Rabu, 31 Oktober 2012

Beberapa Keistimewaan Bulan Ramadhan

EDUKATIF BLOG. Diantara beberapa Keistimewaan Bulan Ramadhan adalah sebagai berikut:

1. Puasa Ramadhan adalah rukun keempat dalam Islam. Firman Allah Ta'ala: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan asas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (Al-Baqarah: 183).

Sabda Rasulullah s.a.w.: "Islam didirikan di atas lim
a sendi, iaitu: syahadat tiada sembahan yang haq selain Allah dan Muhammad adalah rasul Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi hajike Baitul Haram." (Hadits Muttafaq 'Alaih).

Ibadah puasa merupakan salah satu sarana penting untuk mencapai takwa, dan salah satu sebab untuk mendapatkan ampunan dosa-dosa, pelipatgandaan kebaikan, dan pengangkatan derjat. Allah telah menjadikan ibadah puasa khusus untuk diri-Nya dari amal-amal ibadah lainnya.

Firman Allah dalam hadits yang disampaikan oleh Rasulullah s.a.w.: "Puasa itu untuk-Ku dan Aku langsung membalasnya. Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, iaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa lebih harum daripada aroma kasturi." (Hadits Muttafaq 'Alaih).

Dan sabda Rasulullah s.a.w.: "Barangsiapa berpuasa Ramadhan kerana iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (Hadits Muttafaq 'Alaih).

Maka untuk memperoleh ampunan dengan puasa Ramadhan, harus ada dua syarat berikut ini:

  • Mengimani dengan benar akan kewajiban ini.
  • Mengharap pahala kerananya di sisi Allah Ta 'ala.

2. Pada bulan Ramadhan diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi umat manusia dan berisi keterangan-keterangan tentang petunjuk dan pembeza antara yang haq dan yang bathil.

3. Pada bulan ini disunatkan shalat tarawih, yakni shalat malam pada bulan Ramadhan, untuk mengikuti jejak Rasulullah, para sahabat dan Khulafaur Rasyidin.

Sabda Rasulullah s.a.w.: "Barangsiapa mendirikan shalat malam Ramadhan kerana iman dan mengharap pahala (dari Allah) niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (Hadits Muttafaq 'Alaih).

4. Pada bulan ini terdapat Lailatul Qadar (malam mulia), iaitu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, atau sama dengan 83 tahun 4 bulan. Malam di mana pintu-pintu langit dibukakan, do'a dikabulkan, dan segala takdir yang terjadi pada tahun itu ditentukan.

Sabda Rasulullah s.a.w.: "Barangsiapa mendirikan shalat pada Lailatul Qadar kerana iman dan mengharap pahala, dari Allah niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (Hadits Muttafaq 'Alaih).

Malam ini terdapat pada sepuluh malam terakhir, dan diharapkan pada malam-malam ganjil lebih kuat daripada di malam-malam lainnya. Kerana itu, seyogianya seorang muslim yang senantiasa mengharap rahmat Allah dan takut dari siksa-Nya, memanfaatkan kesempatan pada malam-malam itu dengan bersungguh-sungguh pada setiap malam dari kesepuluh malam tersebut dengan shalat, membaca Al-Qur'anul Karim, zikir, do'a, istighfar dan taubat yang sebenar-benarnya. Semoga Allah menerima amal ibadah kita, mengampuni, merahmati, dan mengabulkan do'a kita.

5. Pada bulan ini terjadi peristiwa besar iaitu Perang Badar, yang pada keesokan harinya Allah membezakan antara yang haq dan yang bathil, sehingga menanglah Islam dan kaum muslimin serta hancurlah syirik dan kaum musyrikin.

6. Pada bulan suci ini terjadi pembebasan kota Makkah Al-Mukarramah, dan Allah memenangkan Rasul-Nya, sehingga masuklah manusia ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong dan Rasulullah menghancurkan syirik dan paganisme (keberhalaan) yang terdapat di kota Makkah, dan Makkah pun menjadi negeri Islam.

7. Pada bulan ini pintu-pintu Syurga dibuka, pintu-pintu Neraka ditutup dan para syaitan diikat.

Betapa banyak berkah dan kebaikan yang terdapat dalam bulan Ramadhan. Maka kita wajib memanfaatkan kesempatan ini untuk bertaubat kepada Allah dengan sebenar-benarnya dan beramal shalih, semoga kita termasuk orang-orang yang diterima amalnya dan beruntung.

Perlu diingat, bahawa ada sebahagian orang -semoga Allah menunjukinya- mungkin berpuasa tetapi tidak shalat, atau hanya shalat pada bulan Ramadhan saja. Orang seperti ini tidak berguna baginya puasa, haji, mahupun zakat. Kerana shalat adalah sendi agama Islam yang ia tidak dapat tegak kecuali dengannya.

Sabda Rasulullah s.a.w.: "Jibril datang kepadaku dan berkata, 'Wahai Muhammad, siapa yang menjumpai bulan Ramadhan, namun setelah bulan itu habis dan ia tidak mendapat ampunan, maka jika mati ia masuk Neraka. Semoga Allah menjauhkannya. Katakan: Amin!. Aku pun mengatakan: Amin." (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya) (Lihat kitab An Nasha i'hud Diniyyah, hlm. 37-39).

Maka seyogianya waktu-waktu pada bulan Ramadhan dipergunakan untuk berbagai amal kebaikan, seperti shalat, sedekah, membaca Al-Qur'an, zikir, do'a dan istighfar. Ramadhan adalah kesempatan untuk menanam bagi para hamba Ailah, untuk membersihkan hati mereka dari kerosakan.

Juga wajib menjaga anggota badan dari segala dosa, seperti berkata yang haram, melihat yang haram, mendengar yang haram, minum dan makan yang haram agar puasanya menjadi bersih dan diterima serta orang yang berpuasa memperoleh ampunan dan pembebasan dari api Neraka.

Tentang keutamaan Ramadhan, bersabda Rasulullah s.a.w.: "Aku melihat seorang laki-laki dari umatku terengah-engah kehausan, maka datanglah kepadanya puasa bulan Ramadhan lalu memberinya minum sampai kenyang" (HR. At-Tirmidzi, Ad-Dailami dan Ath-Thabarani dalam Al-Mu'jam Al-Kabir dan hadits ini hasan).

"Shalat lima waktu, shalat Jum'at ke shalat Jum 'at lainnya, dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan di antaranya jika dosa-dosa besar ditinggalkan." (HR. Muslim).

Jadi hal-hal yang fardhu ini dapat menghapuskan dosa-dosa kecil, dengan syarat dosa-dosa besar ditinggalkan. Dosa-dosa besar, iaitu perbuatan yang diancam dengan hukuman di dunia dan siksaan di akhirat. Misalnya: zina, mencuri, minum arak, mencaci kedua orangtua, memutuskan hubungan kekeluargaan, transaksi dengan riba, mengambil risywah (wang suap), bersaksi palsu, memutuskan perkara dengan selain hukum Allah.

Seandainya tidak terdapat dalam bulan Ramadhan keutamaan-keutamaan selain keberadaannya sebagai salah satu fardhu dalam Islam, dan waktu diturunkannya Al-Qur'anul Karim, serta adanya Lailatul Qadar -yang merupakan malam yang lebih baik daripada seribu bulan- di dalamnya, niscaya itu sudah cukup, Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya. (Lihat kitab Kalimaat Mukhtaarah, hlm. 74 - 76.)

Keistimewaan Bulan Ramadhan

Selasa, 30 Oktober 2012

The Concept Of Creation Of The Universe According To Hinduism, Islam, Christianity And The Modern Concept

EDUKATIF. All scriptures major religions of the world describe the concept of creation of the universe. In general, the concept of creation of the universe is almost similar to the Abrahamic religions. This is probably because the three Abrahamic religions of Judaism, Christianity and Islam also originated from the same doctrine, the teachings of the Prophet Abraham / Ibrahim. But the concept of creation in Eastern religions, especially Hinduism and Buddhism was very different from the concept of Abrahamic religions. The concept of the doctrine of creation which is more
relevant to the theories of creation and the science of modern cosmology? Let's look at one by one.

A. Concept creation according to the Bible
Ancient Jews and the Christians have two legends of creation, both recorded in the Bible / the Bible.

The first,
God created Heaven and Earth, the Earth was without form and void; dark face of the deep, and the Spirit of God hovered above the waters, God said, Let there be light. "Then there was light. God saw that the light was good, then separated the light from the darkness And God called the light Day, and the dark night. And the evening and morning were the first day.

God made the firmament in the midst of all the water to separate the water from the water. He separated the water under the firmament from the water above it. God called the firmament is the sky, that day to two.
All water under the sky gathered in one place, so look dry. God called the dry land, and sea-water collection. The land is growing young shoots, all kinds of plants with seeds and all types of trees that produce fruit with seeds on the earth, that day to three.
The sun and moon and stars on the fourth day, all birds and marine animals on day five, animal livestock, reptiles, wild man and first woman on the sixth day [of Genesis 1, 1-31].
In 1951, Pope Pius XII to connect words "Let there be light." With the Big Bang hypothesis. Since then the Big Bang, a big blow as a 'theory' the origin of the universe.
Second,
God made the earth, and the first man, then the plants and animals, and the last a woman [Genesis 2, 4-22].

Phrase 'be ..' is in each of God's will do.
Pope Pius XII was eager to connect the phrase 'be light' in the first paragraph with the Big Bang, he seems to have understood the logic that kemuskilan
How is it possible, light and dark is called the day called the night occurred in the first day, while the Sun and new moon on day 4
How is it possible, plant seeds and fruits with seeds can grow the Sun and Moon semetara newly created next day, where one day equals 1000 years of God on earth.

Some opinions among Christian connecting light and dark as good and evil, but that opinion is not relevant since the object has not created evil.
Mentioned above that the phrase "Let there be light" done before creation. All use of the phrase "Let there be light" was made after a water face of the deep! There is no evidence from the Bible which states that the water that covered the deep well created by God.
On the first day, described how the water is not created because not preceded by the words "Let there be light". Water and God was there. The shape of the earth when it was just the water that covered the entire Earth. Water pouring from above and below the water there, everywhere is water.
The Bible in Genesis 1 tells of Earth's only in times of flood, he was not talking about the formation of the Solar System Formation of Universe moreover, Instructions about it, seen in the second day and third, when the flood was over, The sky was getting light, water only under the sky , some began to recede, the land looks and the rest of Ocean.
So it is clear that the Bible is only telling than the decline of the great flood stories about the creation of the universe with a tremendous explosion! There is absolutely no relevance to the Big Bang hypothesis.

B. The concept of creation according to the Qur'an
Al Qur'an was more advanced with the closing hole initial logic creation of Heaven and Earth by using the phrase says 'be ..' the same!
The same phrase is 'Be ..' or 'kun fayakoonu' is a phrase to the omnipotence of, it was listed in paragraph 8 [Al-Baqarah 2:117, Ali Imran 3: 47, Ali Imran 3: 59, Al Anaam 6: 73 , An-Nahl 16: 40, Mary 19: 35 Yasin 36: 82, and Al Ghafir 40: 68] ie the creation of the heavens and Earth, Creation of Adam & Jesus, and others who desired the creation of God:
[2:117] Allah the Creator of heaven and earth, and if He wills (to create) something, then the (sufficient) He just said to him: "Be!" And it is.
[3: 59] Verily such (creation) Jesus with Allah is as the (creation) of Adam. God created Adam from dust, then God said to him: "Be" (a man), it will be him.
[36: 82] Verily his condition when He intends a thing is said to him: "Be!" And it is.
Did phrase 'be ..' or 'kun fayakoonu' is the Big Bang?
Quran verse 51: 47 states that "And the sky that we wake up with power (We) and We really powerful".
Some people translate the word 'we really powerful' into our meluaskannya'' '. Commentaries 'we expand the' put forward by Harun Yahya that emerged only recently just as the hypothesis BIGBANG and the universe that is expanding popular-pupulernya. But according to paragraph 3 above about the 'Be' is completely not show any match with the Big Bang hypothesis and the universe continues expanding.
Detail the creation of Heaven and Earth according to the Koran contained in a letter [7:54, 10:3, 11:7, 21:30, 25:59, 32:4, 57:4, 41:9-12 and 79: 27-33].
Surat Al-Anbiya '21:30, show the Earth and sky conditions at the beginning:
Al-Anbiya '21:30, And if the people who disbelieve not see that the heavens and the earth were a coherent, then we separate between the two. And We made from water every living thing. Will they not also believe?

Tafsir Ibn Kathir on verse 21:30:
... Do not they know that Heaven and earth which had been initially bersatupadu them a single entity, bound to one another. Stacked one above the other, then God separated them from each other and make it seven of Heaven and Earth was seven, put air between earth and sky are the lowest ...

