Kamis, 11 April 2013

Download One Piece Capter 705 Bahasa Indonesia

ONE PIECE CHAPTER 705 -MAYNARD SI PEMBURU 


Setelah tahu siapa lelaki bertopeng itu sebenarnya, para penonton berteriak-teriak mengagungkan namanya, "Burgess!! Burgess!!" terus begitu. Sementara di sisi lain, ada juga yang masih bertanya-tanya, "Dia itu kru bajak laut Kurohige, kan? dia terlalu kuat!!"

Di antara para penonton, tampak juga Franky yang masih tetap dengan pakaian samarannya. "Kukira Luffy akan bisa memenangkan turnamen ini dengan mudah, tapi kelihatannya tak akan semudah itu. Dan kuharap, identitas aslinya tidak terbongkar." pikirnya.



"Yah, aku juga harus pergi melakukan pekerjaanku." ucap Franky dan berdiri, bersiap untuk pergi. "Apa? Tunggu!! Aku juga ikut!!" ucap boneka tentara yang ternyata masih mengikutinya. "Huh, sudah kubilang kan, kau menghalangi jalanku!!" bentak Franky.

"Aku tak butuh orang yang tak tahu dimana pabriknya berada!! Dan lagi, aku akan menghajar orang-orang dari keluarga Doflamingo!!"

"Apa!?" orang-orang di dekat Franky menatap ke arahnya dengan tatapan penuh kekesalan.

"Tu-tunggu! Sttt!!!" pinta si boneka tentara, "Ayo kita pergi ke tempat lain. Berbicara seperti itu di sini, itu hal yang tabu." jelasnya. "Ng? Siapa kau ini sebenarnya?" tanya Franky.


Di sisi lain kolesium, tampak seorang angkatan laut yang tentu saja dengan pakaian samaran sedang mengawasi dan menerima laporan dari petugas lainnya. "Prajurit bajak laut, Heildion, dan bahkan Gambia sang Missionary!?"

"Ya, mereka semua ada di sini" ucap seseorang lewat denden mushi.
"Hmm, ini gawat, sepertinya kita benar-benar butuh bantuan. Siapa yang mengira kalau jadinya akan seperti ini..."
"Ya, apalagi dengan kemunculan Burgess, ini benar-benar mengejutkan."


Ternyata, angkatan laut itu sedang berkomunikasi dengan angkatan laut lain yang menyamar sebagai peserta dan tengah berada di ruang ganti. Pantas saja, ia tahu mengenai nama-nama hebat tadi.


"Aku akan segera menyampaikannya pada Isshou-san."
"Ya..." ucap angkatan laut yang sedang duduk sendiri di ruang ganti itu.

"Youyou!! Niichan!!" seorang bajak laut tiba-tiba saja menghampirinya, "Apa kau sedang berkomunikasi dengan seseorang yang ada di luar? Kelihatannya kau mencurigakan, hahaha... Kau sedang membicarakan nama-nama besar itu secara rahasia, kan? Dan, memo apa itu?? AH, jangan-jangan kau..."

Angkatan laut tadi tampaknya akan kepergok.


"Hei, ada apa?" tanya rekan angkatan laut itu lewat alat komunikasi, ia tak tahu menahu kenapa mendadak rekannya itu terdiam. "Aku menghubungimu sepuluh menit lagi." ucap si angkatan laut dan kemudian memutus komunikasinya.

"Jangan-jangan kau bicara dengan dirimu sendiri??" ucap baak laut tadi. Dia adalah kru penasihat bajak laut Bartolomeo, Gambia sang Missionary, bajak laut dengan harga buronan 67.000.000 Berry.


Dia tak lain merupakan salah satu nama yang angkatan laut tadi bicarakan, dan meski ternyata ia tak tahu kalau orang tadi adalah angkatan laut, tetap saja keberadaannya berbahaya. Untuk itu, angkatan laut tadi segera menghabisinya. Dan tak perlu lama, Gambia si Missionary secara diam-diam telah dihajar dan dibuang ke tempat sampah.

