Rabu, 15 Juni 2011

Gerhana Bulan Total 16 Juni 2011

Alhamdulillah, setelah vakum selama 1 tahun, Insya Allah penulis akan melanjutkan kolom ini untuk sharing ilmu seputar ilmu hisab dan astronomi. Semoga penulis dapat istiqomah untuk terus memberikan manfaat kepada orang lain.
Pada kesempatan ini, tema yang diangkat adalah gerhana bulan total, yang Insya Allah akan terjadi pada Kamis dinihari waktu Indonesia barat tanggal 16 Juni 2011. Adapun waktu gerhana menurut UT (Universal Time) atau GMT adalah pada Rabu sore hingga malam tanggal 15 Juni 2011.
***
Gerhana bulan dan matahari terjadi sebagai salah satu tanda kebesaran Allah SWT. Gerhana matahari terjadi ketika matahari, bulan dan bumi berada pada suatu garis lurus. Sedangkan gerhana bulan terjadi matahari, bumi dan bulan berada pada suatu garis lurus. Gerhana matahari terjadi pada fase bulan baru (new moon), namun tidak setiap bulan baru akan terjadi gerhana matahari. Sedangkan gerhana bulan terjadi pada fase bulan purnama (full moon), namun tidak setiap bulan purnama akan terjadi gerhana bulan. Hal ini disebabkan bidang orbit bulan mengitari bumi tidak sejajar dengan bidang orbit bumi mengitari matahari (bidang ekliptika), namun miring membentuk sudut sebesar sekitar 5 derajat. Seandainya bidang orbit bulan mengitari tersebut terletak tepat pada bidang ekliptika, maka setiap bulan baru akan selalu terjadi gerhana matahari, dan setiap bulan purnama akan selalu terjadi gerhana bulan.
Pada peristiwa gerhana matahari yang terlihat dari suatu tempat di permukaan bumi, secara umum ada tiga tipe gerhana, yaitu gerhana matahari total, parsial dan cincin. Namun kalau kita tinjau gerhana matahari secara umum, ada enam tipe gerhana, yaitu
  1. Tipe P atau parsial, yaitu ketika hanya bagian kerucut penumbra bulan mengenai permukaan bumi. Orang yang berada di daerah yang dapat menyaksikan gerhana, hanya akan melihat gerhana parsial.
  2. Tipe T atau total, yaitu gerhana sentral yang mana kerucut umbra bulan mengenai permukaan bumi. Pada gerhana sentral, sumbu bayangan bulan mengenai permukaan bumi. Pada tipe gerhana total ini, ada yang disebut garis sentral, yaitu garis lurus yang menghubungkan titik pusat matahari, titik pusat bulan dan tempat di permukaan bumi. Saat dikatakan terjadi gerhana matahari total, hanya sebagian kecil saja tempat di permukaan bumi yang dapat menyaksikan gerhana total. Sebagian besar tempat yang lain hanya dapat menyaksikan secara parsial. Dan mayoritas tempat di permukaan bumi tidak dapat menyaksikan baik total atau parsial, entah karena di tempat tersebut matahari tidak berada di atas ufuk (waktu malam), entah karena matahari di atas ufuk
  3. Tipe A, atau annular (cincin), yaitu jenis gerhana sentral yang mana perpanjangan kerucut umbra bulan mengenai permukaan bumi.
  4. Tipe A-T, atau gabungan cincin dan total. Pada tipe gerhana ini, gerhana dimulai dengan fase cincin, di tengahnya menjadi total dan diakhiri dengan fase cincin kembali.
  5. Tipe (T), atau gerhana total tetapi tidak sentral. Ini terjadi di daerah sekitar kutub utara atau selatan. Maksudnya, sumbu umbra tidak mengenai permukaan bumi tetapi ada sedikit bagian umbra yang masih mengenai bumi (di daerah kutub).
  6. Tipe (A), atau gerhana cincin tetapi tidak sentral. Ini juga terjadi di daerah kutub, dimana sumbu umbra tidak mengenai permukaan bumi, tetapi ada sedikit perpanjangan kerucut umbra yang masih mengenai bumi (di daerah kutub).
Tipe gerhana yang paling sering muncul adalah tipe P, T dan A. Ketika gerhana matahari bukan gerhana sentral, mayoritas tipe gerhana adalah tipe parsial.
Ada tiga tipe gerhana bulan, yaitu:
  1. tipe t, atau gerhana bulan total. Disini, bulan masuk seluruhnya ke dalam kerucut umbra bumi.
  2. tipe p, atau gerhana bulan parsial, ketika hanya sebagian bulan yang masuk ke dalam kerucut umbra bumi.
  3. tipe pen, atau gerhana bulan penumbra, ketika bulan masuk ke dalam kerucut penumbra, tetapi tidak ada bagian bulan yang masuk ke dalam kerucut umbra bumi.


    Sumber: www.eramuslim.com