Saidbin Jubayrmengatakan:
'the heavens and the Earth was once so one another, then raised Heaven and earth became separated from him and this separation is called God in the Qur'an'

Al Hasan and Qatada said;
'They used to be united, then divided by this air'

Letter Fushshilat 41: 9-12, presents the sequence of workmanship How do God's creation:
First, (41:9) created the Earth in two days
Second, (41:10) All contents Bumidiciptakan total in four days
Third, (41:11) Then he headed to the creation of the heavens and the sky was still a smoke: He said to him and to the earth: "Come ye both according to my commandments, willingly or unwillingly." They said: "We came with like liver. "
Letters above clearly indicate that the position of Earth and Heaven are equal, the earth is not part of the sky. Earth was created first, then settled Heaven and God's resolve proved in the next paragraph
Fourth, (41:12) So He completed them as seven heavens in two days. He assigned to each of the business heaven. And We adorned the sky near the stars bright and we keep it well. Thus the provisions of the Mighty, the Knower.
Tafsir Ibn Kathir for 41:9-11juga letter states that:

Creation of the Earth and the Creation of the sky separately discussed God says that He created the Earth first, because it is the foundation, and foundations must be built first, then the roof.

With regard to the creation of stars in paragraph Fushshilat 41:12 there is a 3 (verse) Another in the Qur'an which would confirm that the stars were created to adorn the heavens, and as a means to cast out demons when they steal heard the news from God / heaven [Ash Shaaffaat 37: 6, Al-Mulk 67: 5, Al-Hijr 15:16-18 and also 'Al Fajr as a major star in paragraph Al-Furqan 25:61]
Surat Al-Mulk 67:5, Surely We have adorned the heaven with stars, and We made the stars thrower tools satan, and we are prepared for them the punishment of burning.

Tafsir Ibn Kathir letter 67:1-5
This verse refers to the stars who have been in Lay in the sky, some moving and some still.

Qatada said;
'The stars were created for three purposes, namely: Decoration in the sky, Tools of Satan and throwers Navigation instructions, so anyone looking for another interpretation of the star but then it is clear this is a personal opinion, he has surpassed the proportion and burden themselves with it - things that he himself had no knowledge of this. [Ibn Jarir and Ibn Hatim recorded this history].
Uses 'Al Fajr' (big star) is the same as the Fortress guards to throw the devil who stole heard [history of the Atiyah Al-`Awfi, see: Tafsir Ibn Kathir letter 15:16-19]
Letter Naazi An 'aat 79:27-33, also presents the sequence of work done God's creation!
God states that the creation of Man is much easier than the creation of Heaven. He raised building and refine it (79:28). Then she Creating day and night. Then the earth dihamparkannya (optional) Here's how: emit Water and grow plants, mountains firmly planted (79:31-32). For what? For the pleasure of Man and of the human cattle (79:33)

tafsir Ibn Kathir for letter 79:27-33:

It already has been mentioned previously in Surat Ha Mim As-Sajdah thatthe earth was created before the heaven was created, but it was only spread out after the creation of the heaven.

In Tafsir Ibn Kathir for letter 79:27-33, there is an interesting story about the confusion someone will contact letter [41:9-12] and letters [79:27-33] which created the first: Earth or Heaven.
Sa'id Bin Jubayr said, 'Somebody said to Ibn' Abbas: I found in my confusion Qur'an: ... Allah says (79:27-33):
Are you more difficult penciptaanya or sky? God has membinanya, He created, raised and then refine it, and He darkened its night, and made the afternoon light.
And the earth after it laid him. It emits water from it's eyes, and (grow) grow-tumbuhannya. And the mountains He fixed firmly, (all of it) for pleasure and for the animals cattle.
So He declared that the creation of new first Lagit then the creation of the Earth, But then God said (41:9-12):
Say: "Verily ye disbelieve Who created the earth in two days and you invent allies for Him? Such is the Lord of the Worlds ". And he created the earth mountains firmly on top. He memberkahinya and He determines her level of food-food in four days. for those who ask.
Then he headed to the creation of the heavens and the sky was still a smoke: He said to him and to the earth: "Come ye both according to my commandments, willingly or unwillingly". Both replied: "We come willingly". So He made the seven heavens in two days. He assigned to each of the business heaven. And We adorned the sky near the stars bright and we keep it well. Thus the provisions of the Mighty, the Knower.

Here God declared creation of new and old Earth Creation Langit.Kemudian Ibn 'Abbas said:
God created the Earth in two days (days),
then create the sky, then (Istawa ila) raised the heavens and fashioned in two days.
Then spread the Earth, this means that he brings, since then, water and food. And then He created the mountains, Sand, object-benta lifeless, rocks and hills and all within two days.

This is what God said (he) the (Earth) (79:30) And God said, 'He created the earth in two days', so He created the Earth and everything in it in four days, and He created the sky in two days. In the recordings of Al Bukhari.
He created the Earth in two days, meaning on Sunday and Monday.
He put mountains on it solid, grow a useful, measuring equipment necessary for humans, meaning on Tuesday and Wednesday, so with two days before to four days
Then he raised (Istawa ila) and the sky and the sky was still a smoke .. melengkap and 7 completed his creation as the sky in two days, Thursday and Friday means

In the recording Hadith Muslim, Book 039, Number 6707, Abu Huraira reported that the Prophet held my hand and said: Allah Almighty and the Lord created:
Land on Saturday and
Mount on Sunday and
The trees on Monday and
Everything related to the completeness of the work on Tuesday and
light on Wednesday and
Animals and spread on Thursday and
Adam after ashar on Friday, the last creature on Friday between afternoon and evening

Three reports on the creation of the heavens and the earth above, has emphasized that: the Earth was created first and then the sky.
The letter was about 41:11
"Then he headed to the creation of the heavens and the sky was still a smoke, then .."

In surat Al Asbabun Nuzul Iklas 112:1-4,
Say: "He is Allah, the Almighty. God is the God who rely on Him all things. He is no birth nor begotten, and there is none equal to Him. "

Shaykh Abu history in Kitaab Adhamah sourced from Aban is narrated from Anas that the Jews of Khaibar the Prophet Muhammad faced. and said: "O Abal-Qasim! God made angels of light veil, Adam of black soil, the devil of the towering flames, the sky from the smoke, and earth from the foam of water. Try to explain to us about the Lord. "Prophet Muhammad did not answer, so come down Gabriel brought the revelation of this letter (S.112 :1-4) which describes the nature of God.
From the above hadith, we know that there is no denial about the origin of Heaven, Adam, Satan and the Earth.
There are interesting facts mentioned in the letter of 41, ie after the creation of Earth, the sky is still beberbentuk fog and traditions suggests that the same statement from the Jews that the heavens were created from the mist, so the creation of the universe of the Abrahamic religions closer hypothesis fog than the Big Bang hypothesis.
Letters 41, 51, 21 and 79 of those on Almakiyah (before the Hijra to Medina, 620 AD) and the order that the letter was written. Paragraph 112, which considers there as Al Makiyyah, while As regard as Al Suyuti Madaniyya
Last assertion about the creation of Earth and Heaven is through a letter Al Baqarah Allah revealed in 2 AH (624 AD). This letter is one of those letters that fall Al madaniyya more recent than the other letters of Makiyya al 41, 51, 21 and 79 letters. In surat Al-Baqarah 2:29, Muhammad and Gabriel said that:
He who makes things for you on Earth. Then he raised (Iswata ila) dijadikanNya seven heavens and the sky. And He is Knower of all things.

Once everything is ready, the continued with the creation of Adam in Al-Baqarah 2:30-36, the letter reinforces the letters of human creation that fell earlier in 7:10-24, 15:26-33 and 38:71-84. Disebutkab that Adam was created from the ground and then God said, 'Be!' [3:59]
Statement in surat Al-Baqarah 2:29-36 is very clear, structured, and there is order! that is creating the Earth, then the sky plus the last 7 sky and creating Man. So, when man was created is the creation of the heavens is final, no development of the sky again. Proof is in verse 2:31
And He taught Adam all names, and then bring it to the angels, and said: "But name to me the names of these if you are dizzy right people the right!"

There is the notion that 7th heaven is 7 layers of the atmosphere. In the early days of Islam, Mujahid, Qatada and Ad-Dahhak in the interpretation of Ibn Kathir to note that in 32:4-6 quoted by Ibn Kathir again for interpretation 13:2-4 letter, stated that the distance between the Earth and the sky layer and between layers of heaven is 500 years old [so about 3500 years]. Clearly, the sky is not the 7 atmosphere, according to the letter in the qur'an it meant the sky was 'heaven':
Surat Al-Najm 53:14-15, (ie) in there Sidratil syurga Muntaha.Di nearby residence ..

Jalaluddin al-Suyuti (author commentary Ad-Durr al-bi Mantsur fi Tafsir al-Ma'tsur) explained based on the hadith narrated by Ibn Abi Hatim ibn Wahhab Munabbih of that God. create `arsy and chair (position) from His light. Throne was attached to the chair. The angels are in the middle of the chair. Throne, surrounded by four rivers, namely:
1.sungai that contains sparkling lights;
Charged 2.sungai glittery white snow;
3.sungai filled with water; and
4.sungai containing fire burning red.
The angel standing in each of these rivers with a hymn to God. Hadith which mentions the sky is the 7th Heaven:
Sahih Bukhari in Vol.1, Buku9, No. 608, which is narrated Anas Bin Malik, when night journey up to the sky Mira'j to 7 by the Prophet Muhammad said that he carried around the sky and then he saw the edge of the River, he saw the Palace which was built from the Pearl and Jamrud ..
Sahih Bukhari Vol.1 Book 8 no.345, narrated Abu Dhar, Mohammed said, when he reached the first sky. He met Adam with the souls of their offspring on the right side and left side of Adam, which the inhabitants dikanannya is Heaven and Hell dikirinya is ..
Sahih Bukhari Book Vol.4 No. 54. 426, Bin Malik narrated Sasaa, Muhammad said when he reached the sky to 7, he met Abraham there and saw the Bait-al-Ma'mur (House of God) in which 70,000 different angels who perform daily prayers. He see also Sidrat-ul-Muntaha, Nabk fruit, leaves like elephant ears, and four rivers .... Euphrate Nile and ... [Abas Malik related ... and 4 river flows, two visible and two are not visible .. the Nile and the Euphrates (Hadith Bukhari, Vol. 58 No.227 Book 5); Abu Huraira reported the Prophet said: Saihan, Jaihan, Euphrates and Nile are the names of rivers in Paradise (Sahih Muslim 6807 No. 040)]
Conclusion of creation according to Abrahamic religions
The creation of the Qur'an version explain only within the scope of the creation of the earth and sky position par, not the creation of the solar system and universe.
The function of stars and big stars like the Sun is not, but to decorate the sky, demons and Instructions thrower navigation.
The earth was created first and then the heavens and everything in it!. Creation of man made after the creation of Heaven and all its contents is complete.
So the creation of the Qur'an version of no relevance to the Big Bang was the buzz over-dengungkan by Harun Yahya.

C. Creation of the Universe According to Hindu
In the Matsya Purana 2.25-30, described the creation occurred after Mahapralaya, leburnya universe, darkness everywhere. Everything is in a state of sleep. No material of any kind, whether moving or not moving. Then Svayambhu, self being, incarnate, which is outside of the senses. He created the water / liquid first, and created the seeds of creation in it. Seedlings were grown into the golden egg. Then Svayambhu into the egg, and is called Visnu as entered.

Rg. veda does not explain the history of mankind, but to explain the evolution of the universe. Ayat-ayat/sloka mantram provides a solid explanation, effective and simple for what Rg.Veda stated.

Philosophy Hindudalam Rigveda states that creation is a manifestation of the Almighty.