"Maaf ya, atas gangguan tadi." ucap angkatan laut itu, yang ternyata adalah wakil Admiral angkatan laut, Maynard si Pemburu. Ia menyamar sebagai peserta dengan nama Capman, nomor pendaftaran 0429.


"Oh iya, Gambia si Missionary yang tadi kubicarakan, anak buahnya Bartolomeo, coret saja, ternyata dia tak sehabat yang kukira." ucap Maynard.

Kembali ke kolesium, setelah blok A dimenangkan oleh Burgess, kini giliran pertarungan blok B. "Selanjutnya, blok B, harap para peserta memasuki arena!!!"

Di salah satu kursi penonton, tampak angkatan laut tadi sedang berada di sebelah kakek-kakek buta waktu itu, dan kemudian memberitahukan nama-nama yang tadi telah dicatat olehnya. "Hmmm, ayo pergi, nama mereka memang cukup terkenal." ucap lelaki buta itu dan kemudian mereka keluar dari bangunan kolesium itu.


Tak perlu waktu lama, merekapun sampai di luar gedung, "Lalu, apa yang harus kita lakukan? Ah, aku lupa, ini jubah anda." ucap angkatan laut itu sambil memberi si kakek-kakek buta sebuah jubah, yang tak lain adalah jubah seorang Admiral. Ya, ternyata kakek-kakek buta itu adalah Fujitora, admiral angkatan laut.

"Ayo minta sekitar tiga kapal perang untuk datang kemari." perintah kakek itu. "Dan pertama-tama, kita harus pergi menuju... Umm, apa itu namanya?" "Green Pit?" "Yah, kita akan pergi ke sana." ucap Fujitora. "Kemudian, panggil orang-orang dari tim medis, warga sipil mungkin saja akan terluka, kan. Aku ingin kau menghitung jumlah para penonton, juga populasi kota, dan negara ini."

"Eh? Apa itu perlu??"

"Sebelum menghitung jumlah musuh, kita harus menghitung jumlah orang yang harus kita lindungi, kan?" ucap Fujitora.

Sementara itu di sisi tim penyerahan Caesar, yang terdiri dari Law, Usopp, Robin, dan tentu saja Caesar, mereka berempat dengan pakaian samaran sedang berada di sebuah cafe yang ada di tempat terbuka, dan bertanya pada salah seorang pelayan cafe itu informasi mengenai Green Pit.

"Green Pit? Apa kalian peneliti atau semacam penjelajah? Aku sangat tidak menyarankan kalian pergi ke sana. Kecuali... kalian siap untuk kehilangan nyawa kalian." ucap pelayan itu. "Kusarankan sebaiknya kalian tak pergi ke tempat itu."

"Bukankah jembatan itu terlihat begitu kokoh?" tanya Robin. Dari tempat mereka duduk sekarang, terlihat sebuah jembatan yang menghubungkan tempat itu dengan Green Pit.

"Memang benar, jembatan itu kokoh, dan lagi terbuat dari besi. Tapi seperti yang kalian lihat, tak ada lagi yang menggunakan jembatan itu. Green Pit dikelilingi oleh ikan-ikan petarung yang berbahaya. Sebelum mereka muncul, orang-orang menggunakan jembatan itu untuk pergi ke sana, tapi itu cerita dua ratus tahun yang lalu."

"Shulololo, tuan... apa itu ikan petarung?" tanya Caesar. Kemudian pelayan tadi menjelaskan, "Mereka adalah spesies ikan ganas yang memiliki tanduk. Jika kalian ke sana menggunakan perahu, maka perahu kalian akan lenyap dalam sekejap. Itulah kenapa jembatan ini diperkuat dengan besi baja. Tapi ternyata, itu juga percuma."

"Percuma!? Maksudmu ikan-ikan itu bisa merobohkan besi!!?" tanya Usopp.
"Yah, kurasa hanya orang yang pernah lewat ke sana yang tahu hal itu. Tapi setahuku, sampai saat ini belum ada orang lewat yang bisa kembali secara hidup-hidup."

