan kebebasan warga negara. 

    Berdasar pengalaman sejarah, tidak sedikit penguasa yang cenderung bertindak otoriter, diktaktor, membatasi partisipasi rakyat dan lain-lain. Mengapa demikian? Ya, sebab penguasa itu sering merasa terganggu kekusaannya akibat partisipasi rakyat terhadap pemerintahan. Partisipasi itu dapat berupa usul, saran, kritik, protes, unjuk rasa atau penggunaan kebebasan menyatakan pendapat lainnya. Sesudah bergulirnya reformasi pada tahun 1998, kebebasan berbicara dan menyatakan pendapat, kebebasan memilih, kebebasan berpolitik dan lain-lain. 

    LATAR BELAKANG TUNTUTAN REFORMASI DAN PERUBAHAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945