"Everything is Purusa, whatever happened and whatever will happen. He is the lord of eternity, which grew out of food. He expressed a thousand heads, thousand eyes and thousand feet. He wrapped Bhumi from all directions, and the outside shape of ten fingers. All is Purusa, "- Rigveda 10.90.1-2,
Chandogya Upanishad 3.14.1 states that everything is Brahman.
There is no eternal hell because even hell can not be separated with the Lord. In fact, there is no heaven or hell at the end of time. The Universe is a manifestation of the Almighty, and the end of the current cycle of the universe called "Mahapralaya" when all return to Purusa. At the end of time, there is no heaven, no hell and no soul.
In the Rigveda, the word "Purusa" could mean the human / male (man). Etymologically, Purusa means people who inhabit the city (Temple). "Pura" itself means a place occupied by the guards / residents.
Purusa Rahim also called the Golden, also called Brahmanda Purusa, also called Martanda Purusa.
Purusa called Prajapati [Satapatha Brahmana 7.4.1.15, Jaiminya Brahmin 2:47].,
Purusa called Brhaspati, the ruler of expansion, creating the universe as an artist [Rigveda 10.72.2].
Purusa called Lopramudra, Purusa called Agastya, Agastya and his results are Purusa Lopamudra,
Purusa called Indra, Purandara (Pembelah city), also called Virata Purusa Closing borders. Whatever the enlarged more than Purusa is Purusa.
Purusa called Aditi, also called skilled Purusa who gave birth to each other, Daksha and Aditi gave birth to each other, giving birth is born Purusa is Purusa.
Rigveda explained that before the creation of Nature semestadalam intangible form, called the golden womb, the womb of the universe or Hiranyagharba
"Before the creation of a golden womb, he is the master of all that is born. He holds the earth. "-Rigveda 10.121.1
When Creation of the Universe, Purusa / Prajapati / Brahman creates two forces called Purusa the life force (inner / name) and Prakerti (pradana / form) of material strength. Then comes "ideal" nature of the mind that is affected by the Satwam Tri Guna (nature of truth / Dharma), Rajah (kenafsuan nature / dynamic) and hospitality (Adharma / stupidity / apathy). Then it occurred Budi (instinctive identification), after it emerged Manah (mind and feelings), then arises Ahangkara (sense of self). After this comes senses Dasa (ten senses / motion desires) that are divided into groups;
Panca Budi Indria the five motion actions / stimuli: Caksu senses (sight), Ghrana senses (smell), Srota senses (hearing), Jihwa senses (taste), Twak senses (touch or palpation)
Panca Karma Indria deeds of five motion / drive: Wak senses (mouth), Pani (hands), the senses (foot), breast senses (release), Upastha senses (sex)
After that five types of seeds timbulah natural objects (Panca Tanmatra): Word Tanmatra (voice), Sparsa Tanmatra (sense of touch), Rupa Tanmatra (sight), Rasa Tanmatra (taste), Gandha Tanmatra (smell). Of Panca Tanmatra born five material elements called Panca Maha Bhuta, the Akasa (ether), Bayu (wind), Teja (light), apah (liquid) and Pratiwi (solid substance.)
Before the creation of conditions
Situation before the creation mentioned in the Nasadiya sukta recounts the origin of the universe in the Rigveda 10,129:
1.Tiada manifested or not manifested. So no dust and no sky beyond it. What is the surrounding, where the shaded? What the deep voice and the unexplained that?
2.Tiada death. There is no difference between day and night. He is only on his will alone without air. No anything but that.
3.Sebelumnya there is only darkness, all covered in darkness. All are an integral fluid (Salila). Whatever it was, covered with a vacuum. Which one is born from the heat.
4.Sebelum it (before creation) desire (to create) rose from Himself, and from his mind the first seeds of birth. Human beings are wise in thinking manifested found tied to a non-manifested.
5.Cahayanya spread sideways, up and down. He became the creator. He became a major on his own to the bottom and top.
6.Siapa who knows, who will tell how and why this creation was born, because the gods were born after the creation of this. So, who knows from whom the universe was born.
Before the creation there was only empty. There are no space or time. There was no material.
"At first, no anything at all. There is no heaven, no earth and atmosphere. "-Taittiriya Brahmana 2.2.9.1
"The whole universe, including the moon, sun, galaxies and planets there are in the egg. This egg is surrounded by ten external qualities. "-Vayu Purana 4.72-73
"At the end of thousands of years, eggs were divided in two by Vayu."-Vayu Purana 24.73
"From the golden egg, natural materials were created."-Manusmrti 1:13

As the universe expands, he also named Virata is derived from the root word 'Vr' which means to cover that also means' very large.

"Vrtra cover all of the tri loka." Taittiriya-Samhita 2.4.12.2
"Vrtra was far above in Space."-Rigveda 2.30.3

Tri workshop describes the universe, so here Vrtra over the universe. If there dibatas Vrtra universe, he could be said to be far away place.

In Rigveda 1.32dilukiskan that Vrtra (the snake) hold water, in 12 dimensions described Vrtra explained that the defeat of Indra freed seven rivers to flow. Liberation of seven rivers (Sapta Sindhu) by Indra is not mentioned just once, but over and over again in the Rigveda. The idea of holding water where snakes are also found in manuscripts of varying throughout the world.

Myth of the Quiches, the Indian tribes in South America, can be found in the Popol Vuh. Quiches tribes believe that in the beginning was the water and feathered serpent.

In Rigveda 4:17:13 Indra called Asanimana which means he is master of lightning. Kausitaki further in 6.9 Brahmin, Indra is called Asani (lightning). Satapatha Brahmana says:

"Who is Indra and Prajapati who? The lightning is Yajna is Indra and Prajapati. "Satapatha Brahmin-11.6.3.9

Vedic creation theory further described in the Bhagavata Purana / Srimad Bhagavatam;
Srimad Bhagavatam (3:11:41) explains: "The layers covering the elements of the universe, each one ten times thicker than the previous layer, and set the whole universe together look like the atoms in a large combination."
Srimad Bhagavatam (5.20.43-46): "The sun was in the middle of the universe, namely in the area of space (antariksha) between Bhurloka and Bhuvarloka"
Meanwhile, on 5 Srimad Bhagavatam Skanda mengarakan chapter 24 emergence of the universe from the pores in the form of Lord Visnu Karanodakasayi, from here comes the next Garbhadakasayi Visnu he emerged from the navel-like flowers form Padma. On top of this padma flower God created the first living thing, namely Brahma. Brahma is authorized as the architect who created the arrangement of galaxies in a besarta contents of the universe under their control. Millions universe and the countless emerging from the pores Karanodakasayi Visnu and each universe has a Brahma different. There are berkepada Brahma 4 as described master of the universe where the earth is located. And there is also another Brahma has different attributes, headed 8, 16, 32 and so on. Which clearly can be concluded that Brahma is a position in a universe and the entire material universe there are so many gods Brahma, not only four-faced Brahma who has always spoken by Hindus today. The first thing dalah Brahma created the space object structure, planets, stars and the like starting from the most subtle levels to the most violent. Described in this creation that God incarnated as Visnu and Ksirodakasayi into every atom. This is God as infinite kemahahebatan there and mastering every element of creation. After that Lord Brahma created the various types of life from the gods, elien, spirits, animals, plants until the virus totaling 8,400,000 species of life.

Further in chapter Rigveda mentioned II.72.4
"Aditer dakso ajayata, daksad uaditih pari" means: From Aditi (material) come from skilled (energy) and of the skilled (energy) came from Aditi (material)

Exposure accommodate Vedic verses about the creation of the universe, the Vedic proposed a new theory that differs from the general theory of creation that is known today.
Mostly the Vedas say that the universe emerged from the pores of God which is the vast energy and developing the next and continued to expand to form the material that filled the universe highway.
More Srimad Bhagavatam in the same Skanda explained at the end of a consolidation of the universe, the universe will re-entered into the pores of God.
Meanwhile, in the late 20th century, scientists observed that the black hole's gravitational field is very large and attractive even enter the light, this thing called the Black Hole. So the phenomenon is associated with a material interest, including light into this black hole, the author proposed a hypothesis with a new name in accordance with the concept of creation and consolidation of the universe version of the Vedas, namely the concept of Black Hole - White Hole.
Black Hole is a hole where the material (Aditi) back into energy (skilled) and White Hole is a hole where the energy (skilled) turned into material (Aditi). From a White Hole will form a big bubble in the end to form a universe of one universe to another universe each voltage is limited by the surface layer of very strong [see Srimad Bhagavatam (3:11:41)]. In one universe itself is also formed bubbles (phena) which gives the distance between the uneven structure of galaxies with one another [see Satapatha Brahmana 6.1.3.2] Meanwhile, in the universe there are millions of White Hole, each of which led to a bubble universe.

D. Modern creation theory
The modern theory of creation that is currently widely recognized is the Big Bang theory. One important assumption underlying the Big Bang cosmology of the universe is everywhere the same (uniform). This means that all parts of the universe has mass density and the same structure. With these considerations, the selection of units for the mass-energy dispersion becomes very important. We know that the planets and stars are not distributed uniformly. The scientists chose a larger scale, was initially believed galaxies spread evenly throughout space.

When Hubble survey of galaxies at 44.000, unfortunately he did not find a uniform distribution, even he found the grouping (clustering). His research is continued by Fritz Zwicky in 1938 who found also that the cluster galaxies and are not distributed uniformly. This is what underlies that groups of galaxies (clusters of galaxies) is a suitable unit and groups of galaxies are distributed evenly in space.

Our galaxy, the Milky Way, is part of a group of twenty-five galaxies. French astronomer Gerard de Vaucouleurs conduct research in a larger scale again in 1950, and found that groups of galaxies are also not distributed uniformly. He classifies the supercluster of galaxies which have a range of 200 million light-years. The scientists then believed that this is a supercluster of galaxies is more appropriate unit because the universe was distributed uniformly. But there is another new discovery which found that supercluster lies in a giant bubble. Inside the bubble is a large cavity with no galaxies there is almost no mass and energy.

Veda has a unique reference of this gigantic structure on Satapatha Brahmana:

"When apah heated, the bubble (Phena) created"-Satapatha Brahmana 6.1.3.2

Definition apah been described above that it is not merely water. There are enough references to prove that the Vedic scriptures consider apah encompasses the entire universe. By not knowing the meaning of apah science, religion and mythology all talking about the universe that is covered by water at the beginning of creation.

Mantram is quoted above, clearly prove that the Vedic scriptures argued that surface tension works so apah be shaped bubbles. The discovery of a giant bubble in the large-scale structure of the universe proves the existence of surface tension in the evolution of the universe.
Because of modern science fails to include surface tension in the Big Bang theory, it's no wonder after seventy years of continuous research has not been able to predict the evolution of the universe.
The reason is clear. The entire framework is the Big Bang is wrong, and now it's time Vedic Theory, White Hole - Black Hole into an alternative theory of creation of modern

THE CONCEPT OF CREATION OF THE UNIVERSE ACCORDING TO HINDUISM, ISLAM, CHRISTIANITY AND THE MODERN CONCEPT

Konsep Penciptaan menurut agama islam, kristen, budha dan hindu

Kamis, 25 Oktober 2012

Bacaan Sholat Idul Fitri dan Idul Adha

EDUKATIF BLOG. Sebagai umat islam kita harus mempelajari bacaan dan doa-doa tertentu serta menghafalnya dan mengimplementasikannya dalam ibdaha kita sehari-hari. kali ini EDUKATIF BLOG berbagi ilmu kepada anda mengenai Bacaan dan Tata Cara Sholat Idul FItri dan Idul Adha. Langsung saja kita simak, semoga bermanfaat

BACAAN DAN TATA CARA SHOLAT IDUL FITRI DAN IDUL ADHA


1). Takbiratul ihram dengan membaca niat



اُصَلّى سُنةً لِعيدِ الفِطرِ / الأضْحى رَكعَتينِ مَأمُومًا / إمَامًا لله تعالى

Ushalli sunnatan li'iidil fitri/adha rok'ataini ma'muuman/imaaman lillaahi ta'aala 

Artinya: 
"Saya niat sholat sunah Idul Fitri/Adha dua rakaat dengan menjadi makmum/imam karena Allah Ta'ala."


2). Membaca doa iftitah
3). Takbir 
  • Pada rakaat pertama jumlah takbir  sebanyak tujuh kali
  • Pada rakaat kedua jumlah takbir sebanyak lima kali 
  • Setiap setelah takbir membaca tasbih sebagai berikut:


سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ

Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallahu allahu akbar

Artinya: 
"Maha Suci Allah, segala Puji bagiNYA, Tiada Tuhan Selain Allah, dan Allah Maha Besar"

4). Membaca ta'awudz (A'udzubillahi minasyaithonirrojiim)
5). Membaca surat al Fatihah
6). Membaca surat al Qur'an
  • Sebaiknya surat Qaaf pada rakaat pertama dan surat Iqtarabat pada rakaat kedua. Atau surat al A'laa pada rakaat pertama dan surat al Ghasyiyah pada rakaat kedua.

Bacaan Sholat Idul Fitri dan Idul Adha

Selasa, 23 Oktober 2012

Doa Iftitah Lengkap Dengan Artinya

EDUKATIF BLOG. Doa Iftitah adalah doa yang dibaca pada saat setelah takbiratul ihram. sebagian dari anda mungkin sudah banyak yang sudah menghafalnya dan menerapkannya setiap shalat lima waktu, namun yang tau artinya mungkin hanya sebagian yang lain, maka dari itu EDUKATIF BLOG kembali membagikan Ilmu kepada anda semua mengenai Bacaan Doa Iftitah Lengkap dengan Artinya. Silahkan disimak dan semoga bermanfaat. Aamiiin..

DOA IFTITAH


أللَّ‍هُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. 

وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا 

مِنَ اْلمُشْرِكِيْنَ . إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلَّهِ رَبِّ 

اْلعَالَمِيْنَ، لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ اْلمُسْلِمِيْنَ.


ALLAHU AKBAR KABIIROW WAL_HAMDU LILLAAHI KATSIIROW WASUB_HAANALLAHI BUKRO-TAW WA'ASHIILA. WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZII FATHOROS SAMAAWAATI WAL ARDLO, _HANIIFAM MUSLIMAW WAMAA ANA MINAL MUSYRIKIIN. 
INNA SHOLAATII WANUSUKII WAMAHYAAYA WAMAMAATII LILLAAHI ROBBIL 'AALAMIIN, LAASYARIIKALAHU WABIDZAA-LIKA UMIRTU WA ANA MINAL MUSLIMIIN


Artinya :
Allah Maha Besar dengan segala kebesarannya. Segala puji bagi Alloh. Maha Suci Alloh dipagi dan petang hari. Kuhadapkan jiwa ragaku pada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan mengakui kebenaran serta berserah diri, dan tidaklah aku termasuk golongan orang-orang yang musyrik, Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, matiku hanya untuk Alloh Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagiNya karena dengan itu aku diperintah. Dan ketahuilah sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim

Bacaan Iftitah Lengkap Dengan Artinya

Doa Sebelum dan Sesudah Makan

EDUKATIF BLOG. Agama Islam adalah agama universal (Agama untuk seluruh alam) dan satu-satunya agama yang tidak meremehkan hal-hal yang terjadi dalam kehidupan manusia mulai hal-hal yang besar seperti hukum-hukum kehidupan manusia mengenai pemerintahan, kehidupan sosial, norma-norma kehidupan, hingga menyangkut hal yang sekecil-kecilnya seperti Cara memasuki kamar mandi. dan semua itu dibahas lengkap dalam A-qur'an dan Al-Hadist dengan tujuan membangun kehidupan manusia yang bermoral dan ber-akhlaqul karimah. pada kesempatan yang penuh berkah ini EDUKATIF BLOG membagikan kepada anda dua buah doa sebelum dan sesudah makan. Menurut dalil dan hadist yang saya pelajari bahwa jika seseorang hendak makan dan lupa membaca doa atau basmalah maka setan pun ikut memakan makanan tersebut sehingga makanan yang dimakan seseorang itu kurang berkahnya dan setan semakin mempunyai tenaga untuk menggoda kita karena telah memiliki energi dari makanan tersebut. baiklah langsung saja kita simak doa berikut dan menghafalkannya serta menerapkannya dalam kehidupan kita setiap sebelum dan sesudah makan. Semoga bermanfaat...!