"Hah!!?" Usopp dan caesar kaget, ketakutan.
"Hei Torao!! Ayo ganti lokasi penyerahaannya!!!" pinta Usopp.
"Benar!! Pikirkan juga keselamatan orang yang akan diserahkan! Bodoh!!" bentak Caesar.

"Tidak. Kita sudah sampai sejauh ini, jadi tolong jangan meminta yang macam-macam." ucap Law, "Ngomong-ngomong, aku lebih mencemaskan keadaan kota ini. Bagaimana bisa warga kota ini tetap tenang setelah raja mereka melepaskan jabatannya secara tiba-tiba? Ini benar-benar berbeda dari apa yang kurencanakan..."

"Apa hal itu sebegitu pentingnya, hah!?" bentak Usopp.

Tiba-tiba Robin menutupi wajahnya dengan topi yang dipakainya. "Hm? Apa yang kau lakukan? Ro..." Usopp hendak bertanya, tapi kemudian Robin langsung memberi tanda agar dia diam.

Ternyata, Robin menyembunyikan diri karena baru saja sebuah kelompok pemerintah melewati tempat itu.

"CP-0? Kenapa mereka bisa ada di tempat seperti ini?" Law bertanya-tanya.
"A-apa mereka ada hubungannya dengan CP-9!?" Usopp juga bertanya-tanya.
"Mereka adalah Organisasi tingkat atas, dikatakan kalau tak ada hal baik yang terjadi saat mereka berada di suatu tempat." ucap Robin. "Benar sekali..." lanjut Law, yang membuat Usopp menjadi semakin takut saja.

Di sisi Zoro, pada akhirnya ia berhasil menangkap kembali pedangnya, namun ia harus meloncat dan atas sebuah gedung. "Sial!! Gyaah!!" Bruuuk. "Ukkh..." Zoro terjatuh. Dan tak hanya sekedar terjatuh, selanjutnya sebuah batu berukuran empat kali kepalanya menimpa wajah Zoro.

"Oh tidak... Ukhhh!!!!" wajah Zoropun memar. "Gawat, kalau begini bisa-bisa orang-orang melihatku... Aku harus segera pergi dari sini, atau orang-orang akan... ukhh..."

Di sisi Kinemon, ia tersesat. Beberapa kelompok preman dengan senjata api mengepungnya dan curiga. Kinemon hanya bisa mengelak, "Siapa aku? Aku hanyalah orang tua yang lewat!!" ucapnya. Tapi, orang-orang itu tak percaya begitu saja. "Pembohong!!" ucap salah seorang dari mereka, sambil terus mengarahkan pistolnya ke arah Kinemon.

"Di balik topi itu adalah jambul, kan?? Kau seorang samurai, kan!? Kau pasti Kinemon si cetusan api itu!! Kami melihatmu di tayangan dari Punk Hazard!! Aku juga tahu alasanmu datang kemari!! Kalau kau peduli terhadap nyawa Kanjuuro, tetaplah tenang!!"

Di sisi Sanji, dia masih bersama dengan perempuan penari itu. Dari atas gedung bertingkat, seorang penembak jitu hendak menembak mereka. Namun dengan cepat, Sanji yang menyadari hal tersebut berlari dan langsung menendangnya.


Sanji kemudian kembali dan memasang pose jagoan. "Uuh, kau membuatku terkejut, kau begitu kuat.." ucap Violet, perempuan itu. "Yaah, penembak jitu berjarak delapan meter dari tanah bukan apa-apa bagiku!!" ucap Sanji.

"Beruntungnya aku!! Kau bisa diandalkan..." perempuan itu memeluk Sanji. Sanji semakin jatuh cinta, dirinya dikelilingi aura cinta. Dalam hati ia seakan hendak mengirim surat pada Nami dan Robin, "Nami-san tersayang, Robin-chan, bagaimana cuaca di sana? Sekarang aku sedang berada di dalam sebuah badai yang disebut cinta!! Aku sedang jatuh cinta!!"

Di bagian kelompok penjaga kapal, yang terdiri dari Chopper, Nami, Brook, dan juga anak Kinemon, Momonosuke, mereka sedang bermain Shogun di kapal, untuk menghibur Momonosuke. Ceritanya, Momonosuke menjadi seorang shogun.

Glup glup glup... Chopper menimun semuanya. "Tidak, tidak!! Bukan begitu!! Kau tak boleh meminum semuanya!!" bentak Momonosuke. "Dengar! Kau hanya perlu mencobanya, meminumnya sedikit untuk mengecek apa itu beracun atau tidak sebelum memberikannya pada shogun. Mengerti?"


Ceritanya, Chopper menjadi budak. "Ayo kita lakukan lagi." ucap Momonosuke, "Ambilkan aku tehnya, Chopaemon!!"

"Baiklah, akan segera kubawa tuanku!" ucap Chopper. Selanjutnya, Momonosuke tiduran di paha Onami, alias Nami, yang berperan sebagai seorang nona bangsawan. "Bagaimana perasaanmu, tuanku?"

"Uhmm, lumayan, aku merasa cukup puas." ucap Momonosuke. "Begitukah? Baguslah..." ucap Onami.

"Aku juga puas!! Yohohoho!!!" Tiba-tiba Brook ikut tiduran di paha Nami. Tapi tak lama kemudian, Nami langsung menghajarnya.

"Gyaaahh!!!" Brook terpental hingga membentur tembok. "Tu-tunggu, pukulanmu menyakitkan, Nami-san!! Bukankah ini pesta tidur di paha??"

"Pesta apanya, hah!!?"

"Kami bermain Shogun." jelas Chopper. "Bermain Show Goon??" "Tiap kali kita membiarkan Momo sendirian, dia menjadi depresi, seperti memikirkan sesuatu. Dia tak bicara sama sekali. Tapi kupikir, mungkin dia pernah sakit hati, walaupun dia masih kecil."

"Begitukah? Aku mengerti sekarang." ucap Brook. "Hei, Bone-kichi!!" Momonosuke memanggil Brook, "Hibur kami!!" perintahnya. "Tidak, aku hanya menuruti perintah Luffy-san." ucap Brook. "Lakukan!!" Chopper menggeplak kepala Brook.

Pada akhirnya, Brookpun menyanyi, menghibur mereka. Sampai tiba-tiba, mendadak terdengar suara dari dalam ruangan kapal. "Eeeh!?"

"Tidak..." ucap suara itu.

"Eh?? Seharusnya tak ada siapa-siapa lagi kan di kapal ini??"
"benar, lalu suara apa itu?? Menakutkan!!!"
"Suaranya berasal dari kamar laki-laki..."

"Tidak, uff... Tidak, tidak..." ucap suara itu lagi.

"Su-suara siapa itu!!!?"
"Ada seseorang di sana!!!"

Kembali ke kolisium Corrida, para peserta dari blok B telah memasuki arena, kecuali...
"Capman dan Bartolomeo bukannya dari blok ini juga?" panitia mencari-cari mereka. Ya, Capman tak lain adalah wakil angkatan laut itu, Maynard si pemburu, dan Bartolomeo adalah kapten dari bajak laut yang tadi dihajar olehnya.

"Ah..." Panitia melihat Bartolomeo datang dari tempat sampah. "Kau Bartolomeo, kan? Pertarungan dari blok B akan segera dimulai. Oh iya, apa kau melihat peserta bernama Capman?"


"Kurasa tidak." ucap Bartolomeo, padahal sebenarnya ia habis menghajar dan membuangnya ke tong sampah. Ya, Bartolomeo membalas perbuatan sang wakil kapten terhadap anak buahnya. Benar-benar mengerikan, ia adalah rookie yang gila.


To be Continued => 706


link donwload..

Download