DOA SEBELUM DAN SESUDAH MAKAN


Doa Sebelum Makan


اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّار

Artinya : "Ya Allah berkahilah rizki yang telah Engaku berikan kepada kami 
dan jauhkanlah kami dari siksa neraka"


-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Doa Sesudah Makan


الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مُسْلِمِين

Artinya : "Segala puji bagi Allah yang telah memberikan makan dan minum kepada kami dan menjadikan kami sbagai kaum muslimin"

Doa Sebelum dan Sesudah Makan

Minggu, 21 Oktober 2012

Cara Menambah Memory VGA Onboard Untuk Bermain Game Gede

EDUKATIF BLOG. Seiring dengan semakin canggihnya perkembangan komputer saat ini maka bertambah pula game-game baru yang beraneka ragam jenisnya dan dibutuhkan struktur VGA bermemory tinggi untuk memainkannya. Jika dalam struktur komputer anda sudah terpasang VGA eksternal maupun internal yang berkapasistas tinggi misalnya lebih dari 512 mb maka anda tidak usah repot untuk memainkan game kesayangan anda karena rata-rata varian game baru tersebut sudah bisa dimainkan pada kapasitas memory dengan ukuran tersebut.   namun bagaimana jika yang anda miliki hanya komputer atau laptop dengan VGA Onboard bermemory kecil dibawah 512mb? nah berikut ini akan saya berikan solusi buat anda.
Ada banyak software dan cara yang dapat membantu anda mengatasi permasalahan VGA untuk memainkan game-game kesayangan anda agar tak terjadi error saat memainkannya diantaranya adalah men-share memory RAM ke VGA Onboard dengan mengkonfigurasi BIOS, selain itu juga bisa menggunakan software seperti VGA Booster  dan software lainnya yang bisa kita temukan di internet, namun cara dan penggunaan software tersebut tidak terlalu ampuh terbukti dengan pengalaman yang saya alami saat memainkan game-game super berat misalnya game RTF SHOGUN dl. dari pengalaman itulah saya menemukan sebuah software ampuh yang mampu menaikkan kecepatan dan kejernihan game yaitu INTEL DISPLAY ADAPTER MANAGEMENT, dimana kinerja software tersebut yaitu dengan membuang chache memory dan mendisable system yang berjalan diluar game dan memfokuskan power hanya kepada game yang dipilih dalam daftar. dengan adanya software kecil bertenaga besar ini anda tidak perlu merogoh kantong lebih dalam untuk membeli VGA internal yang harganya melangit tapi cukup mendownload software ini dan menjalankannya. berikut ini adalah cara menggunakan Software Intel Display Adapter Management Tool di komputer anda:
Software ini hanya bisa digunakan pada Hardware INTEL dan OS Windows 7. bisa digunakan  segala macam jenis komputer seperti komputer rumah, laptop, notebook dan netbook intel
MENAMBAH MEMORY VGA

  • Klik pada Tab Vertex Processing Modes For Selected Executables (Intel Only)

MENAMBAH MEMORY VGA


MENAMBAH MEMORY VGA

  • Pilih Game yang mau kamu masukkan (sebagai contoh saya memilih Game vaoritku NEED FOR SPEED MOST WANTED)

MENAMBAH MEMORY VGA

  • Kemudian klik Open

MENAMBAH MEMORY VGA

  • Klik pada daftar Game yang telah kamu masukkan (disitu settingannya masih default yaitu Hardware)

MENAMBAH MEMORY VGA

  • Kemudian Klik Tab Change Vertex Processing Mode (ini bertujuan mengubah game yang tadinya dijalankan sepenuhnya oleh VGA beralih di jalankan oleh game itu sendiri)
  • Jika anda melakukan proses dengan benar maka anda akan mendapati gambar seperti dibawah ini:

MENAMBAH MEMORY VGA

Game yang tadinya dijalankan oleh Hardware (VGA) sekarang sudah dijalankan pada game itu sendiri jadinya gambarnya lancar dan gak tersendat-sendat lagi. setelah selesai menyetting kamu bisa me-minimize ataupun meng-close program tersebut tanpa khawatir game tidak akan berjalan tanpa membuka tools tersebut karena system game sudah di atur terlebih dahulu.

Berikut Softwarenya :

Catatan:
Artikel ini saya publish sekitar awal 2011 pada www.ary-education.blogspot.com yang seluruh artikelnya saya pindahkan di EDUKATIF BLOG ini berdasarkan pengalaman pribadi saat memainkan game-game berat pada komputer ber-motherboard Gigabyte es2l (memory onboard 256) dan softwarenya berjalan sempurna sejak saat itu hingga sekarang. Sekian dulu sobatku yang Edukatif... jangan lupa komentarnya ya...

Password RAR : edukatifblog
Cara Menambah Memory VGA Onboard Untuk Bermain Game Gede Cara Menambah Memory VGAMemory VGASolusi VGA KecilSolusi VGA kecil buat main gameCara menambah VGAVGA OnboardIntel Display Management ToolAplikasi VGA untuk GameAplikasi penambah VGA untuk gameCara membesarkan VGA Onboard

Generasi-Generasi Masa Lampau


GENERASI-GENERASI MASA LAMPAU

Sejarah Peradaban Masa Lalu

Peradaban yang hilang

GENERASI-GENERASI MASA LAMPAU

 Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, 'Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan, dan (penduduk) negeri-negeri yang telah musnah?. Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata; maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi mereka lah yang menganiaya diri mereka sendiri.(QS. At-Taubah: 70)
GENERASI-GENERASI MASA LAMPAU

Pesan-pesan suci, disampaikan untuk umat manusia oleh Allah melalui utusan-utusan-Nya, telah dikomunikasikan kepada kita sejak penciptaan umat manusia, Beberapa masyarkat/kaum telah menerima pesan/ajaran ini sementara yang lain telah mengingkarinya. Adakalanya, ada sejumlah kecil dari suatu masyarakat yang mau menerima perintah suci tersebut mengikuti seorang pembawa risalah(nabi).
GENERASI-GENERASI MASA LAMPAU

Namun sebagian besar dari masyarakat yang telah didatangi risalah suci tersebut tidak bersedia menerimanya. Mereka tidak hanya mengabaikan pesan suci yang disampaikan oleh sang pembawa pesan, namun juga berusaha untuk melakkan perbuatan keji terhadap para pembawa pesan dan para pengikutnya. Para pembawa pesan suci tersebut biasanya dituduh serta difitnah sebagai "pembohong, sihir, orang yang sakit gila dan penuh dengan kesombongan" dan menjadi pemimpin dari banyak orang yang harus mereka cari-cari untuk dibunuh.

Semua hal yang diinginkan oleh para nabi dari kaumnya adalah kepatuhan mereka kepada Allah. Mereka tidak meminta uang ataupun berbagai keuntungan dunia lainnya sebagai balasan. Dan juga mereka tidak berusaha memaksa kaum mereka. Yang mereka inginkan hayalah mengajak kaum mereka kepada agama yang haq dan bahwa mereka seharusnya memulai sebuah jalan hidup yang berbeda bersama dengan para pengikutnya terpisah dari masyarkat.

Apa yang telah terjadi antara Syu'aib dan kaum Madyan dimana dia diutus, menggambarkan hubungan antara nabi dengan kaumnya sebagaimana yang disebutkan dimuka. Reaksi dari suku Syu'aib terhadap Syu'aib, yang menyerukan kepada mereka untuk beriman kepada Allah dan menghentikan semua tindakan ketidakadian yang telah mereka lakukan, dan bagaimana itu semua berakhir sangatlah menarik :


Dan kepada (penduduk) Madyan (Kami utus) saudara mereka Syu'aib, Ia berkata: "Hai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tiada Tuhan selain Dia. Dan jaganlah kamu kurangi takaran dan timbangan, sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (mampu) dan sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan azab hari yang membinasakan (kiamat)."

Dan Syu'aib berkata: "hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu berbuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan.

Sisa (keuntungan) dari Allah adalah lebih baik bagi kamu jika kamu orang-orang yang beriman. Dan aku bukanlah seorang penjaga atas diri kamu.

Mereka berkata: "Hai Syu'aib, apakah sembahyangmu menyuruh kamu agar meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami berbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguhnya kamu adalah seorang yang sangat penyantun lagi berakal.

Syu'aib berkata: "Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan dianugerahi-Nya aku daripada-Nya rezeki yang baik (patutkah aku menyalahi perintah-Nya). Dan aku tidak berkehendak mengerjakan apa yang aku larang kamu daripadanya. Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku, melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakal dan hanya kepada-Nya lah aku kembali.

Hai kaumku, janganlah hendakya pertentangan antara aku (dengan kamu) menyebabkan kamu menjadi jahat hingga kamu ditimpa azab seperti yang menimpa kaum Nuh atau kaum Hud atau kaum Shaleh, sedang kaun Luth tidak (pula) jauh (tempatnya) dari kamu.

Dan mohonlah ampun kepada Tuhanmu kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi maha Pengasih.

Mereka berkata: "Hai Syu'aib, kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakana itu dan sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu seorang yang benar-benar lemah diantara kami; kalau tidaklah karena keluargamu tentulah kami telah merajam kamu, sedang kamupun bukanlah seorang yang berwibawa disisi kami.

Syu'aib menjawab: "Hai kaumku, apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandanganmu daripada Allah, sedangkan Allah kamu jadikan sesuatu yang terbuang dibelakangmu?. Sesungguhnya (pengetahuan) Tuhanku meliputi apa yang kamu kerjakan".

Dan (dia berkata): "Hai kaumku, berbuatalah menurut kemampuanmu, sesungguhya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakannya dan siapa yang berdusta. Dan tunggulah azab (tuhanku), sesungguhnya akupun menungu bersama kamu."

Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Syu'aib dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengan dia dengan rahmat dari Kami, dan orang-orang yang zalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka mati bergelimpangan di tempat tinggalnya. Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah kebinasaanlah bagi penduduk Madyan sebagaimana kaum Tsamud yang telah binasa.(QS Huud 84-95).


Dengan memikirkan "batu /prasasti Syu'aib" yang tidak lain kecuali menerukan mereka kepada kebaikan, kaum Mdyan dihukum dengan kutukan dari Allah dan merekapun telah dibinasakan sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat diatas. Masyarakat Madyan bukanlah satu-satunya contoh. Sebaliknya sebagaimana Syu'aib sedang berbicara kepada kaumnya, banyak masyarakat yang telah ada lebih dahulu sebelum masyarakat Madyan yang telah dibinasakan. Setelah Madyan, banyak masyarakat lain yang juga dihancurkan oleh kemurkaan Allah.

Di dalam halaman-halaman berikut, kita akan menyebutkan masyarakat-masyarakat yang telah disebutkan diatas yang telah dibinasakan dan sisa-sisa peninggalan mereka. Di dalam Al Qur'an, masyarakat-masyarakat ini disebutkan secara mendetail dan orang-orang diajak untuk merenungkan dan mengambil pelajaran serta peringatan tentang bagaimana kaum-kaum ini berakhir.

Pada titik ini, Al Qur'an secara khusus menarik perhatian terhadap kenyataan bahwa sebagian besar dari masyarakat yang dihancurkan tersebut memiliki tingkat peradaban yang tinggi. . Di dalam Al Qur'an, sifat-sifat dari kaum-kaum yang dihancurkan ditekankan sebagai berikut:

Dan berapa banyakkah umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka yang mereka itu lebih besar kekuatannya daripada mereka ini, maka mereka (yang telah dibinasakan itu) telah pernah menjajah di beberapa negeri. Adakah (mereka) mendapat tempat lari (dari kebinasaan)?.(QS Qaf 36).

Dalam ayat tersebut, dua sifat dari kaum yang telah dihancurkan secara khusus ditekankan. Yang pertama adalah mereka merasa "lebih besar kekuatannya". Hal ini berarti bahwa masyarakat-masyarakat yang telah dibinasakan tersebut telah berada dalam suatu tingkat kedisiplinan dan system birokrasi militer yang tangguh dan merenggut kekuatan diwilayah mereka berada memalui dengan cara paksaan kekuatan. Point kedua adalah masyarakt-masyarakat yang telah disebutkan dimuka mendirikan kota-kota besar yang dihiasai dengan karya-karya arsitektur mereka. 

Hal ini patut untuk diperhatikan bahwa dari kedua macam sifat-sifat ini termasuk yang dimiliki oleh peradaban yang ada dijaman kita sekarang ini, yang telah membentuk sebuah kebudayaan dunia yang begitu luas melalui ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini dan telah mendirikan negara-negara yang tersentralisir, kota-kota besar, namun mereka masih tetap mengingkari dan mengabaikan Allah, melupakan bahwa semua hal tersebut memungkinkan untuk dibuat kaena Kekuasan Allah saja. Namun, sebagaimana dikatakan di dalam ayat, peradaban mereka yang telah berkembang tidak bisa menyelamatkan masyarakat yang telah dihancurkan tersebut, dikarenakan peradaban mereka berdiri diatas landasan pengingkaran terhadap Allah. Akhir dari peradaban saat inipun tidak akan berbeda selama peradaban sekarang ini berdasarkan kepada pengingkaran dan berperilaku jahat di dunia.

Sejumlah peristiwa penghancuran, beberapa diantaraya yang diceritakan dalam Al Qur'an, telah dibenarkan oleh berbagai penelitian arkeologis yang dilakukan di jaman modern, Temuan-temuan ini yang secara jelas membuktikan bahwa peristiwa-peristiwa yang dikutip dalam Al Qur'an benar-benar pernah terjadi, menjelaskan perlunya untuk menjadi "peringatan terlebih dahulu" yang banyak digambarkan dalam kisah-kisah Al Qur'an. Allah berfirman di dalam Al Qur'an bahwa penting untuk "bepergian di muka bumi" dan "melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka".

Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya diantara penduduk negeri. Maka tidaklah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul) dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memikirkanya.

Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harrapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada rasul itu pertolongan Kami, lalu diselamatkanlah orang-orang yang Kami kehendaki. Dan tidak dapat ditolak siksa Kami daripada orang-orang yang berdosa.

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kiab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.(QS Yusuf 109-111).

Sesungguhnya, terdapat banyak contoh dalam kisah-kisah tentang masyarakat di waktu lampau bagi orang-orang yang dikaruniai kepahaman. Kehancuran mereka yang disebabkan oleh pemberontakan mereka terhadap Allah dan penolakan terhadap perintah-perintah-Nya, kaum-kaum ini mengungkapkan kepada kita betapa lemah dan tidak berdayanya umat manusia dhadapan Allah. Di dalam halaman-halaman berikut, kita akan mempelajari contoh-contoh dalam susunan yang urut berdasarkan kronologi kejadiannya.

Tempat Tinggal Ruh Setelah Mati

TEMPAT TINGGAL RUH SETELAH MATI


Abu Bakar r.a telah ditanya tentang ke mana ruh pergi setelah ia keluar dari jasad, maka berkata Abu Bakar r.a : "Ruh itu menuju ke tujuh tempat" :

  • Ruh para nabi dan utusan menuju ke syurga Adnin. 
  • Ruh para ulama menuju ke syurga Firdaus. 
  • Ruh para mereka yang berbahagia menuju ke syurga Illiyyina. 
  • Ruh para syuhadaa berterbangan seperti burung disyurga sekehendak mereka. 
  • Ruh para mukmin yang berdosa akan tergantung di udara tidak di bumi dan tidak di langit sampai hari kiamat.
  • Ruh anak-anak orang yang beriman akan berada di gunung dari minyak misik. 
  • Ruh orang-orang kafir akan berada dalam neraka Sijjin, mereka disiksa beserta jasadnya sampai hari kiamat.

Telah bersabda Rasulullah S.A.W bahwa : "Tiga kelompok manusia yang akan berjabat tangannya oleh para malaikat pada hari mereka keluar dari kuburnya ialah" :


  • Orang-orang yang mati syahid. 
  • Orang-orang yang mengerjakan solat malam dalam bulan Ramadhan. 
  • Orang yang puasa hari Arafah.

TEMPAT TINGGAL RUH SETELAH MATI

TEMPAT MANUSIA SETELAH MATI

Asal Usul Kumandang Adzan

ASAL USUL KUMANDANG ADZAN


Seiring dengan berlalunya waktu, para pemeluk agama Islam yang semula sedikit, bukannya semakin surut jumlahnya. Betapa hebatnya perjuangan yang harus dihadapi untuk menegakkan syiar agama ini tidak membuatnya musnah. Kebenaran memang tidak dapat dmusnahkan. Semakin hari semakin bertambah banyak saja orang-orang yang menjadi penganutnya. 

Demikian pula dengan penduduk dikota Madinah, yang merupakan salah satu pusat penyebaran agama Islam pada masa-masa awalnya. Sudah sebagian tersebar dari penduduk yang ada dikota itu sudah menerima Islam sebagai agamanya. Ketika orang-orang Islam masih sedikit jumlahnya, tidaklah sulit bagi mereka untuk bisa berkumpul bersama-sama untuk menunaikan sholat berjama`ah. Kini, hal itu tidak mudah lagi mengingat setiap penduduk tentu mempunyai ragam kesibukan yang tidak sama. Kesibukan yang tinggi pada setiap orang tentu mempunyai potensi terhadap kealpaan ataupun kelalaian pada masing-masing orang untuk menunaikan sholat pada waktunya. Dan tentunya, kalau hal ini dapat terjadi dan kemudian terus-menerus berulang, maka bisa dipikirkan bagaimana jadinya para pemeluk Islam. Ini adalah satu persoalan yang cukup berat yang perlu segera dicarikan jalan keluarnya. 

Pada masa itu, memang belum ada cara yang tepat untuk memanggil orang sholat. Orang-orang biasanya berkumpul dimasjid masing-masing menurut waktu dan kesempatan yang dimilikinya. Bila sudah banyak terkumpul orang, barulah sholat jama`ah dimulai. 
Atas timbulnya dinamika pemikiran diatas, maka timbul kebutuhan untuk mencari suatu cara yang dapat digunakan sebagai sarana untuk mengingatkan dan memanggil orang-orang untuk sholat tepat pada waktunya tiba. Ada banyak pemikiran yang diusulkan. Ada sahabat yang menyarankan bahwa manakala waktu sholat tiba, maka segera dinyalakan api pada tempat yang tinggi dimana orang-orang bisa dengan mudah melihat ketempat itu, atau setidak-tidaknya asapnya bisa dilihat orang walaupun ia berada ditempat yang jauh. Ada yang menyarankan untuk membunyikan lonceng. Ada juga yang mengusulkan untuk meniup tanduk kambing. Pendeknya ada banyak saran yang timbul. 

Saran-saran diatas memang cukup representatif. Tapi banyak sahabat juga yang kurang setuju bahkan ada yang terang-terangan menolaknya. Alasannya sederhana saja : itu adalah cara-cara lama yang biasanya telah dipraktekkan oleh kaum Yahudi. Rupanya banyak sahabat yang mengkhawatirkan image yang bisa timbul bila cara-cara dari kaum kafir digunakan. Maka disepakatilah untuk mencari cara-cara lain. 
Lantas, ada usul dari Umar r.a jikalau ditunjuk seseorang yang bertindak sebagai pemanggil kaum Muslim untuk sholat pada setiap masuknya waktu sholat. Saran ini agaknya bisa diterima oleh semua orang, Rasulullah SAW juga menyetujuinya. Sekarang yang menjadi persoalan bagaimana itu bisa dilakukan ? Abu Dawud mengisahkan bahwa Abdullah bin Zaid r.a meriwayatkan sbb : "Ketika cara memanggil kaum muslimin untuk sholat dimusyawarahkan, suatu malam dalam tidurku aku bermimpi. Aku melihat ada seseorang sedang menenteng sebuah lonceng. Aku dekati orang itu dan bertanya kepadanya apakah ia ada maksud hendak menjual lonceng itu. Jika memang begitu aku memintanya untuk menjual kepadaku saja.
Orang tersebut malah bertanya," Untuk apa ?
Aku menjawabnya,"Bahwa dengan membunyikan lonceng itu, kami dapat memanggil kaum muslim untuk menunaikan sholat."
Orang itu berkata lagi,"Maukah kau kuajari cara yang lebih baik ?"
Dan aku menjawab " Ya !"
Lalu dia berkata lagi, dan kali ini dengan suara yang amat lantang ," Allahu Akbar,…Allahu Akbar….."

Ketika esoknya aku bangun, aku menemui Rasulullah SAW dan menceritakan perihal mimpi itu kepada beliau. Dan beliau berkata,"Itu mimpi yang sebetulnya nyata. Berdirilah disamping Bilal dan ajarilah dia bagaimana mengucapkan kalimat itu. Dia harus mengumandangkan adzan seperti itu dan dia memiliki suara yang amat lantang." Lalu akupun melakukan hal itu bersama Bilal." 
Rupanya, mimpi serupa dialami pula oleh Umar r.a, ia juga menceritakannya kepada Rasulullah SAW . Nabi SAW bersyukur kepada Allah SWT atas semua ini. 

Oleh : 
Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia 


"Berbagi yang bermanfaat, Meringankan beban Sahabat"
Ary Anshorie | EDUKATIF BLOG

ASAL USUL KUMANDANG ADZAN

Kepalsuan Teori Evolusi

KEPALSUAN TEORI EVOLUSI

Setiap bagian di alam semesta ini menunjukkan adanya penciptaan yang luar biasa. Sebaliknya, faham materialisme, yang berusaha menolak fakta tentang penciptaan alam semesta, tidak lain hanyalah merupakan faham palsu yang tidak ilmiah.

Jika faham materialisme telah tumbang, maka semua faham lainnya yang berdasarkan pada falsafah ini juga tidak memiliki landasan. Hampir semua penganut faham ini adalah penganut Darwinisme, yakni teori evolusi. Teori ini, yang berpendirian bahawa kehidupan berasal dari benda mati, yang terjadi secara kebetulan, telah ditumbangkan oleh kenyataan bahwa alam semesta ini diciptakan oleh Allah. Ahli astrofizika Amerika, Hugh Ross, menyatakan sebagai berikut:

Atheisme, Darwinisme, dan pada dasarnya semua "isme" yang muncul dari falsafah abad kelapan belas hingga abad kedua puluh, yang dibangun berdasarkan asumsi, yakni asumsi yang tidak benar, bahawa alam semesta ini tidak terbatas. Keajaiban alam semesta telah membawa kita berhadapan dengan sebab atau penyebab utama di balik/ di belakang/ di hadapan alam semesta dan semua isinya, termasuk kehidupan itu sendiri.[9]

Allah-lah yang menciptakan alam semesta dan Yang merancangnya hingga ke bagianbagiannya yang terkecil. Dengan demikian teori evolusi yang menyatakan bahawa makhluk hidup itu tidak diciptakan oleh Allah, tetapi terjadi secara kebetulan, adalah teori yang sama sekali tidak benar.

Tidak hairan jika kita memperhatikan teori evolusi, maka kita akan melihat bahawa teori ini dikecam oleh penemuan ilmiah. Rancangan kehidupan ini sangatlah kompleks dan menakjubkan. Di dunia makhluk tidak bernyawa misalnya, kita dapat melihat betapa luar biasanya keseimbangan pada atom-atom. Belum lagi pada dunia makhluk bernyawa, kita dapat melihat betapa kompleksnya rancangan dari kumpulan atom, dan betapa luar biasanya cara kerja dan struktur seperti protein, enzim, dan sel, yang diciptakan di dalamnya.

Rancangan yang luar biasa dalam kehidupan ini menumbangkan Darwinisme pada akhir abad kedua puluh.
Kita telah membicarakan dengan sangat detail masalah ini dalam beberapa kajian kami lainnya, dan kami akan terus melakukannya. Namun mengingat pentingnya persoalan ini, tentunya akan bermanfaat jika pada kesempatan ini diketengahkan ringkasannya.

Ilmu Pengetahuan Menumbangkan Darwinisme

Meskipun doktrin ini berasal dari zaman Yunani kuno, teori evolusi dikembangkan secara luas pada abad ke-19. Perkembangan terpenting yang menjadikan teori ini menjadi topik terbesar dalam dunia sains adalah buku karya Charles Darwin yang berjudul The Origin of Species, yang diterbitkan pada tahun 1859. Dalam buku ini, Darwin menolak bahawa berbagai spesies yang hidup di bumi, masing-masing diciptakan oleh Tuhan. Menurut Darwin, semua makhluk hidup memiliki nenek moyang yang sama dan makhluk-makhluk tersebut kemudian menjadi beraneka ragam dengan berjalannya waktu melalui perubahan-perubahan kecil.


Teori Darwin tidak berdasarkan pada pembuktian ilmiah yang kongkret; sebagaimana yang diakuinya sendiri, tetapi hanya berupa "asumsi". Tambahan pula, sebagaimana pengakuan Darwin dalam bab panjang dari bukunya yang berudul Difficulties of the Theory, teori tersebut tidak mampu menghadapi berbagai pertanyaan penting.


Darwin menumpukan semua harapannya pada penemuan-penemuan ilmiah baru, yang ia harapkan dapat memberikan pemecahan atas Difficulties of the Theory. Namun, berlawanan dengan harapannya, pembuktian ilmiah justeru semakin memperluas dimensi dari kesulitan-kesulitan ini.

Kekalahan Darwinisme atas ilmu pengetahuan dapat disimpulkan menjadi tiga topik dasar:

  1. Teori tersebut sama sekali tidak menjelaskan tentang bagaimana asal mula kehidupan di bumi.
  2. Tidak ada pembuktian ilmiah yang menunjukkan bahawa "mekanisme evolusioner" yang diajukan dalam teori tersebut memiliki kekuatan untuk berkembang.
  3. Apa yang dikemukakan dalam teori evolusi tersebut sama sekali bertolak belakang dengan Catatan fosil.
Dalam bagian ini, kita akan mengkaji tiga poin dasar tersebut secara garis besar:


Langkah Pertama yang Tidak Dapat Diatasi: Asal-usul Kehidupan

Teori evolusi berpendirian bahawa semua spesies hidup berasal dari satu sel hidup tunggal yang muncul di bumi 3.8 billion tahun yang lalu. Bagaimanakah sebuah sel tunggal dapat menghasilkan jutaan spesies hidup yang kompleks, dan jika evolusi semacam itu benar-benar terjadi, mengapa jejak-jejaknya tidak dapat dilihat pada catatan fosil, itu merupakan pertanyaan-pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh teori evolusi. Namun, yang pertama dan utama, dari langkah pertama yang dinyatakan oleh proses evolusioner tersebut muncul pertanyaan: Bagaimanakah asal mula terjadinya "sel pertama" tersebut?


Kerana teori evolusi menolak penciptaan dan tidak menerima campur tangan supernatural dalam bentuk apa pun, maka ia berpendirian bahawa "sel pertama" muncul secara kebetulan berdasarkan hukum alam, tanpa ada rancangan atau perencanaan. Menurut teori ini, materi tidak bernyawa menghasilkan sel bernyawa sebagai akibat dari munculnya sel pertama secara kebetulan tersebut. Namun, pernyataan ini bahkan tidak sesuai dengan hukum biologi yang paling tidak terbantahkan.

Kehidupan Berasal dari Kehidupan

Dalam bukunya, Darwin tidak pernah menyebut asal-usul kehidupan. Pemahaman kuno tentang ilmu pengetahuan pada zamannya berangkat dari asumsi bahawa makhluk hidup memiliki struktur yang sangat sederhana. Semenjak zaman pertengahan, generasi spontan, yakni teori yang menyatakan bahawa materi tidak bernyawa muncul untuk membentuk organisme hidup diterima secara luas. Pada umumnya diyakini bahawa serangga terjadi dari sisa-sisa makanan, dan tikus berasal dari gandum. Berbagai eksperimen yang menarik dilakukan untuk membuktikan teori ini. Beberapa gandum diletakkan pada sebidang kain kotor, kemudian diyakini bahawa setelah beberapa saat tikus akan muncul darinya.

Demikian pula, ulat yang muncul dalam daging dianggap sebagai bukti dari teori tentang generasi spontan. Namun, tidak lama kemudian diketahuilah bahawa ulat tidak muncul dari daging secara spontan, tetapi dibawa oleh lalat dalam bentuk larva, yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Bahkan pada periode ketika Darwin menulis The Origin of Species, keyakinan bahawa bakteri dapat terwujud dari materi tidak bernyawa diterima secara luas dalam dunia ilmu pengetahuan.

Namun, lima tahun setelah buku Darwin diterbitkan, penemuan Louis Pasteur mematahkan keyakinan ini, yang merupakan landasan evolusi. Setelah melakukan penelitian dan eksperimen yang melelahkan, Pasteur menyimpulkan secara ringkas, "Pernyataan bahawa materi tidak bernyawa dapat memunculkan kehidupan telah dikubur dalam sejarah untuk selamanya."Para pendukung teori evolusi menolak penemuan Pasteur dalam waktu yang lama. Namun, ketika perkembangan ilmu pengetahuan berhasil menjelaskan tentang struktur sel dari makhluk hidup yang kompleks, gagasan bahawa kehidupan dapat muncul secara kebetulan bahkan semakin menghadapi kebuntuan yang lebih besar.


Usaha-usaha yang Tidak Pernah Menghasilkan Kesimpulan pada Abad Ke-20

Ahli evolusi pertama yang menggeluti masalah asal-usul kehidupan pada abad ke-20 adalah ahli biologi Rusia terkenal, Alexander Oparin. Dengan berbagai tesisnya yang ia ajukan pada tahun 1930-an, ia berusaha membuktikan bahawa sel dari sebuah makhluk hidup dapat terjadi secara kebetulan. Namun, penelitian ini ternyata mengalami kegagalan, dan Oparin harus membuat pengakuan sebagai berikut:

Sayang, asal-usul sel tetap menjadi tanda tanya, yang sesungguhnya merupakan titik paling gelap dari seluruh teori evolusi. Para penganut teori evolusi Oparin berusaha untuk meneruskan eksperimen untuk memecahkan masalah asal-usul kehidupan. Yang paling terkenal di antara eksperimeneksperimen ini dilakukan oleh ahli kimia Amerika, Stanley Miller pada tahun 1953. Dalam permulaan eksperimennya, ia menyatakan bahawa gabungan gas telah ada pada atmosfer bumi pada zaman kuno, dan dengan menambahkan energi pada campurannya, Miller mensitesakan beberapa molekul organik (asam amino) yang ada dalam struktur protein.

Beberapa tahun berlalu, eksperimen tersebut tidak berhasil mengungkapkan apa pun, yang pada saat itu dilakukan sebagai langkah penting atas nama evolusi, terbukti tidak valid, sedangkan atmosfer yang digunakan dalam eksperimen tersebut sangat berbeza dengan kondisi bumi yang sesungguhnya.

Setelah diam dalam jangka waktu yang lama, Miller mengakui bahawa medium atmosfer yang ia gunakan tidaklah realistik. Semua usaha ahli evolusi yang dilakukan pada abad ke-20 untuk menjelaskan asal-usul kehidupan berakhir dengan kegagalan. Ahli geokimia Jeffrey Bada dari San Diego Scripps Institute, mengakui kenyataan ini dalam sebuah artikel yang dipublikasikan dalam majalah Earth pada tahun 1998: Dewasa ini, ketika kita meninggalkan abad kedua puluh, kita masih menghadapi persoalan sangat besar yang belum terpecahkan yang harus kita hadapi ketika kita memasuki abad kedua puluh: Bagaimanakah asal-usul kehidupan di Bumi ini?[14]

Struktur Kehidupan yang Kompleks

Alasan utama mengapa teori evolusi berakhir dalam kebuntuan besar tentang asalusul kehidupan adalah bahawa organisme hidup yang dianggap sangat sederhana ternyata memiliki struktur yang sangat kompleks. Sel dari makhluk hidup lebih kompleks dibandingkan dengan semua produk teknologi yang dihasilkan oleh manusia. Dewasa ini, bahkan dalam laboratorium yang paling maju di seluruh dunia sekalipun, sebuah sel hidup tidak dapat dihasilkan dari materi inorganik.

Persyaratan yang diperlukan bagi terbentuknya sebuah sel terlalu besar kuantitasnya untuk diabaikan dengan berpegang pada landasan bahawa terbentuknya sel tersebut terjadi secara kebetulan. Probabilitas tentang protein, perkembangan blok dalam sel, disentesakan secara kebetulan adalah 1 dalam 10 kuasa 950 untuk rata-rata protein yang terdiri dari 500 asam amino. Dalam matematika, suatu probabilitas yang lebih kecil dari 1 dibanding 10 kuasa 50 dengan sendirinya dianggap tidak mungkin.

Molekul DNA yang terletak di inti sel dan yang menyimpan informasi genetik merupakan bank data yang luar biasa. Jika informasi yang ada dalam DNA ditulis, maka ia akan merupakan perpustakaan raksasa yang terdiri dari 900 jilid ensiklopedi yang masing-masing terdiri dari 500 halaman.

Dalam masalah ini muncul dilema yang sangat menarik: DNA hanya dapat direplikasi dengan bantuan protein-protein khusus (enzim). Namun, sintesa dari enzim-enzim ini hanya dapat diwujudkan melalui informasi yang tercatat dalam DNA. Kerana keduanya saling tergantung, mereka harus ada pada waktu yang bersamaan untuk replikasi. Hal ini menunjukkan bahawa pernyataan yang menyatakan bahawa kehidupan itu berasal dari dirinya sendiri mengalami kebuntuan. Prof. Leslie Orgel, seorang ahli evolusi ternama dari Universitas San Diego, Kalifornia, mengakui fakta ini di majalah Scientific American yang diterbitkan pada September 1994:

Sangat mustahil bahawa protein dan asam, yang keduanya sama-sama memiliki struktur yang kompleks, muncul dengan sendirinya pada waktu dan tempat yang sama. Namun juga mustahil jika yang satu ada tanpa adanya yang lain. Demikian pula, secara sekilas orang dapat menyimpulkan bahawa sesungguhnya kehidupan tidak mungkin berasal dari sarana kimiawi.[15]

Mekanisme Evolusi Imajiner

Persoalan penting kedua yang menafikan teori Darwin adalah bahawa kedua konsep yang dikemukakan oleh teori tersebut sebagai "mekanisme evolusioner" pada dasarnya tidak memiliki kekuatan evolusioner.

Darwin mendasarkan pernyataan evolusinya sepenuhnya pada mekanisme "seleksi alam". Pernyataan yang ia tekankan tentang mekanisme ini dapat dilihat dalam bukunya: The Origin of Species, By Means of Natural Selection…

Seleksi alam berpendirian bahawa makhlukmakhluk hidup yang lebih kuat dan lebih cocok bagi kondisi alam pada habitat mereka akan dapat bertahan dalam bergulat untuk mempertahankan kehidupan. Sebagai contoh, pada kawanan rusa yang menghadapi ancaman serangan binatang buas, maka rusa-rusa yang berlarinya lebih cepat dapat mempertahankan kehidupannya. Dengan demikian, kawanan rusa itu terdiri dari individu-individu yang lebih cepat dan lebih kuat. Namun tidak dapat disangkal bahawa mekanisme ini tidak menyebabkan rusa tersebut muncul dan berubah menjadi spesies hidup yang lain, misalnya menjadi kuda.

Dengan demikian, mekanisme seleksi alam tidak memiliki kekuatan evolusioner. Darwin juga menyadari fakta ini sehingga ia harus menyatakan dalam bukunya The Origin of Species: Seleksi alam tidak dapat berbuat apa pun hingga terjadi peluang variasi yang sesuai.

Pengaruh Lamarck

Lalu, bagaimanakah "variasi yang sesuai" ini terjadi? Darwin berusaha untuk menjawab pertanyaan ini dari sudut pandang pemahaman ilmu pengetahuan kuno pada zamannya. Menurut ahli biologi Prancis, Lamarck, yang hidup sebelum Darwin, makhluk hidup memiliki karakter yang diperlukan selama jangka hidupnya hingga generasi selanjutnya, dan karakter ini berakumulasi dari satu generasi ke generasi seterusnya sehingga menyebabkan terbentuknya spesies baru. Misalnya, menurut Lamarck, jerapah terjadi dari kijang, Kerana kijang-kijang itu berjuang untuk makan daun dari pohon yang tinggi, sehingga lehernya memanjang dari generasi ke generasi.

Darwin juga memberikan contoh serupa dalam bukunya, The Origin of Species, misalnya, ia berkata bahawa sebagian beruang ada yang menyelam ke air untuk mencari makanan sehingga berubah menjadi ikan paus setelah beberapa lama. Namun, hukum genetika yang ditemukan oleh Mendel dan dibuktikan oleh ilmu genetika yang berkembang pada abad ke-20, menolak mentah-mentah anggapan yang mengatakan bahawa karakter itu diteruskan kepada generasi selanjutnya. Dengan demikian, seleksi alam bertentangan dengan kenyataan seperti halnya mekanisme evolusioner.

Neo-Darwinisme dan Mutasi

Agar dapat menemukan pemecahan, para pengikut Darwin mengajukan "Teori Sintesa Modern" atau lebih dikenal sebagai Neo-Darwinisme, pada akhir tahun 1930an. Neo-Darwinisme menambahkan mutasi, yakni penyimpangan yang dimunculkan oleh gengen makhluk hidup Kerana adanya faktorfaktor eksternal seperti radiasi atau kesalahan replikasi, sebagai "penyebab variasi yang sesuai" di samping mutasi alam.

Dewasa ini, model yang mewakili evolusi di dunia adalah Neo-Darwinisme. Teori tersebut berpendirian bahawa berjuta-juta makhluk hidup yang ada di bumi ini terjadi sebagai akibat dari suatu proses di mana berbagai organ-organ kompleks dari beberapa organisme seperti telinga, mata, paru-paru, sayap, mengalami "mutasi", yakni penyimpangan genetis. Namun terdapat fakta ilmiah yang sama sekali bertentangan dengan teori ini: Mutasi tidak menyebabkan makhluk hidup berkembang, sebaliknya mutasi menyebabkan kerusakan.

Adapun alasannya sangat sederhana: DNA memiliki struktur yang sangat kompleks, dan efek kebetulan hanya dapat menyebabkan kerusakan baginya. Ahli genetika Amerika, B.G. Ranganathan, menjelaskan hal ini sebagai berikut:

Mutasi itu kemungkinannya sangat kecil, kebetulan, dan merusak. Mutasi hampirhampir tidak terjadi dan kemungkinan besar tidak membawa pengaruh. Empat karakteristik mutasi ini menunjukkan bahawa mutasi tidak menyebabkan terjadinya pekembangan evolusioner. Perubahan yang terjadi secara kebetulan pada organisme yang sangat khusus tidak ada pengaruhnya dan tidak merusak. Perubahan yang terjadi secara kebetulan pada sebuah arloji tidak dapat memperbaiki arloji tersebut. Bahkan dapat merusak atau palingpaling tidak berpengaruh. Sebuah gempa bumi tidak mungkin memperbaiki kota, tetapi ia menyebabkan kerusakan.

Dengan demikian tidak ada contoh mutasi yang bermanfaat, yakni yang dapat mengembangkan aturan genetika yang pernah dilihat buktinya hingga saat ini. Semua mutasi terbukti bersifat merusak. Maka perlu difahami bahawa mutasi yang dinyatakan sebagai "mekanisme evolusioner" sesungguhnya merupakan peristiwa genetik yang merusak makhluk hidup dan menimbulkan gangguan. (Pengaruh mutasi yang sangat umum pada manusia adalah kanker). Tidak diragukan lagi bahawa suatu mekanisme destruktif tidak dapat menjadi "mekanisme evolusioner". Dalam pada itu, seleksi alam "tidak dapat melakukan apa pun bagi dirinya sendiri," sebagaimana juga diakui oleh Darwin. Fakta ini menunjukkan pada kita bahawa tidak ada "mekanisme evolusioner" di alam. Kerana mekanisme evolusioner itu tidak ada, maka juga tidak terjadi proses imajiner yang disebut sebagai evolusi itu.


Catatan Fosil: Tidak Ada Bukti-bukti tentang Bentuk-bentuk Antara

Bukti yang sangat jelas bahawa pernyataan sebagaimana yang disebutkan dalam teori evolusi itu tidak pernah terjadi adalah berdasarkan catatan fosil. Menurut teori evolusi, setiap spesies hidup muncul dari yang mendahuluinya. Suatu spesies yang dahulu pernah ada, lambat laun berubah kepada bentuk lainnya dan semua spesies muncul dengan cara seperti ini. Menurut teori ini, transformasi ini berjalan dengan pelan-pelan selama jutaan tahun.

Seandainya hal ini benar, maka banyak sekali spesies antara yang ada dan hidup dalam periode transformasi yang panjang. Misalnya, binatang-binatang yang separuh berbentuk ikan dan separuhnya lagi berbentuk reptil tentu pernah hidup pada masa lampau sehingga memiliki karakter reptil di samping juga memiliki karakter ikan. Atau pernah ada burung-reptil, yang memiliki karakter burung di samping karakter reptil. Kerana semua ini berada dalam fase transisi, makhluk-makhluk hidup tersebut tentu akan lumpuh, cacat, atau pincang. Para ahli evolusi menyebut makhluk-makhluk imajiner ini, yang mereka yakini pernah hidup pada masa lampau, sebagai "bentuk-bentuk transisi". Jika binatang seperti itu benar-benar ada, tentunya terdapat jutaan, bahkan billionan jumlahnya dan variasinya. Dan yang lebih penting, sisa-sisa dari makhluk-makhluk aneh seperti itu tentu ada dalam jejak fosil. Dalam The Origin of Species, Darwin menjelaskan:

Jika teori saya benar, maka tentu terdapat sangat banyak varietas perantara yang saling menghubungkan antara spesies-spesies dari kelompok yang sama. …Dengan demikian, bukti tentang keberadaannya pada masa lalu hanya dapat ditemukan di antara peninggalanpeninggalan fosil.[19]

Harapan Darwin yang Kandas

Bagaimanapun, sekalipun ahli-ahli evolusi telah bekerja keras untuk menemukan fosil sejak pertengahan abad ke-19 di seluruh dunia, tidak ada bentuk-bentuk transisi yang mereka temukan. Semua fosil yang digali menunjukkan, berlawanan dengan harapan ahli-ahli evolusi, kehidupan muncul di muka bumi secara tiba-tiba dan telah berbentuk sempurna.

Seorang ahli paleontologi ternama dari Inggris, Derek V. Ager, mengakui fakta ini, sekalipun ia seorang penganut evolusi: Persoalan pun menjadi jelas ketika saya meneliti bukti-bukti fosil secara detail, entah itu pada tingkatan ordo atau spesies, berulang kali kami menemukan bahawa bukannya evolusi yang terjadi secara lambat laun, tetapi yang terjadi adalah satu kelompok muncul secara tiba-tiba, demikian pula kelompok lainnya.

Ini ertinya bahawa bukti fosil menunjukkan bahawa semua spesies hidup tiba-tiba muncul dalam bentuk yang telah sempurna, tanpa melalui bentuk perantara. Hal ini berlawanan dengan asumsi Darwin. Demikian pula, terdapat bukti yang sangat kuat bahawa makhluk hidup itu ada Kerana diciptakan. Satu-satunya penjelasan yang dapat diberikan adalah bahawa spesies hidup itu muncul dengan tiba-tiba dan telah sempurna setiap detail tanpa melalui nenek moyang yang berevolusi, dengan demikian spesies tersebut adalah diciptakan. Fakta ini juga diakui oleh sebagian besar ahli biologi evolusi, Douglas Futuyma:

Penciptaan dan evolusi, di antara keduanya memerlukan penjelasan tentang asal-usulnya dari benda-benda hidup. Organisme muncul di bumi dalam keadaan telah berkembang secara sempurna atau tidak berkembang. Jika organisme tidak berkembang, organisme itu pasti telah berkembang dari spesies yang pernah ada melalui proses-proses modifikasi. Jika organisme itu muncul dalam keadaan yang telah berkembang secara sempurna, organisme tersebut tentu telah diciptakan oleh sesuatu yang luar biasa cerdasnya.

Berbagai fosil menunjukkan bahawa makhluk hidup muncul dalam keadaan yang sempurna di bumi. Ini ertinya bahawa "asal-usus spesies", bertentangan dengan asumsi Darwin, bukan merupakan evolusi tetapi merupakan penciptaan.

Dongeng tentang Evolusi Manusia

Persoalan yang seringkali dikemukakan oleh para pendukung teori evolusi adalah persoalan tentang asal-usul manusia. Para pengikut Darwin menyatakan pendiriannya bahawa manusia moden dewasa ini merupakan hasil evolusi dari makhluk yang menyerupai kera. Menurut mereka, selama proses evolusi ini, yang diperkirakan telah dimulai 4-5 juta tahun yang lalu, konon terdapat beberapa "bentuk transisi" antara manusia moden dengan nenek moyang mereka. Dalam pernyataan yang sepenuhnya bersifat khayalan ini, disebutkan tentang empat "kategori" dasar:

1. Australopithecus
2. Homo habilis
3. Homo erectus
4. Homo sapiens

Para ahli evolusi menyebut apa yang dinamakan sebagai nenek moyang manusia pertama yang menyerupai monyet sebagai "Australopithecus" yang ertinya "Monyet Afrika Selatan". Makhluk hidup ini sesungguhnya tidak lain adalah spesies monyet kuno yang telah punah. Riset yang mendalam yang dilakukan pada berbagai sampel Australopithecus oleh dua orang ahli anatomi ternama dunia dari Inggris dan Amerika Serikat, yakni Lord Solly Zuckerman dan Prof. Charles Oxnard, telah menunjukkan bahawa Australopithecus tersebut merupakan spesies monyet biasa yang telah punah dan terbukti tidak memiliki kemiripan dengan manusia.

Para ahli evolusi mengklasifikasikan tahap selanjutnya dari evolusi manusia sebagai "homo", yakni "manusia". Menurut pernyataan ahli evolusi, makhluk hidup pada sejumlah Homo lebih berkembang dibandingkan Australopithecus. Para ahli evolusi telah mengembangkan skema evolusi khayalan dengan menyusun berbagai fosil dari makhlukmakhluk ini dalam urutan tertentu. Skema ini bersifat khayalan Kerana tidak pernah terbukti bahawa terdapat hubungan evolusioner antara beberapa kelas ini. Ernst Mayr, salah seorang pembela teori evolusi yang terkemuka pada abad ke-20 mengakui fakta ini dengan mengatakan bahawa "mata rantai yang sampai kepada Homo sapiens sesungguhnya terputus".

Dengan membuat pembagian mata rantai seperti "Australopithecus - Homo habilis - Homo erectus - Homo sapiens", para ahli evolusi memaksudkan bahawa masing-masing spesies ini merupakan nenek moyang bagi yang lain. Namun, penemuan terkini dari ahli paleoantrhropologi telah mengungkapkan bahawa Australopithecus, Homo habilis dan Homo erectus hidup di bagian yang berlainan di dunia pada saat yang sama.

Di samping itu, segmen manusia tertentu yang diklasifikasikan sebagai Homo erectus telah hidup hingga zaman moden. Homo sapiens neandarthalensis dan Homo sapiens sapiens (manusia moden) hidup bersamasama di kawasan yang sama. Situasi ini seolah-olah menunjukkan keabsahan klaim tersebut yang menyatakan bahawa mereka adalah nenek moyang bagi lainnya. Seorang ahli paleontologi dari Universitas Harvard, Stephen Jay Gould, menjelaskan kebuntuan teori evolusi meskipun ia sendiri seorang penganut evolusi:

Apa yang menjadi tangga bagi kita jika ada tiga garis silsilah hominid (A. africanus, australopithecines yang tegap, dan H. habilis), tidak satu pun yang jelas-jelas berasal dari yang lain. Lagi pula, tidak satu pun dari ketiganya yang menunjukkan kecenderungan berevolusi selama mereka mendiami bumi.

Pendek kata, pandangan tentang evolusi manusia, yang berusaha mencari dukungan dengan bantuan berbagai gambaran makhluk "separuh manusia, separuh kera" yang muncul di media dan buku pelajaran, dan dengan bantuan propaganda, terus terang saja hanyalah dongeng yang tidak memiliki landasan ilmiah.

Lord Solly Zuckerman, salah seorang ilmuwan yang terkenal dan dihormati di Inggris, yang melakukan riset tentang persoalan ini selama beberapa tahun, dan secara khusus meneliti fosil-fosil Australopithecus selama 15 tahun, pada akhirnya berkesimpulan bahawa meskipun ia sendiri seorang penganut evolusi, namun sesungguhnya tidak ada tiga cabang famili seperti itu antara makhluk yang menyerupai kera dengan manusia.

Zuckerman juga membuat sebuah "spektrum ilmu pengetahuan" yang menarik. Ia membentuk sebuah spektrum ilmu pengetahuan dari pernyataan yang dianggap ilmiah hingga pernyataan yang dianggap tidak ilmiah. Menurut spektrum Zuckerman, yang paling "ilmiah", yakni yang tergantung pada medan data kongkret dalam ilmu pengetahuan adalah kimia dan fizik. Setelah keduanya, muncullah ilmu biologi, kemudian ilmu sosial. Pada akhir dari spektrum tersebut, sebagai bagian yang dianggap paling "tidak ilmiah" adalah konsep "persepsi di luar panca indera" seperti telepati dan indera keenam, dan akhirnya "evolusi manusia". Zuckerman menjelaskan alasannya:

Kemudian kami segera beralih untuk mencatat kebenaran objektif dalam bidangbidang yang dianggap sebagai ilmu biologi, seperti persepsi di luar panca indera atau interpretasi tentang sejarah fosil manusia, di mana bagi orang-orang yang mempercayainya (penganut evolusi) apa saja mungkin - dan bagi orang yang sangat mempercayainya (dalam evolusi) kadang-kadang dapat mempercayai beberapa hal yang bertentangan pada waktu yang bersamaan.

Dongeng tentang evolusi manusia semakin tidak bererti, tetapi interpretasi tentang fosilfosil yang digali oleh orang-orang tertentu tetap dipercayai oleh orang-orang yang menganut teori ini dengan membabi buta.

Teknologi Mata dan Telinga

Persoalan lainnya yang tetap tidak terjawab oleh teori evolusi adalah kemampuan panca indera yang luar biasa pada mata dan telinga.

Sebelum melanjutkan pembicaraan tentang mata, marilah kita jawab secara sepintas tentang pertanyaan "bagaimanakah kita melihat". Cahaya yang masuk dari sebuah benda jatuh secara berlawanan pada retina mata. Di sini, cahaya ditransmisikan menjadi sinyalsinyal elektris oleh sel, dan cahaya tersebut sampai ke titik kecil di belakang otak yang disebut sebagai pusat penglihatan. Sinyalsinyal elektris ini di pusat otak terlihat sebagai bayangan setelah melalui serangkaian proses. Dengan latar belakang teknis ini, marilah kita berfikir sejenak.

Otak terlindung dari cahaya. Ini ertinya bahawa di bagian dalam otak sama sekali gelap, dan cahaya tidak sampai ke lokasi otak. Tempat yang disebut sebagai pusat penglihatan benar-benar gelap, dan cahaya tidak pernah mencapainya. Bahkan mungkin merupakan tempat yang paling gelap yang pernah anda ketahui. Namun, anda melihat dunia yang cemerlang dan terang benderang dari tempat yang sangat gelap.

Gambar yang terbentuk di mata sangat tajam dan sangat jelas, bahkan teknologi abad ke-20 tidak mampu menyamainya. Misalnya, perhatikanlah buku yang anda baca, tangan yang dengannya anda memegang, kemudian angkatlah kepala anda dan lihatlah sekitar anda. Pernahkah anda melihat bayangan yang sangat tajam dan sangat jelas seperti ini di tempat lain? Bahkan layar televisi yang paling unggul yang diproduksi oleh pabrik televisi dunia yang paling canggih sekalipun tidak akan mampu menyajikan gambar yang sangat tajam kepada anda. Gambar di mata ini berbentuk tiga dimensi, berwarna, dan sangat tajam. Selama lebih dari seratus tahun, ribuan insinyur telah berusaha untuk menghasilkan ketajaman ini. Pabrik-pabrik dan perusahaan-perusahaan raksasa pun didirikan, berbagai riset dilakukan, berbagai rencana dan desain dilakukan untuk mencapai tujuan ini. Sekali lagi, lihatlah ke layar TV dan buku yang anda pegang. Anda akan melihat bahawa terdapat perbezaan besar dalam ketajaman dan kejelasan. Di samping itu, layar TV menunjukkan gambar dua dimensi, sedangkan dengan mata anda, anda melihat gambar tiga dimensi yang memiliki ketajaman.

Selama beberapa tahun, sepuluh dari seribu insinyur telah berusaha untuk membuat TV tiga dimensi yang dapat menyamai kualitas pandangan seperti mata. Ya, mereka telah membuat sistem televisi tiga dimensi, tetapi mustahil untuk melihatnya tanpa mengenakan kaca mata, lagi pula, gambar itu merupakan gambar tiga dimensi yang artifisial. Latar belakang tampak kabur, latar depan tampak seperti setting kertas. Sampai bila pun mustahil untuk menghasilkan pandangan yang tajam dan jelas seperti pandangan pada mata. Baik kamera mahupun televisi tidak memiliki kualitas gambar yang tajam dan jelas.

Para ahli evolusi menyatakan bahawa mekanisme yang menghasilkan gambar yang tajam dan jelas ini terjadi secara kebetulan. Sekarang, jika seseorang mengatakan kepada anda bahawa televisi yang ada di bilik anda terjadi secara kebetulan, semua atomnya datang secara kebetulan lalu membentuk peralatan yang dapat menghasilkan gambar, maka bagaimanakah pendapat anda? Bagaimana mungkin atom-atom dapat melakukan hal-hal yang tidak dapat dilakukan oleh ribuan orang?

Jika suatu peralatan yang menghasilkan gambar yang lebih primitif daripada mata tidak dapat terjadi secara kebetulan, maka jelaslah bahawa mata dan gambar yang terlihat oleh mata tidak dapat terjadi secara kebetulan. Keadaan yang sama juga berlaku pada telinga. Telinga bagian luar menangkap suara yang ada melalui daun telinga lalu megarahkan suara itu ke bagian tengah telinga, dan bagian tengah telinga mengirimkan getaran suara ke otak dengan mengubah suara itu menjadi sinyal-sinyal elektrik. Sebagaimana mata, proses mendengar berakhir di pusat pendengaran di otak.

Situasi pada mata juga berlaku pada telinga. Yakni, otak terlindung dari suara sebagaimana ia terlindung dari cahaya: ia tidak membiarkan suara apa pun memasukinya. Dengan demikian, betapapun berisiknya suara di luar, bagian dalam otak sepenuhnya sunyi senyap. Namun demikian, otak dapat menangkap suara dengan sangat jelas. Di otak anda, yang terlindung dari suara, anda mendengar simponi dari sebuah orkestra, dan anda mendengar semua bunyi di keramaian. Namun demikian, jika tingkat suara di otak anda diukur dengan peralatan yang akurat pada saat itu, maka akan diketahui bahawa yang terjadi dalam otak adalah kesunyian.

Sebagaimana pada kes alat perekam gambar, selama puluhan tahun telah dilakukan usaha untuk menghasilkan suara sebagaimana dalam bentuk asalnya. Hasil dari usaha tersebut adalah perekam suara "high fidelity system", dan sistem untuk merekam suara. Meskipun teknologi ini telah digali dan ribuan insinyur dan ahli telah bekerja keras, tetapi tidak ada suara yang diperoleh, yang memiliki ketajaman dan kejelasan seperti suara yang ditangkap oleh telinga. Perhatikanlah HI-FI sistem dengan kualitas sangat tinggi yang dihasilkan oleh perusahaan terbesar dalam industri musik. Bahkan dalam peralatan ini, ketika suara direkam, sebagian suara ada yang hilang; atau ketika anda menghidupkan HIFI, anda selalu mendengar suara yang mendesis sebelum musik dimulai. Namun, suarasuara yang merupakan produk dari teknologi tubuh manusia sangat tajam dan jelas. Telinga manusia tidak pernah menangkap suara yang disertai dengan bunyi mendesis sebagaimana pada HI-FI; telinga menangkap suara seperti apa adanya, tajam dan jelas. Keadaan ini berlaku semenjak manusia pertama kali diciptakan.

Sejauh ini, tidak ada peralatan visual atau perekam suara yang dihasilkan oleh manusia yang sangat peka dan berhasil menangkap data indera sebagaimana mata dan telinga.

Namun, sepanjang yang berkaitan dengan penglihatan dan pendengaran, terdapat fakta yang lebih besar di balik semua itu.

Siapakah yang Memberi Kemampuan Otak untuk Melihat dan Mendengar?


Siapakah yang memberi kemampuan pada otak sehingga ia dapat melihat gemerlapnya dunia, mendengar simponi kicau burung, dan mencium bunga mawar?


Rangsang yang datang dari mata, telinga, dan hidung manusia diteruskan ke otak sebagai impuls syaraf elektro-kimia. Dalam buku-buku biologi, fisiologi, dan biokimia, anda dapat menemukan penjelasan bagaimanakah gambar tersebut terbentuk di otak. Namun, anda tidak akan pernah menemukan fakta yang paling penting tentang persoalan ini: Siapakah yang mengatur terjadinya impuls syaraf elektro-kimia tersebut sebagai gambar, suara, bau, dan penginderaan di otak? Terdapat suatu kesedaran di otak yang mampu menangkap semuanya tanpa harus memerlukan mata, telinga, dan hidung. Siapakah yang memberi kemampuan ini? Tidak diragukan lagi bahawa kemampuan ini tidak dimiliki oleh syaraf, lapisan lemak, dan syaraf-syaraf yang terdapat di otak. Itulah sebabnya pengikut Darwin dan kaum materialis tidak mempercayai bahawa segala sesuatu terdiri dari materi, tidak dapat memberikan jawapan apa pun terhadap pertanyaan ini.

Kemampuan ini adalah ruhani yang diciptakan oleh Allah. Ruhani tidak memerlukan mata untuk melihat gambar, atau telinga untuk mendengar suara. Di samping itu, ia juga tidak memerlukan otak untuk berfikir.

Setiap orang yang membaca fakta yang jelas dan ilmiah ini harus berfikir tentang Tuhan Yang Mahakuasa, takut kepada-Nya, dan berlindung kepada-Nya, Dialah Yang menguasai seluruh alam semesta dan sebuah bidang yang gelap yang luasnya beberapa sentimeter kubik dalam bentuk tiga dimensi, berwarna, teduh, dan terang benderang.

Keyakinan Kaum Materialis

Informasi yang kami ketengahkan hingga kini menunjukkan kepada kita bahawa teori evolusi adalah pernyataan yang sangat berbeza dengan temuan ilmiah. Pernyataan yang diberikan oleh teori tersebut tidak sesuai dengan ilmu pengetahuan, dan mekanisme evolusioner yang diajukannya tidak memiliki pengaruh evolusioner, dan fosil-fosil yang ditunjukkan tentang bentuk-bentuk transisi untuk mendukung teori tersebut tidak pernah ada. Dengan demikian, tentu saja teori evolusi harus dienyahkan Kerana ia adalah gagasan yang tidak ilmiah, sebagaimana gagasan yang menyatakan bahawa alam semesta ini berpusat pada bumi telah dienyahkan dari agenda ilmu pengetahuan di sepanjang sejarah.

Namun, teori evolusi tetap dimasukkan dalam agenda ilmu pengetahuan. Bahkan sebagian orang berusaha untuk mengajukan kritik terhadap orang-orang yang membantah teori tersebut sebagai "serangan terhadap ilmu pengetahuan". Mengapa?

Alasannya adalah, bahawa teori evolusi merupakan keyakinan dogmatis yang tidak boleh dibantah bagi beberapa kalangan. Kalangan ini dengan membabi buta mengabdi kepada falsafah materialis dan menerapkan Darwinisme, Kerana ia merupakan satu-satunya penjelasan ilmiah yang dapat dikemukakan tentang bekerjanya alam.

Yang cukup menarik, kadang-kadang mereka juga mengakui fakta ini. Seorang ahli genetik dan seorang penganut evolusi yang jujur, Richard C. Lewontin dari Universitas Harvard mengakui bahawa dialah yang "mulamula dan terutama sebagai seorang materialis, kemudian menjadi seorang limuwan":

Bagaimanapun, bukannya metode dan institusi ilmu pengetahuan yang memaksa kita untuk menerima penjelasan material tentang dunia fenomenal, tetapi sebaliknya, kita dipaksa oleh kesetiaan kita yang a priori terhadap penyebab material untuk menciptakan peralatan penelitian dan seperangkat konsep yang menghasilkan penjelasan material, meskipun ia bertentangan dengan intuisi, dan meskipun ia menyesatkan bagi orang-orang awam. Di samping itu, bahawa materialisme itu absolut sehingga kami tidak dapat membiarkan Kaki Tuhan memasuki pintu.

Itulah pernyataan terus terang yang menyatakan bahawa Darwinisme adalah sebuah dogma yang tetap dipertahankan demi kesetiaannya kepada falsafah materialis. Dogma ini berpendirian bahawa tidak ada being (yang ada) kecuali materi. Dengan demikian ia berpendapat bahawa pencipta kehidupan adalah materi tidak bernyawa dan tidak memiliki kesedaran. Ia berpendapat bahawa jutaan spesies hidup yang berbeza-beza; misalnya burung, ikan, jerapah, harimau, serangga, pohon, bunga, ikan paus, dan manusia itu terwujud sebagai hasil dari interaksi antara materi seperti hujan yang turun, kilat yang menyambar, dan sebagainya, dari materi tidak bernyawa. Pandangan ini bertentangan dengan akal mahupun ilmu pengetahuan. Namun, Darwinisme tetap mempertahankannya hanya agar "jangan sampai Kaki Tuhan masuk di pintu".

Siapa pun yang tidak memperhatikan asalusul makhluk hidup dengan pandangan materialis akan melihat kebenaran yang nyata ini: Semua makhluk hidup adalah karya dari Sang Pencipta, Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana, dan Maha Mengetahui. Sang Pencipta ini adalah Allah, Yang menciptakan seluruh alam semesta dan semua makhluk dari tidak ada, dan merancangnya dalam bentuk yang sangat sempurna.

“Mereka berkata, "Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (Q.s. al-Baqarah: 32).

Allah menjelaskan berbagai rahasia kepada manusia melalui al-Qur'an, doa, perintah, larangan, dan akhlak yang mulia. Semua ini merupakan rahasia yang sangat penting, dan orang yang berfikir dapat menyaksikan rahasia-rahasia ini dalam hidupnya. Tidak ada sumber lain kecuali al-Qur'an yang menjelaskan rahasia ini. al-Qur'an merupakan satusatunya sumber rahasia sehingga orang-orang yang sangat cerdas dan sangat pandai sekalipun tidak akan menemukan rahasia ini di mana pun juga.

Jika sebagian orang dapat memahami sedangkan orang lain tidak dapat memahami pesan-pesan yang tersembunyi dalam al-Qur'an, ini merupakan rahasia lain yang diciptakan Allah. Orang-orang yang tidak memahami rahasia-rahasia yang diungkapkan dalam al-Qur'an ini hidup dalam penderitaan dan kesulitan. Anehnya, mereka tidak pernah mengetahui penyebab penderitaannya. Dalam pada itu, orang-orang yang mengkaji rahasiarahasia dalam al-Qur'an menjalani hidupnya dengan mudah dan gembira.

Buku ini membincangkan tentang persoalan-persoalan yang berkaitan dengan ayat-ayat yang diungkapkan oleh Allah kepada manusia sebagai sebuah rahasia. Manakala orang membaca ayat-ayat ini, dan perhatiannya didtumpukan kepada rahasia-rahasia dalam ayat-ayat ini, apa yang harus ia lakukan adalah berusaha mengetahui tujuan Allah yang tersembunyi dalam setiap peristiwa kemudian mengkaji segala sesuatunya berdasarkan al-Qur'an. Kemudian, orang pun akan menyadari dengan kegembiraan tentang rahasiarahasia ini, bahawa al-Qur'an mengendalikan kehidupannya dan kehidupan orang lain.

“Malaikat itu menjawab: 'Maha suci Engkau (Ya Allah)! Kami tidak mempunyai pengetahuan selain
dari apa yang Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkau jualah yang
Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana'.” (Surah Al-Baqarah: 32)

KEPALSUAN TEORI EVOLUSI

TEORI EVOLUSI